Data Produk Kosmetik Terdaftar di BPOM 2026: Pertumbuhan, Peta Kategori, dan Artinya bagi Pemilik Brand

← All News

Lebih dari 373 ribu produk kosmetik memiliki registrasi yang masih berlaku. Apa yang sebenarnya ditunjukkan angka ini tentang persaingan dan persiapan sebuah brand?

Diperbarui: 25 Oktober 2026. Data memiliki tanggal, definisi, dan cakupan berbeda. Angka tahun berjalan bukan hasil setahun penuh.

Laman Cek Produk BPOM menampilkan 373.740 produk kosmetik teregistrasi yang masih berlaku saat diperiksa pada 25 Oktober 2026. Angka ini merupakan posisi database pada saat pengecekan, bukan jumlah merek, jumlah pabrik, ataupun jumlah produk baru yang diluncurkan selama 2026. [1]

Bagi pemilik brand, banyaknya produk yang terdaftar memberikan konteks tentang luasnya pilihan di pasar. Namun, keputusan mengembangkan skincare, makeup, parfum, atau personal care membutuhkan pertanyaan yang lebih spesifik: kebutuhan konsumen apa yang akan dijawab, bagaimana mutu produk dijaga, dan siapa yang bertanggung jawab atas dokumentasinya?

Artikel ini menyajikan data registrasi, notifikasi tahunan, kategori historis, dan pengawasan kosmetik. Pembahasannya dihubungkan dengan persiapan pengembangan produk bersama PT Cedefindo, dengan membedakan fakta regulator dari interpretasi bisnis.

Untuk konteks jumlah industri, perdagangan, dan perkembangan sektor secara lebih luas, baca Statistik Industri Kosmetik Indonesia.

Table of Contents

Ringkasan data utama

IndikatorAngkaPeriode dan batas penggunaanReferensi
Produk kosmetik teregistrasi yang masih berlaku373.740Pembacaan Cek Produk BPOM, 25 Oktober 2026; angka dinamis[1]
NIE kosmetik masih berlaku dalam laporan Perkosmi373.057Posisi 2 Oktober 2026; data BPOM dikutip Bisnis.com[2]
Produk kosmetik memiliki izin edar/notifikasi283.391Akhir Oktober 2024; rilis BPOM[3]
Porsi produk lokal pada basis tersebut68,80%Oktober 2024; bukan pangsa penjualan[3]
Notifikasi kosmetik tahunan118.197Tahun 2025; seri BPOM yang dipublikasikan GoodStats[4]
Notifikasi kosmetik tahun berjalan80.587Disebut “per bulan September” dalam artikel 7 September 2026; bukan Januari–September lengkap[4]
Jumlah industri kosmetikLebih dari 1.656 perusahaanHingga Juli 2026; BPOM[5]
Porsi UMKM dalam profil industri tersebut87,7%Konteks data industri dalam rilis BPOM Oktober 2026[5]

Cara mengutip: selalu sertakan nama indikator, tanggal posisi data, dan sumbernya. Contoh: “Cek Produk BPOM menampilkan 373.740 produk kosmetik teregistrasi yang masih berlaku pada pengecekan 25 Oktober 2026.” Hindari mengubah kalimat tersebut menjadi “373.740 brand kosmetik beroperasi di Indonesia”.

Apa perbedaan produk terdaftar, notifikasi tahunan, dan jumlah brand?

Ketiganya mengukur hal yang berbeda dan tidak dapat saling menggantikan.

