Maklon Sunscreen SPF 30 dan SPF 50: Cara Membuat Sunscreen untuk Brand Skincare Sendiri
Kalau ada satu produk yang semakin sulit dipisahkan dari rutinitas skincare pagi, jawabannya adalah sunscreen. Konsumen sekarang tidak hanya mencari produk dengan angka SPF tertentu. Mereka juga semakin memperhatikan tekstur, white cast, rasa lengket, kemudahan layering, hingga kenyamanan sunscreen ketika digunakan bersama makeup.
Karena itu, maklon sunscreen menjadi kategori yang menarik bagi brand skincare. Produk dapat dikembangkan dengan SPF 30 maupun SPF 50, lalu dibedakan melalui konsep formula, target konsumen, tekstur, finish, hingga positioning.
Namun membuat sunscreen berbeda dengan sekadar membuat moisturizer biasa. Klaim SPF harus didukung pengujian yang relevan dan mengikuti ketentuan kosmetik yang berlaku.
Jadi, sebelum mengatakan:
“Saya ingin sunscreen SPF setinggi mungkin.”
Ada pertanyaan yang lebih penting: sunscreen seperti apa yang benar-benar ingin digunakan konsumen Anda setiap hari?
Apa Itu Maklon Sunscreen?
Maklon Skincare sunscreen adalah layanan pengembangan dan produksi produk kosmetik perlindungan terhadap paparan sinar matahari oleh perusahaan manufaktur untuk kemudian dipasarkan menggunakan brand milik klien.
Brand dapat datang membawa konsep seperti:
“Saya ingin membuat sunscreen SPF 50 dengan tekstur lightweight, nyaman untuk iklim tropis, tidak terasa terlalu greasy, dan cocok digunakan sebelum makeup.”
Tim Research and Development (R&D) kemudian dapat menerjemahkan konsep tersebut menjadi formula yang lebih terarah.
Maklon Sunscreen Tidak Sekadar Menentukan SPF
Angka SPF memang penting, tetapi pengalaman konsumen tidak berhenti pada angka tersebut.
Formulator juga perlu mempertimbangkan UV filter system, stabilitas, tekstur, sensorial, kompatibilitas packaging, hingga target klaim produk.
SPF Harus Didukung Pengujian
Brand tidak dapat sekadar menentukan angka SPF berdasarkan keinginan marketing. Klaim perlindungan matahari perlu mengikuti metode pengujian dan ketentuan yang relevan sebelum dicantumkan pada produk.
Maklon Sunscreen SPF 30
Sunscreen SPF 30 dapat menjadi salah satu pilihan untuk brand yang ingin mengembangkan produk perlindungan matahari untuk penggunaan sehari-hari.
Secara sederhana, SPF berkaitan dengan tingkat perlindungan terhadap radiasi UVB dalam kondisi pengujian tertentu.
Namun jangan melihat angka SPF sebagai satu-satunya indikator kualitas sunscreen.
Konsep Sunscreen SPF 30
Brand dapat mengeksplorasi sunscreen SPF 30 dengan positioning seperti:
Daily Sunscreen SPF 30
Lightweight Sunscreen SPF 30
Hydrating Sunscreen SPF 30
atau konsep lain berdasarkan target pasar.
Fokus pada Daily Experience
Sunscreen adalah produk yang idealnya digunakan dalam jumlah yang sesuai dan diaplikasikan kembali berdasarkan kebutuhan.
Karena itu, kenyamanan menjadi sangat penting.
Sunscreen yang Nyaman Lebih Mudah Menjadi Kebiasaan
Formula yang terasa berat, terlalu lengket, atau sulit digunakan bersama skincare lain dapat membuat konsumen enggan menggunakannya secara rutin.
Maklon Sunscreen SPF 50
Untuk brand yang ingin mengembangkan produk dengan tingkat SPF lebih tinggi, maklon sunscreen SPF 50 dapat menjadi pilihan.
Kategori SPF 50 juga sudah sangat familiar bagi konsumen skincare Indonesia.
Tetapi angka besar saja tidak cukup untuk membuat produk unggul.
