Statistik Pengguna Skincare Pria Indonesia 2026: Produk, Rutinitas, dan Peluang Brand

← All News

Angka 85% terlihat seperti pasar yang sudah matang. Namun, siapa sebenarnya yang dihitung?

Dalam survei Jakpat September 2025, pembersih wajah digunakan oleh 85% responden pria yang merupakan pengguna skincare. Angka ini bukan persentase seluruh pria Indonesia. Perbedaan tersebut penting bagi pemilik brand yang sedang menghitung ukuran pasar, merancang produk, atau menyusun target penjualan. [2][3]

Peta pasar juga berubah ketika dilihat dari kanal penjualan. Data Compas untuk kuartal II 2026 menempatkan Kahf di posisi teratas kategori pembersih wajah pria Shopee. Namun, peringkat brand pada suatu marketplace tidak menggambarkan seluruh produk skincare yang digunakan konsumen pria. [5]

Artikel ini menggabungkan survei konsumen, pemeringkatan marketplace, dan konteks industri untuk membantu pemilik brand menyusun keputusan produk yang lebih terukur bersama Cedefindo.

Ringkasan untuk pemilik brand

  • Survei penggunaan terbaru yang menjadi dasar artikel ini dilakukan pada September 2025; angka tersebut tidak dilabeli sebagai hasil survei 2026.
  • Pembersih wajah mendominasi penggunaan pria, sedangkan pelembap menunjukkan selisih penggunaan terbesar terhadap perempuan dalam enam kategori survei yang dibandingkan.
  • Data penjualan 2026 dalam artikel ini mencakup kategori pembersih wajah pria pada marketplace tertentu, bukan nilai seluruh pasar skincare pria Indonesia.
  • Penggunaan rendah perlu diteliti penyebabnya sebelum diterjemahkan menjadi peluang peluncuran.
  • Keputusan produk perlu menghubungkan kebutuhan konsumen, pengalaman pemakaian, harga, kanal distribusi, dan kemampuan produksi.

Data apa yang tersedia hingga 2026?

Tersedia data penggunaan berdasarkan survei 2025, pembanding historis, serta data persaingan marketplace pada 2026. Ketiganya menjawab pertanyaan berbeda. Tahun publikasi laporan juga tidak selalu sama dengan periode pengumpulan data.

SumberPeriode data/publikasiCakupanKegunaan
Jakpat; rincian melalui GoodStats dan DataboksSurvei 1–5 September 2025; ringkasan terbit Desember 2025–Januari 20261.081 pengguna skincare usia 17+; 375 responden pria menurut GoodStatsProduk yang digunakan dan perbedaan gender
MEN/O/LOGY Index 2024, ZAP–MarkPlusSurvei Oktober–Desember 20231.500 responden pria usia 15–55 tahunKonteks historis perilaku perawatan diri
Compas, ShopeeApril–Juni 2026Kategori pembersih wajah pria yang dipantauPangsa nilai penjualan brand dalam cakupan tersebut
Compas, ShopTokopediaApril–Juni 2026Pemeringkatan brand lokal pembersih wajah priaPeta kompetitor lokal pada kanal tersebut
Worldpanel by NumeratorPublikasi 28 Oktober 2026Ulasan pasar beauty dan personal care IndonesiaKonteks perkembangan keterlibatan konsumen pria
NIQPublikasi 30 Oktober 2026Pasar internasional; bukan survei khusus IndonesiaPembanding strategi produk dengan atau tanpa positioning khusus pria

Sumber: [1]–[8]. Artikel tidak mengklaim bahwa semua data nasional tahun 2026 telah tersedia atau bahwa sumber yang ditemukan mencakup seluruh riset pasar.

Produk skincare apa yang paling banyak digunakan pria?

Pembersih wajah berada di urutan pertama, diikuti sunscreen dan produk perawatan. Rincian berikut berasal dari survei Jakpat September 2025 sebagaimana dipublikasikan GoodStats dan Databoks. Persentase menunjukkan penggunaan per kategori; satu orang dapat memakai beberapa kategori.

KategoriPriaPerempuanSelisih perempuan–pria
Pembersih85%94%9 poin persentase
Sunscreen46%82%36 poin persentase
Produk perawatan43%70%27 poin persentase
Pelembap37%84%47 poin persentase
Masker18%33%15 poin persentase
Perawatan mata7%14%7 poin persentase

Sumber: Jakpat melalui GoodStats [2] dan Databoks [3]. Selisih dihitung dari persentase yang dipublikasikan. GoodStats menjelaskan kategori perawatan dengan contoh serum atau perawatan jerawat; 43% tidak boleh disebut khusus pengguna serum.