Jenis dataApa yang diukurKesimpulan yang tidak dapat langsung diambil
Registrasi yang masih berlakuPosisi produk/registrasi dalam database pada tanggal tertentuSemua produknya aktif dijual atau memperoleh penjualan
Notifikasi selama satu tahunAktivitas notifikasi dalam periode pelaporanSeluruhnya merupakan produk baru atau brand baru
Jumlah industriBanyaknya perusahaan industri dalam cakupan sumberBanyaknya seluruh pemilik merek
Jumlah pemohon notifikasiPelaku usaha yang menjadi pemohon dalam basis data tertentuJumlah fasilitas manufaktur
PenjualanNilai atau volume transaksi pada kanal dan periode tertentuDapat dihitung hanya dari banyaknya izin

Materi resmi Direktorat Registrasi OTSKK pada Mei 2025 menjelaskan bahwa keputusan persetujuan notifikasi kosmetik diukur berdasarkan daftar baru dan daftar ulang. Dengan demikian, anggapan bahwa seluruh notifikasi tahunan adalah produk baru tidak tepat. Namun, komposisi daftar baru dan daftar ulang untuk seri GoodStats di bawah tidak dirinci dalam publikasi yang digunakan. [6]

Dalam bahasa statistik, jumlah registrasi berlaku adalah posisi pada suatu waktu, sedangkan notifikasi tahunan adalah aktivitas selama periode tertentu. Menjumlahkan seluruh notifikasi beberapa tahun tidak otomatis menghasilkan jumlah registrasi yang masih berlaku saat ini.

Pemahaman tentang proses produknya dapat dilengkapi melalui panduan BPOM kosmetik dari Cedefindo.

Bagaimana perkembangan jumlah produk kosmetik terdaftar?

Data publik menunjukkan basis registrasi yang besar, tetapi setiap publikasi perlu dipertahankan sesuai tanggal dan definisinya.

Tanggal/periodeAngka yang dipublikasikanKeterangan
Akhir Oktober 2024283.391Produk memiliki izin edar/notifikasi, menurut BPOM [3]
Hingga Oktober 2025Lebih dari 343.000Produk terdaftar yang disebut dalam publikasi Kemenperin [7]
2 Oktober 2026373.057NIE masih berlaku, menurut data BPOM yang dikutip Perkosmi/Bisnis.com [2]
25 Oktober 2026373.740Produk teregistrasi masih berlaku pada laman Cek Produk BPOM [1]

Tabel ini adalah rangkaian posisi data yang dipublikasikan, bukan seri tahunan yang seluruh definisinya sudah diselaraskan. Karena itu, artikel ini tidak menghitung pertumbuhan tahunan langsung dari keempat baris tersebut.

Publikasi Kemenperin juga menyebut tambahan 50.275 produk hingga Oktober 2025. Namun, titik awal perhitungan tambahan tersebut tidak dijelaskan secara memadai untuk direkonsiliasi dengan angka Oktober 2024. Penjumlahan 283.391 dan 50.275 menghasilkan 333.666, bukan lebih dari 343.000. Kedua angka tidak dipaksakan menjadi satu seri pertumbuhan. [3][7]

Untuk riset bisnis, simpan tanggal akses setiap kali mengambil angka dari dashboard. Database yang terus diperbarui dapat menampilkan nilai berbeda pada kunjungan berikutnya.

Berapa jumlah notifikasi kosmetik per tahun?

Seri berikut berasal dari publikasi GoodStats yang merujuk data BPOM. Portal Satu Data BPOM memang menyediakan katalog “Jumlah Notifikasi Kosmetik Per-Tahun”, tetapi seluruh isi tabel mutakhirnya belum berhasil diperiksa langsung dalam riset ini. Karena itu, sumber angka berikut dinyatakan sebagai sumber sekunder, bukan hasil ekstraksi langsung dataset BPOM. [4][8]

TahunJumlah notifikasiPerubahan dari tahun sebelumnya
202159.464—
202265.333+9,87%
202383.953+28,50%
2024115.698+37,81%
2025118.197+2,16%
2026, posisi September dalam sumber80.587Tidak dihitung: periode belum setahun penuh

Persentase merupakan perhitungan editorial: (angka tahun berjalan ÷ angka tahun sebelumnya − 1) × 100%, dibulatkan dua desimal.