Sunscreen SPF 50 Tetap Membutuhkan Diferensiasi
Bayangkan konsumen membuka marketplace dan menemukan puluhan produk bertuliskan:
SUNSCREEN SPF 50
Mengapa mereka harus memilih produk Anda?
Di sinilah positioning menjadi penting.
Brand dapat mengeksplorasi konsep seperti:
Lightweight SPF 50
Hydrating SPF 50
Sunscreen SPF 50 untuk daily urban lifestyle
atau konsep lain yang sesuai dengan formula dan target konsumen.
SPF 30 atau SPF 50?
Keduanya dapat dikembangkan sesuai strategi brand.
Pemilihannya sebaiknya mempertimbangkan target konsumen, penggunaan produk, positioning, formula, serta klaim yang dapat didukung.
Jangan Hanya Mengejar Angka
Produk sunscreen yang kuat menggabungkan perlindungan yang teruji dengan pengalaman penggunaan yang membuat konsumen nyaman menggunakannya secara konsisten.
Jenis Sunscreen yang Bisa Dikembangkan
Selain SPF, sunscreen juga sering dibicarakan berdasarkan sistem UV filter yang digunakan.
Chemical Sunscreen
Istilah chemical sunscreen umumnya digunakan untuk produk yang menggunakan organic UV filters.
Karakter formula dan sensorial akhirnya akan bergantung pada keseluruhan sistem formulasi.
Physical atau Mineral Sunscreen
Physical atau mineral sunscreen menggunakan mineral UV filters yang diizinkan untuk kategori tersebut.
Salah satu tantangan formulasi yang sering menjadi perhatian adalah appearance dan potensi white cast.
Hybrid Sunscreen
Brand juga dapat mengeksplorasi hybrid sunscreen, yaitu pendekatan formula yang mengombinasikan sistem UV filter sesuai kebutuhan formulasi dan ketentuan yang berlaku.
Jangan Tentukan Jenis Sunscreen Hanya karena Tren
Chemical, mineral, maupun hybrid mempunyai pertimbangan formulasi masing-masing. Pilihan sebaiknya mengikuti product brief dan target konsumen.
Tekstur Sunscreen Bisa Menjadi Penentu Pembelian Ulang
Sunscreen digunakan pada tahap akhir skincare pagi sebelum makeup.
Rutinitasnya dapat berupa:
Cleanser → Toner → Serum → Moisturizer → Sunscreen → Makeup
Karena itu, sensorial sangat penting.
Sunscreen Gel atau Lightweight Lotion
Tekstur ringan dapat menjadi konsep menarik untuk konsumen yang tinggal di iklim tropis dan menyukai skincare yang terasa praktis.
Cream Sunscreen
Cream dapat dikembangkan untuk memberikan pengalaman yang lebih moisturizing sesuai kebutuhan target konsumen.
Perhatikan White Cast dan Greasiness
Pada tahap sampling, brand sebaiknya memperhatikan:
- Spreadability
- Absorption
- Stickiness
- Greasiness
- White cast
- Finish
- Pilling
- Layering dengan moisturizer
- Pengalaman sebelum makeup
Jangan Menilai Sunscreen Hanya dari Tangan
Sample sebaiknya dicoba sebagai bagian dari rutinitas wajah untuk mendapatkan gambaran pengalaman penggunaan yang lebih realistis.
Ingredient Tambahan dalam Maklon Sunscreen
Sunscreen juga dapat dikembangkan dengan supporting skincare ingredients untuk memperkuat positioning produk.
Misalnya konsep hydration dapat mengeksplorasi Hyaluronic Acid, Glycerin, atau Panthenol.
Brand juga dapat mengeksplorasi Niacinamide, Centella Asiatica, antioksidan, maupun ingredient lainnya berdasarkan formula.
Jangan Sampai Hero Ingredient Mengalahkan Fungsi Utama
Sunscreen mungkin mempunyai Niacinamide, Centella, atau Hyaluronic Acid.
Tetapi fungsi utamanya tetap harus jelas sebagai produk perlindungan matahari sesuai klaim yang telah diuji.