Pelembap memiliki selisih terbesar dalam tabel, yaitu 47 poin persentase. Ini merupakan perbedaan penggunaan dalam sampel, bukan ukuran otomatis permintaan yang belum terpenuhi.

Bagi brand, pertanyaan berikutnya adalah mengapa konsumen belum menggunakan suatu kategori. Apakah manfaatnya belum dipahami, produk terasa tidak nyaman, harganya tidak sesuai, atau konsumen merasa rutinitasnya sudah cukup? Setiap penyebab membutuhkan respons produk dan komunikasi yang berbeda.

Apakah penggunaan skincare pria terus meningkat?

Sumber yang tersedia memberi konteks perubahan pasar, tetapi dua survei berbeda belum cukup untuk menghitung pertumbuhan pengguna nasional. MEN/O/LOGY Index 2024 menyediakan gambaran historis berikut.

ProdukPersentase responden
Pembersih wajah79,3%
Sunscreen41,3%
Pelembap32,0%
Serum26,4%
Masker25,7%
Toner23,9%
Krim mata7,4%

Sumber: ZAP–MarkPlus, MEN/O/LOGY Index 2024 [4], bagian skincare; pengumpulan data Oktober–Desember 2023. Survei mencakup 1.500 pria usia 15–55 tahun.

Populasi sasaran, usia responden, rekrutmen, dan definisi kategori tidak identik dengan Jakpat. Karena itu, selisih antarangka tidak digunakan sebagai laju pertumbuhan tahunan. Terutama, kategori serum pada MEN/O/LOGY tidak setara dengan kategori perawatan yang lebih luas pada Jakpat.

Untuk perkembangan 2026, Worldpanel by Numerator menyebut keterlibatan pria dalam beauty dan personal care semakin meluas, termasuk facial cleanser dan facial moisturizer. Ulasan publik tersebut memberi sinyal arah pasar, tetapi tidak menyediakan persentase penetrasi skincare seluruh pria Indonesia yang dapat menggantikan survei pengguna. [7]

Siapa memimpin pembersih wajah pria di Shopee pada 2026?

Kahf memimpin kategori yang dipantau Compas pada kuartal II 2026. Tabel berikut menggunakan pangsa berdasarkan nilai penjualan, bukan jumlah pengguna.

PeringkatBrandPangsa nilai penjualan
1Kahf37,76%
2Barber Daily11,59%
3Garnier11,44%
4Sombong10,17%
5Ms Glow3,60%
6Next Prime3,32%
7IBS Indah Beauty2,19%
8Nivea2,05%
9Biore1,89%
10Pond’s1,61%

Sumber: Compas [5], publikasi 25 September 2026. Metode online crawling, official dan non-official store, produk dengan rating di atas empat; kategori mengikuti pemetaan marketplace.

Penjumlahan angka tersebut menghasilkan pangsa tiga teratas sebesar 60,79% dan sepuluh teratas 85,62%. Perhitungan ini berlaku dalam cakupan data sumber. Sisa pangsa tidak berarti pasar kosong yang dapat langsung diambil brand baru.

Implikasi bisnisnya: sebelum memasuki kategori, petakan alasan konsumen berpindah brand dan biaya untuk memperoleh pembeli. Peringkat kompetitor saja tidak menjelaskan profitabilitas, tingkat pembelian ulang, atau ketergantungan pada diskon.

Bagaimana peta brand lokal di ShopTokopedia?

Kahf, Sombong, dan Barber Daily mengisi tiga posisi teratas pada pemeringkatan brand lokal Compas. Ruang lingkup ini perlu dipertahankan ketika angka dikutip.

PeringkatBrandPangsa yang dilaporkan
1Kahf28,50%
2Sombong21,32%
3Barber Daily20,91%
4Menyou3,69%
5Next Prime3,16%
6Bromen1,92%
7Ms Glow1,70%
8IBS Indah Beauty1,65%
9Fyne1,19%
10Clorismen0,90%

Sumber: Compas [6], publikasi 9 Oktober 2026. Penerbit menampilkan sepuluh brand lokal dari keseluruhan brand yang dipantau. Data mencakup official dan non-official store serta produk dengan rating di atas empat.

Penerbit mencatat gabungan tiga teratas sebesar 70,73%. Namun, tabel ini tidak boleh digabung atau dirata-ratakan dengan tabel Shopee untuk menghasilkan pangsa nasional. Platform dan penyajian cakupan brand berbeda.