Berdasarkan seri ini, notifikasi 2025 lebih tinggi sekitar 98,77% dibandingkan 2021. Kenaikan 2025 lebih lambat daripada 2024, tetapi hal itu tidak membuktikan perlambatan omzet industri. Kedua indikator mengukur aktivitas yang berbeda. [4]

Ada batasan penting pada angka 2026: artikel sumber terbit 7 September 2026. Istilah “per bulan September” tidak boleh diubah menjadi “hingga 30 September” atau “sembilan bulan penuh”. Artikel ini tidak mengalikannya menjadi proyeksi tahunan.

Berapa banyak produk lokal dibandingkan impor?

Data BPOM untuk akhir Oktober 2024 menyebut 68,80% dari produk yang memiliki izin edar/notifikasi merupakan produk lokal. Angka tersebut tidak diperbarui secara otomatis menjadi pangsa lokal 2026. [3]

Ada tiga batasan saat menggunakannya:

  1. Porsi jumlah produk berbeda dari porsi nilai penjualan.
  2. Kategori “lokal” dalam pencatatan sumber tidak boleh langsung diterjemahkan menjadi kesimpulan tentang kepemilikan akhir seluruh merek.
  3. Jumlah produk yang banyak belum membuktikan tingkat pembelian ulang atau keuntungan produsennya.

Untuk menentukan peluang produk lokal, analisis registrasi sebaiknya dilengkapi riset konsumen, harga, dan transaksi. Pembahasan tersebut tersedia dalam Statistik Penjualan Kosmetik di E-Commerce Indonesia.

Kategori kosmetik apa yang paling banyak terdaftar?

Data kategori yang dapat diverifikasi dalam publikasi Satu Data BPOM berikut adalah data 2020, bukan peta kategori 2026. Dataset mencakup 153 entri kategori dan menampilkan sepuluh kategori berikut pada halaman pertamanya. [9]

Referensi historis kategori kosmetik — tahun 2020

Kategori dalam datasetJumlah produk
Pembersih kulit muka19.161
Lip color17.955
Skin lightener11.434
Penyegar kulit muka10.881
Perawatan kulit badan dan/atau tangan10.298
Moisturizer9.660
Eau de parfum8.886
Sediaan tabir surya8.081
Masker8.043
Night cream7.964

Sumber: Satu Data BPOM. Metadata menyatakan tahun tersedia 2020 dan pembaruan terakhir 22 Oktober 2021. Metadata juga menggunakan label satuan/pengukuran “obat”, meskipun judul dan baris datanya kosmetik; keterbatasan dokumentasi ini perlu diperhatikan.

Tabel tersebut berguna untuk memahami keragaman kategori historis. Ia tidak dapat digunakan untuk menyatakan kategori paling diminati, paling cepat tumbuh, atau paling menguntungkan pada 2026.

Dalam riset ini, distribusi kategori 2026 yang lengkap dan sebanding belum berhasil diverifikasi. Hal ini merupakan keterbatasan akses dan verifikasi artikel, bukan pernyataan bahwa BPOM tidak memiliki datanya.

Untuk memetakan kategori sekarang, diperlukan penetapan tanggal pengambilan, definisi kategori, status registrasi, perlakuan terhadap varian, serta penghapusan duplikasi yang konsisten. Mengumpulkan hasil pencarian beberapa kata kunci saja tidak cukup untuk membentuk sensus kategori.

Apa implikasinya untuk pemilihan kategori brand?

Jumlah produk terdaftar dapat menjadi petunjuk luasnya penawaran. Untuk menilai apakah suatu kategori layak dimasuki, tambahkan pertanyaan berikut:

Pertanyaan bisnisBukti tambahan yang diperlukan
Apakah konsumen membutuhkan produk ini?Wawancara, umpan balik pengguna, dan pola kebutuhan
Apakah harga dapat diterima?Harga transaksi produk pembanding dengan ukuran setara
Apa pembeda yang relevan?Evaluasi sensori, penggunaan, kemasan, dan manfaat yang dapat dibuktikan
Apakah produk layak secara biaya?Perhitungan biaya produk, distribusi, pemasaran, dan kontribusi pesanan
Apakah portofolio siap diperluas?Pembelian ulang, stok, keluhan, dan kapasitas operasional

Analisis perawatan wajah dapat dilanjutkan melalui peta pasar skincare dan peluang brand baru. Keputusan menambah SKU juga dapat dipertajam dengan panduan kapan brand harus menambah produk baru.