Untuk merancang pemantauan kanal, lanjutkan ke pembahasan statistik penjualan kosmetik di e-commerce Indonesia. Analisis sebaiknya menggunakan periode, kategori, dan dasar pengukuran yang konsisten.

Apakah pasar skincare pria hanya berisi produk berlabel “for men”?

Tidak. Identitas pengguna dan positioning produk merupakan dua hal berbeda. Pria dapat menggunakan produk tanpa label gender. Sebaliknya, pembeli produk berlabel pria belum tentu pengguna akhirnya.

Sebagai konteks internasional, NIQ melaporkan pertumbuhan nilai skincare untuk semua gender sebesar 7% pada sepuluh pasar Eropa Barat, sementara segmen yang secara khusus ditujukan untuk pria relatif stagnan. Data ini bukan angka Indonesia dan tidak membuktikan seluruh pertumbuhan produk tanpa pembatasan gender berasal dari pembeli pria. [8]

Implikasi yang layak diuji di Indonesia adalah apakah konsumen sasaran lebih merespons identitas “khusus pria” atau manfaat produk yang jelas. Uji konsep dapat membandingkan kedua pendekatan dengan formula, harga, dan penawaran yang setara. Hasil pengujian lebih berguna daripada mengasumsikan semua pria menginginkan bahasa pemasaran atau desain kemasan yang sama.

Pembahasan peta persaingan skincare Indonesia dan peluang brand baru membantu memperluas analisis di luar kategori berlabel pria.

Di mana peluang produk yang perlu diuji oleh brand baru?

Peluang sebaiknya dirumuskan sebagai hipotesis yang dapat diuji, bukan kepastian dari angka penggunaan. Berikut kerangka analisis bisnis yang diturunkan dari data di atas; ini bukan proyeksi penjualan.

FokusHipotesis produkYang perlu divalidasiUkuran keputusan
Pembersih wajahProduk untuk kebutuhan atau pengalaman pemakaian yang belum dilayani baikAlasan berpindah dari produk sekarang, kenyamanan, serta harga yang diterimaPreferensi setelah mencoba, pembelian berbayar, pembelian ulang
SunscreenProduk yang mudah dimasukkan ke aktivitas sehari-hariHambatan penggunaan, kenyamanan tekstur, kemasan, dan pemahaman cara pakaiKonsistensi penggunaan dan alasan berhenti
PelembapManfaat dan pengalaman pemakaian yang relevan bagi segmen tertentuApakah konsumen memahami kebutuhan produk dan mau membayarKonversi setelah uji coba serta penggunaan berulang
Produk perawatanPenawaran untuk masalah kulit yang didefinisikan secara spesifikKebutuhan nyata, ekspektasi konsumen, bukti pendukung klaim, dan toleransi produkPenerimaan produk dan keluhan, sesuai desain pengujian
Paket rutinitasKombinasi produk yang mudah dipahami dan dipakaiApakah paket membantu kebiasaan atau hanya dibeli karena diskonPemakaian setiap item dan pembelian ulang tanpa promosi awal

Brand juga perlu membedakan pengguna pemula dan pengguna yang sudah memiliki rutinitas. Pada pemula, kejelasan fungsi serta petunjuk penggunaan dapat menjadi objek pengujian. Pada pengguna berpengalaman, alasan beralih produk harus lebih spesifik. Kedua pendekatan ini merupakan pilihan strategi, bukan karakter semua pria Indonesia.

Bagaimana menentukan harga dan kelayakan bisnis?

Tetapkan harga setelah menguji kesediaan membayar dan menghitung biaya penjualan secara menyeluruh. Harga terendah kompetitor bukan otomatis harga yang layak untuk produk baru.

Bandingkan harga transaksi bersih, isi kemasan, harga per mililiter atau gram, dan frekuensi diskon. Pisahkan produk satuan dari bundel agar benchmark tidak menyesatkan. Gunakan statistik harga serum, sunscreen, dan pelembap Indonesia sebagai konteks kategori, bukan sebagai bukti anggaran belanja khusus pria.

Perhitungan awal dapat memakai hubungan berikut: kontribusi per pesanan = penerimaan bersih − biaya produk − biaya kanal dan pemenuhan pesanan − biaya pemasaran variabel. Hindari menghitung diskon atau biaya platform dua kali apabila sudah dikurangkan dalam penerimaan bersih.

Setelah itu, buat skenario dasar, konservatif, dan optimistis berdasarkan asumsi internal yang dinyatakan jelas. Jangan mengalikan persentase pengguna cleanser dalam survei dengan jumlah seluruh pria Indonesia untuk memperkirakan volume pasar.

Bagaimana Cedefindo membantu menerjemahkan data menjadi produk?

Data pasar menjadi lebih berguna ketika diterjemahkan menjadi product brief yang dapat dikerjakan. Cedefindo mencantumkan pengembangan formula, pengujian stabilitas dan kompatibilitas, registrasi BPOM dan halal, produksi massal, serta pengiriman dalam alur layanannya. Pilihan layanan juga meliputi full services, semi services, dan filling serta packing. Detail proyek perlu disesuaikan dengan kebutuhan brand. Lihat layanan Cedefindo.

Untuk memulai diskusi pengembangan skincare pria, siapkan tujuh keputusan berikut:

  1. Segmen pengguna: usia sasaran, aktivitas, pengalaman menggunakan skincare, dan kebiasaan belanja.
  2. Kebutuhan utama: masalah yang ingin diselesaikan dan bukti bahwa konsumen menganggapnya penting.
  3. Produk pembanding: produk yang dipakai saat ini, kelebihan, dan alasan konsumen mungkin beralih.
  4. Pengalaman pemakaian: tekstur, aroma, tampilan akhir, dan kemudahan penggunaan yang akan diuji.
  5. Target komersial: harga jual, ukuran kemasan, kanal, serta batas biaya produk.
  6. Klaim dan dokumentasi: manfaat yang ingin dikomunikasikan, kebutuhan pengujian, dan persiapan dokumen.
  7. Rencana peluncuran: prioritas SKU, asumsi permintaan, tahapan validasi, dan kebutuhan pasokan.

Panduan cara membuat product brief kosmetik dapat membantu menyusun informasi tersebut. Untuk perencanaan dokumen, baca pula data produk kosmetik terdaftar di BPOM dan data industri kosmetik halal Indonesia. Status dan cakupan sertifikasi harus diperiksa untuk produk serta proses yang relevan; keberadaan layanan registrasi tidak berarti setiap produk otomatis telah bersertifikat.

Sedang merencanakan brand skincare pria? Bawa hipotesis konsumen, kategori produk, harga sasaran, dan kanal penjualan ke tim Cedefindo untuk mendiskusikan kebutuhan pengembangan dan produksi.

Metodologi dan batas penggunaan data

Artikel ini mengutamakan publikasi asli penyelenggara riset. Ringkasan publik Jakpat digunakan untuk konteks metodologi, sementara rincian persentase gender mengacu pada publikasi GoodStats dan Databoks yang menyebut Jakpat sebagai sumber. Laporan lengkap berbayar Jakpat tidak dijadikan seolah-olah telah ditelaah.

  • Survei bukan sensus: komposisi responden dan kriteria kelayakan memengaruhi hasil.
  • Penggunaan bukan penjualan: persentase orang yang memakai produk berbeda dari pangsa nilai transaksi.
  • Penjualan bukan laba: pangsa marketplace tidak menunjukkan margin atau efisiensi akuisisi.
  • Kategori bukan seluruh pasar: pembersih wajah pria tidak mewakili semua skincare yang digunakan pria.
  • Data parsial bukan tahun penuh: kuartal II 2026 tidak mewakili hasil Januari–Desember 2026.
  • Perbedaan bukan hubungan sebab-akibat: data yang digunakan tidak membuktikan penyebab suatu brand unggul.

Artikel tidak memasukkan angka ukuran pasar nasional atau GMV pelembap pria yang cakupan dan sumber aslinya belum dapat diverifikasi. Kelengkapan yang berguna berarti menjelaskan apa yang diketahui sekaligus batas kesimpulannya.

FAQ: Statistik skincare pria Indonesia

1. Berapa persen pria Indonesia menggunakan skincare pada 2026?

Artikel ini belum menemukan estimasi nasional yang dapat dipakai untuk menyatakan persentase seluruh pria Indonesia pengguna skincare pada 2026. Angka Jakpat yang disajikan mengukur kategori produk di antara responden pengguna skincare pada September 2025.

2. Apakah angka 85% berarti hampir semua pria Indonesia memakai facial wash?

Tidak. Denominatornya adalah responden pria pengguna skincare dalam survei terkait, bukan seluruh populasi pria. Menghilangkan konteks sampel akan mengubah makna statistik.

3. Mengapa judul memakai 2026 jika surveinya dari 2025?

Artikel merupakan pembaruan informasi hingga 2026 dan mencakup data penjualan kuartal II 2026. Periode survei penggunaan tetap ditulis 2025 agar pembaca dapat membedakan tahun pengumpulan data dari tahun pembaruan artikel.