Apakah pemilik brand harus mempunyai pabrik sendiri?

Tidak. BPOM mengenal pemohon notifikasi yang menggunakan kontrak produksi. Persyaratan badan usaha, dokumen, dan fasilitas tetap perlu dipenuhi. [10]

Materi resmi BPOM bertanggal 22 Mei 2025 memberikan profil berikut dari basis 4.501 pelaku usaha. [6]

Profil pemohon notifikasiPorsi dalam materi BPOM
Badan usaha pemberi kontrak43%
Importir kosmetik32%
Industri kosmetik25%

Data ini menunjukkan peran kontrak produksi dalam ekosistem kosmetik, tetapi bukan komposisi penjualan atau keuntungan model bisnis maklon.

Persentase tersebut juga tidak boleh langsung dibandingkan dengan rilis BPOM 2024 yang menyebut 1.904 pemberi kontrak atau lebih dari 49% pemilik izin edar. Waktu dan basis profilnya berbeda. [3][6]

Bagi pemilik brand, pertanyaan operasionalnya adalah siapa yang menjadi pemohon, siapa yang memelihara dokumen produk, bagaimana perubahan disetujui, dan bagaimana penanganan keluhan dilakukan. Pembagian tugas harus jelas meskipun produksi diserahkan kepada mitra.

Apa aturan CPKB 2026 yang relevan untuk memilih maklon?

Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 membedakan Sertifikat CPKB dari Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB. Pasal 2 ayat (4) menyatakan industri yang memiliki Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB tidak dapat menerima kontrak produksi. [11]

Hal yang perlu diperiksaDasar dalam PerBPOM 8/2026
Jenis sertifikat fasilitasPasal 2: Sertifikat CPKB atau Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB
Kelayakan menerima kontrak produksiPasal 2 ayat (4): pemegang Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB tidak dapat menerima kontrak produksi
Jalur penerbitanPasal 3: OSS terintegrasi dengan layanan sertifikasi BPOM
Masa berlaku sertifikatPasal 16: lima tahun sejak diterbitkan

Saat mengevaluasi mitra, cocokkan nama badan usaha, alamat fasilitas, bentuk sediaan, serta masa berlaku dengan proyek yang direncanakan. Keberadaan satu sertifikat tidak berarti seluruh produk dapat dibuat pada semua fasilitas perusahaan.

Panduan cara memilih pabrik maklon skincare terpercaya membahas pemeriksaan fasilitas, sistem mutu, kemampuan pengembangan, dan kontrak secara lebih rinci.

Bagaimana posisi Cedefindo dalam daftar resmi CPKB?

Daftar Industri Pemilik Sertifikat CPKB di situs BPOM mencantumkan PT Cedefindo, golongan A, beralamat di Jl. Raya Narogong KM 4, Jawa Barat. Lima entri berikut tampil saat riset dilakukan. [12]

Bentuk sediaanNomor sertifikat yang tercantumTanggal berlaku sampai
Setengah padatPW-S.03.01.1.44.441.10.24-037828 Oktober 2029
CairanPW-S.03.01.1.44.441.10.24-037928 Oktober 2029
SerbukPW-S.03.01.1.44.441.10.24-038028 Oktober 2029
PadatPW-S.03.01.1.44.441.10.24-038128 Oktober 2029
AerosolPW-S.03.01.1.44.441.10.24-038228 Oktober 2029

Informasi ini memberikan dasar verifikasi publik tentang cakupan sediaan yang tercatat. Untuk proyek tertentu, tetap konfirmasikan sertifikat, fasilitas, dan kesesuaian produk dengan tim Cedefindo. Pencantuman dalam direktori regulator bukan rekomendasi komersial atau jaminan persetujuan setiap produk.

Pada halaman layanan Cedefindo, perusahaan menjelaskan pilihan full services, semi services, serta filling dan packing. Alur layanannya mencakup pengembangan formula, pengujian stabilitas dan kompatibilitas, pengurusan BPOM dan halal, produksi massal, serta pengiriman. Ruang lingkup proyek ditetapkan sesuai kebutuhan dan kesepakatan. [13]

Apa yang ditunjukkan pengawasan kosmetik 2026?

Data pengawasan menunjukkan jenis persoalan kepatuhan yang ditemukan regulator. Data ini tidak mengukur persentase pelanggaran seluruh pasar.

Intensifikasi pengawasan Mei 2026

IndikatorTemuan yang dilaporkan BPOM
Periode operasi11–22 Mei 2026
Sarana yang diawasi190
Sarana tidak memenuhi ketentuan128
Item kosmetik ditemukan2.205
Jumlah fisik temuanLebih dari 2,1 juta pieces
Estimasi nilai keekonomian temuan offlineRp35,8 miliar
Tautan online melanggar ketentuan9.042
Estimasi nilai keekonomian temuan onlineRp260,7 miliar

Sumber: BPOM, publikasi 13 Juli 2026. Angka item, pieces, tautan, dan nilai keekonomian merupakan ukuran berbeda. Nilai online tidak otomatis sama dengan transaksi yang benar-benar terjadi. [14]

Sarana yang diperiksa bukan sampel acak seluruh industri. Karena itu, rasio sarana bermasalah dalam operasi tersebut tidak digunakan sebagai estimasi tingkat pelanggaran nasional.

Pengawasan rutin triwulan I dan II 2026

PeriodeTotal temuan dalam rilisKontrak produksiLokal lainnya*ImporTanpa izin edar
Triwulan I 2026114223
Triwulan II 20261411—12

Sumber: dua siaran pers BPOM [15][16]. Pada triwulan I, BPOM menyebut “2 merek kosmetik lokal” secara terpisah dari kontrak produksi. Artikel ini tidak mengubahnya menjadi “produksi industri sendiri”, karena rincian itu tidak dinyatakan dalam sumber. Tanda — berarti tidak disebut dalam pembagian rilis, bukan hasil sensus nol produk.

Temuan ini tidak dapat digunakan untuk menghitung tingkat risiko maklon dibandingkan produksi sendiri: jumlah produk yang diperiksa dalam setiap kelompok tidak tersedia. Penentuan penyebab dan tanggung jawab pelanggaran juga memerlukan penelusuran kasus.

Implikasi praktis bagi brand adalah menjaga keterlacakan bahan dan batch, persetujuan formula, pemeriksaan produk jadi, serta dokumentasi distribusi. Menggunakan jasa manufaktur tidak menghapus kebutuhan komunikasi dan pengendalian perubahan.

Berapa lama proses notifikasi, dan bagaimana menyiapkan jadwal peluncuran?

FAQ Direktorat Registrasi OTSKK menyebut masa berlaku notifikasi kosmetik tiga tahun, dengan waktu verifikasi 14 hari kerja untuk kosmetik dan tiga hari kerja untuk parfum. Ini bukan janji bahwa seluruh proyek pengembangan selesai dalam durasi tersebut. [17]

Jadwal peluncuran perlu mencakup tahapan yang berada di luar verifikasi: penyusunan konsep, pengembangan sampel, evaluasi formula, pengujian, kelengkapan dokumen, peninjauan label, pengadaan bahan dan kemasan, serta produksi.

Untuk perencanaan, bedakan tiga kalender:

  • Kalender pengembangan: kapan konsep, sampel, formula, dan kemasan disetujui.
  • Kalender regulasi: kapan dokumen lengkap, pengajuan dilakukan, dan tindak lanjut diselesaikan.
  • Kalender komersial: kapan stok siap dan materi penjualan dapat digunakan.