4. Apakah produk skincare pria hanya produk khusus pria?

Tidak. Konsumen pria juga dapat memakai produk tanpa positioning gender. Karena itu, ukuran kategori “pria” di marketplace tidak identik dengan seluruh konsumsi skincare oleh pria.

5. Apakah pangsa Shopee menunjukkan pemimpin seluruh pasar Indonesia?

Tidak. Angka tersebut terbatas pada kategori, periode, dan produk yang dipantau sumber. Kanal lain dan produk di luar cakupan membutuhkan data tambahan.

6. Apakah moisturizer otomatis menjadi peluang terbaik?

Tidak. Selisih penggunaan merupakan titik awal riset. Brand masih perlu menguji alasan belum memakai, kesediaan membayar, kenyamanan, dan potensi pembelian ulang sebelum memutuskan investasi.

7. Apakah angka 43% menunjukkan penggunaan serum?

Angka itu merujuk pada kelompok produk perawatan yang lebih luas. Menyebutnya sebagai persentase pengguna serum saja dapat mempersempit kategori secara keliru.

8. Bolehkah survei MEN/O/LOGY dibandingkan langsung dengan Jakpat?

Keduanya dapat dibaca sebagai konteks yang berbeda. Selisih angkanya tidak digunakan sebagai pertumbuhan tahunan tanpa kesetaraan metode, responden, dan definisi kategori.

9. Apa data yang dibutuhkan sebelum menentukan harga?

Brand membutuhkan harga transaksi produk pembanding, ukuran kemasan, kesediaan membayar konsumen sasaran, biaya produksi, biaya kanal, serta biaya pemasaran. Data harga umum tidak otomatis menunjukkan anggaran skincare pria.

10. Haruskah brand meluncurkan banyak produk sekaligus?

Tidak ada jumlah SKU ideal yang dapat ditentukan dari sumber di artikel ini. Prioritas produk sebaiknya mengikuti kebutuhan konsumen yang telah diuji, kemampuan pendanaan, dan rencana pembelian ulang.

11. Apa yang harus dibawa ketika berdiskusi dengan Cedefindo?

Siapkan segmen pengguna, kebutuhan produk, pembanding, pengalaman pemakaian yang diinginkan, harga sasaran, kebutuhan kemasan, serta rencana kanal dan peluncuran. Informasi itu menjadi dasar pembahasan teknis dan komersial.

12. Bagaimana mengutip data artikel ini secara benar?

Sebutkan pemilik riset, periode, sampel atau cakupan, dan indikatornya. Contoh: “Menurut survei Jakpat September 2025 yang dirangkum GoodStats, 85% responden pria pengguna skincare menggunakan pembersih wajah.” Tambahkan tautan sumber agar konteks dapat diperiksa.

Referensi

Tautan eksternal di bawah diberi atribut rel="nofollow noopener". Referensi sekunder ditandai agar pembaca dapat membedakannya dari publikasi penyelenggara riset.

  1. Jakpat — Skincare Trends & Usage Behavior: Jakpat Beauty Trends Report 2025. Ringkasan penyelenggara riset; 24 Desember 2025.
  2. GoodStats — 5 Produk Skincare Paling Sering Dipakai Laki-Laki. Sumber sekunder untuk rincian Jakpat dan 375 responden pria; 7 Januari 2026.
  3. Databoks — Jenis Produk Skincare yang Dipakai Warga RI pada September 2025. Sumber sekunder untuk perbandingan gender dan kriteria responden Jakpat; 31 Desember 2025.
  4. ZAP–MarkPlus — MEN/O/LOGY Index 2024 (PDF). Laporan primer; pengumpulan data Oktober–Desember 2023, bagian metodologi dan skincare.
  5. Compas — Top 10 Brand Pembersih Wajah Pria di Shopee pada Q2 2026. Publikasi primer; 25 September 2026.
  6. Compas — Top 10 Brand Lokal Pembersih Wajah Pria di ShopTokopedia Q2 2026. Publikasi primer; 9 Oktober 2026.
  7. Worldpanel by Numerator — Indonesia Beauty & Personal Care Market Trends. Ulasan penyedia riset; 28 Oktober 2026.
  8. NIQ — Men’s Interest in Appearance Is Growing. Publikasi The Permission Gap: The Global State of Male Beauty; 30 Oktober 2026. Digunakan sebagai konteks internasional, bukan statistik Indonesia.

Analisis, selisih poin persentase, dan penjumlahan pangsa dalam artikel dibedakan dari angka asli sumber. Informasi layanan mengacu pada halaman layanan resmi Cedefindo.