Ketiganya perlu dikoordinasikan. Jangan menetapkan tanggal penjualan hanya dengan menghitung standar waktu verifikasi dari tanggal konsultasi pertama.

Apa yang perlu disiapkan pemilik brand sebelum bekerja sama dengan Cedefindo?

Siapkan brief produk sekaligus pembagian tanggung jawab dokumen. Keduanya membantu menghubungkan kebutuhan konsumen dengan pekerjaan teknis.

TahapKeputusan yang perlu jelasDokumen kerja yang disarankan
KonsepKonsumen, fungsi, bentuk sediaan, target hargaProduct brief
PengembanganFormula, sensori, bahan, spesifikasiCatatan evaluasi dan persetujuan sampel
KemasanMaterial, ukuran, dispenser, desainSpesifikasi dan versi artwork yang disetujui
RegulasiPemohon, kebutuhan data, pembagian tugasDaftar dokumen dan penanggung jawab
ProduksiSpesifikasi, jadwal, pemeriksaan, pelepasan batchKesepakatan teknis dan dokumen mutu
PascapeluncuranKeluhan, perubahan, stok, pembaruan notifikasiCatatan distribusi dan kalender tindak lanjut

Tabel merupakan kerangka kerja editorial, bukan daftar persyaratan hukum yang lengkap atau penawaran standar Cedefindo.

Panduan cara membuat product brief kosmetik membantu menyiapkan informasi awal. Jika konsep akan menggunakan positioning halal, bahas kebutuhan bahan dan dokumen sejak pengembangan serta baca Data Industri Kosmetik Halal Indonesia.

Sebagai contoh hipotetis, brand yang mengembangkan pelembap dapat menetapkan konsumen sasaran dan hasil akhir yang diinginkan, lalu mengevaluasi sampel bersama kemasannya. Jika formula kemudian berubah, dampaknya pada dokumen, pengujian, label, dan pengajuan perlu diperiksa sebelum perubahan dijalankan.

Dengan brief yang jelas, diskusi pengembangan produk bersama tim Cedefindo dapat berfokus pada kebutuhan nyata proyek, termasuk formula, kemasan, pengujian, dokumentasi, dan rencana produksi.

Bagaimana cara memeriksa produk kosmetik di BPOM?

Gunakan Cek Produk BPOM, lalu cari berdasarkan nomor registrasi, nama produk, merek, atau nama pendaftar. Layanan tersebut juga menyediakan bagian produk yang ditarik dari peredaran. [1]

Setelah memperoleh hasil, cocokkan informasi pada database dengan produk yang diperiksa. Jangan hanya melihat apakah rangkaian nomor pada kemasan menghasilkan suatu hasil pencarian: identitas produknya juga harus sesuai.

Untuk pengelolaan brand, simpan hasil pemeriksaan bertanggal dalam catatan internal. Pemeriksaan status perlu diperbarui ketika terdapat perubahan penting atau sebelum pengambilan keputusan yang bergantung pada status tersebut.

FAQ: Data produk kosmetik terdaftar di BPOM

1. Berapa jumlah produk kosmetik terdaftar di BPOM pada 2026?

Pada pengecekan 25 Oktober 2026, Cek Produk BPOM menampilkan 373.740 produk kosmetik teregistrasi yang masih berlaku. Angka berubah mengikuti pembaruan database dan bukan hasil setahun penuh. [1]

2. Apakah jumlah tersebut sama dengan jumlah brand kosmetik?

Tidak. Satu brand dapat memiliki beberapa produk. Jumlah registrasi juga berbeda dari jumlah perusahaan pemohon dan jumlah fasilitas produksi.

3. Apakah produk terdaftar pasti sudah dijual?

Status registrasi tidak menunjukkan transaksi penjualan. Untuk mengetahui performa komersial, diperlukan data penjualan dan distribusi yang sesuai periode serta kanalnya.

4. Apakah semua notifikasi tahunan merupakan produk baru?

Tidak tepat mengasumsikannya demikian. Materi BPOM menyebut penghitungan persetujuan berdasarkan daftar baru dan daftar ulang. Rincian seri yang digunakan tetap perlu diperiksa. [6]

5. Apakah angka September 2026 dapat dibandingkan langsung dengan total 2025?

Tidak untuk menyimpulkan pertumbuhan tahunan. Tahun 2026 belum selesai, dan sumber September tidak menetapkan cut-off akhir bulan. Pembanding yang tepat memerlukan periode setara.

6. Berapa persen produk terdaftar merupakan produk lokal?

BPOM menyebut 68,80% pada basis Oktober 2024. Artikel ini tidak menganggap persentase tersebut sebagai angka 2026 atau pangsa penjualan produk lokal. [3]

7. Apakah tersedia peringkat kategori BPOM 2026 dalam artikel ini?

Belum. Tabel kategori yang dapat diverifikasi menggunakan data 2020. Peringkat kategori terbaru tidak dibuat dari asumsi atau angka penjualan marketplace.

8. Apakah brand dapat menggunakan kontrak produksi?

Bisa, dengan memenuhi persyaratan pemohon dan kerja sama produksi yang berlaku. Identitas pemohon, dokumen, serta pembagian tanggung jawab perlu ditentukan secara jelas. [10]

9. Apakah Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB cukup untuk menerima maklon?

Pasal 2 ayat (4) PerBPOM 8/2026 menyatakan pemegang Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB tidak dapat menerima kontrak produksi. Periksa jenis sertifikat dan ruang lingkup fasilitas mitra. [11]

10. Apakah Cedefindo tercantum dalam direktori CPKB BPOM?

Ya. Direktori yang diperiksa mencantumkan PT Cedefindo untuk setengah padat, cairan, serbuk, padat, dan aerosol. Rincian nomor serta tanggal pada sumber disajikan dalam tabel artikel ini. [12]

11. Apakah waktu verifikasi sama dengan waktu siap jual?

Tidak. Verifikasi merupakan salah satu bagian proses. Jadwal siap jual juga dipengaruhi pengembangan, pengujian, kesiapan dokumen, bahan, kemasan, dan produksi.

12. Apakah nomor notifikasi dan sertifikat CPKB mempunyai masa berlaku sama?

Tidak. FAQ BPOM menyebut notifikasi kosmetik berlaku tiga tahun, sedangkan PerBPOM 8/2026 menetapkan sertifikat CPKB atau pemenuhan aspek CPKB berlaku lima tahun. [11][17]

13. Apakah banyaknya temuan pengawasan membuktikan mayoritas kosmetik berbahaya?

Tidak. Temuan berasal dari kegiatan pengawasan tertentu. Tanpa desain sampel dan denominator yang sesuai, hasilnya tidak dapat menjadi persentase seluruh pasar.

14. Apa yang sebaiknya dikirim saat menghubungi Cedefindo?

Ringkasan konsumen sasaran, kategori, manfaat produk, preferensi tekstur atau aroma, target harga, kemasan, perkiraan kebutuhan produksi, dan rencana peluncuran. Gunakan informasi ini sebagai awal pembahasan, kemudian konfirmasikan kebutuhan teknis dan dokumen bersama tim terkait.

Metodologi dan batasan artikel

Artikel ini menggunakan sumber regulator, publikasi pemerintah, direktori resmi, dan sumber sekunder yang disebutkan secara terbuka. Cedefindo tidak melakukan sensus produk untuk artikel ini.

  • Angka dashboard: merupakan pembacaan pada tanggal akses; tidak diperlakukan sebagai arsip akhir tahun.
  • Seri tahunan: menggunakan angka GoodStats yang mengutip BPOM. Dataset primernya teridentifikasi, tetapi seluruh angka mutakhir belum dapat diperiksa langsung.
  • Kategori historis: menggunakan tabel publik BPOM beserta metadata 2020; bukan pembaruan kategori 2026.
  • Sumber dinamis: informasi sertifikat dan produk dapat berubah. Verifikasi proyek perlu memakai dokumen serta status terbaru.
  • Pengawasan: item, jumlah fisik, tautan, dan nilai keekonomian tidak dijumlahkan menjadi satu indikator.
  • Analisis bisnis: merupakan interpretasi editorial. Banyaknya registrasi tidak membuktikan permintaan, keuntungan, atau keberhasilan peluncuran.
  • Informasi yang belum terverifikasi: rincian seluruh status registrasi 2026, komposisi lokal/impor 2026, dan kategori lengkap 2026 tidak diisi dengan estimasi buatan.

Referensi

  1. BPOM. Cek Produk BPOM. Angka produk teregistrasi masih berlaku; diperiksa 25 Oktober 2026.
  2. Bisnis.com, 11 Oktober 2026. Perkosmi Catat 205.334 Produk Kosmetik Bersertifikat Halal, Setara 55% dari Izin Edar Aktif. Dipakai hanya untuk posisi NIE aktif per 2 Oktober 2026; bukan perhitungan tingkat kepatuhan halal.
  3. BPOM. Rilis pengawasan kosmetik periode November 2023–Oktober 2024. Data registrasi, porsi lokal, dan pemberi kontrak Oktober 2024.
  4. GoodStats, 7 September 2026. Tren Notifikasi Kosmetik Indonesia, Terus Naik 5 Tahun Terakhir. Sumber sekunder untuk seri 2021–2026; isi terindeks dapat diperiksa, akses langsung halaman tidak konsisten.
  5. BPOM, rilis 2 Oktober, publikasi 5 Oktober 2026. Prakarsai The Initiation of Global Cosmetic Regulatory Network. Data industri hingga Juli 2026 dan porsi UMKM.
  6. BPOM, Direktorat Registrasi OTSKK, 22 Mei 2025. Upaya Pelayanan Publik di Direktorat Registrasi OTSKK. Halaman PDF ke-5: profil pemohon dan penghitungan persetujuan daftar baru/daftar ulang.
  7. Kemenperin, Ditjen IKMA. Cosmetic Day Kemenperin Antarkan Industri Kosmetik Nasional Jadi Pemain Utama Pasar Global. Angka produk hingga Oktober 2025; isi publikasi terindeks, akses langsung tidak konsisten.
  8. Satu Data BPOM. Jumlah Notifikasi Kosmetik Per-Tahun. Katalog dataset primer; tidak dinyatakan sebagai hasil ekstraksi langsung tabel dalam artikel ini.
  9. Satu Data BPOM. Jumlah Produk Kosmetik Berdasarkan Kategori Produk. Tabel historis dan metadata 2020 terverifikasi melalui versi publik terindeks; halaman menggunakan JavaScript.
  10. BPOM, Direktorat Pengawasan Kosmetik. Layanan dan FAQ. Pemohon notifikasi dan rekomendasi untuk pelaku usaha kontrak produksi.
  11. BPOM. Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Khususnya Pasal 2, 3, dan 16.
  12. BPOM, Direktorat Standardisasi OTSKK. Daftar Industri Pemilik Sertifikat CPKB. Entri PT Cedefindo diperiksa 25 Oktober 2026.
  13. PT Cedefindo. Services. Cakupan layanan yang dinyatakan perusahaan.
  14. BPOM, 13 Juli 2026. BPOM Temukan Lebih dari 2,1 Juta Kosmetik Tidak Memenuhi Ketentuan. Hasil intensifikasi Mei 2026 dan pengawasan online.
  15. BPOM, publikasi 8 Mei 2026; siaran pers 29 April 2026. BPOM Tindak 11 Kosmetik pada Triwulan Pertama 2026.
  16. BPOM, 13 Juli 2026. BPOM Temukan Kembali 14 Kosmetik pada Triwulan II Tahun 2026.
  17. BPOM, Direktorat Registrasi OTSKK. Layanan dan FAQ notifikasi kosmetik. Masa berlaku serta waktu verifikasi.