Skincare Benefit Bisa Menjadi Diferensiasi
Supporting ingredients dapat membantu membangun cerita produk di pasar yang sangat kompetitif.
Formula Tetap Harus Stabil
Semua ingredient perlu dievaluasi dalam satu sistem formula, terutama karena sunscreen mempunyai kompleksitas formulasi tersendiri.
Bagaimana Proses Maklon Sunscreen?
Proses dapat dimulai dengan product brief.
Contohnya:
Produk: Daily Sunscreen SPF 50
Target: wanita dan pria 20–40 tahun
Texture: lightweight lotion
Concern: daily sun protection
Finish: natural
Positioning: affordable premium
Packaging: tube
Target retail: Rp120.000–Rp200.000
Tim R&D kemudian mengembangkan prototype berdasarkan arah tersebut.
Research and Development
Tim formulasi mengevaluasi UV filter system, tekstur, stabilitas, pH jika relevan, sensorial, appearance, dan parameter teknis lainnya.
Testing Menjadi Tahap Penting
Produk kemudian perlu melalui pengujian yang relevan untuk mendukung klaim seperti SPF dan klaim perlindungan UVA sesuai ketentuan yang berlaku.
Formula juga perlu dievaluasi dari sisi stabilitas dan kompatibilitas packaging.
Regulatory dan Produksi
Setelah formula, klaim, testing, dan packaging memenuhi persyaratan yang diperlukan, produk dapat bergerak menuju proses regulatory, quality control, dan produksi komersial.
Maklon Sunscreen Bersama PT Cedefindo
Bagi entrepreneur maupun perusahaan yang ingin mengembangkan sunscreen tanpa membangun fasilitas manufaktur kosmetik sendiri, PT Cedefindo dapat menjadi partner manufaktur yang dipertimbangkan.
Sebagai bagian dari Martha Tilaar Group, Cedefindo mempunyai pengalaman panjang dalam pengembangan dan manufaktur produk beauty dan personal care.
Dukungan Research and Development (R&D), Quality Assurance (QA), Quality Control (QC) serta kemampuan manufaktur dapat membantu membawa konsep sunscreen menuju produk komersial sesuai kategori, kebutuhan pengujian, regulasi, dan ruang lingkup layanan yang tersedia.
Kesimpulan
Maklon sunscreen SPF 30 dan maklon sunscreen SPF 50 memberikan peluang bagi brand untuk masuk ke salah satu kategori penting dalam skincare tanpa harus mempunyai pabrik kosmetik sendiri.
Namun jangan hanya menjual angka SPF.
Pertimbangkan:
Target Consumer → SPF → UVA Protection → UV Filter System → Texture → Finish → White Cast → Packaging → Positioning → Target Price.
Kemudian masuk ke:
Product Brief → R&D → Prototype → Sampling → Testing → Regulatory → Production.
Pada akhirnya, sunscreen yang menarik bukan hanya sunscreen dengan angka SPF besar. Produk yang kuat adalah sunscreen dengan klaim perlindungan yang didukung pengujian, formula yang dirancang dengan baik, serta pengalaman penggunaan yang membuat konsumen nyaman memakainya secara rutin.
FAQ Maklon Sunscreen SPF 30 dan SPF 50
Apa itu maklon sunscreen?
Maklon sunscreen adalah layanan pengembangan dan produksi produk perlindungan matahari oleh perusahaan manufaktur untuk kemudian dipasarkan menggunakan merek milik klien.
Apakah bisa membuat maklon sunscreen SPF 30?
Bisa dikembangkan sebagai konsep produk, dengan klaim SPF final yang perlu didukung oleh pengujian yang relevan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Apakah bisa membuat maklon sunscreen SPF 50?
Konsep sunscreen SPF 50 juga dapat dikembangkan. Formula perlu dirancang dan kemudian diuji untuk memastikan klaim SPF yang akan digunakan pada produk.
Mana yang lebih baik, sunscreen SPF 30 atau SPF 50?
Tidak cukup menilai sunscreen hanya berdasarkan angka SPF. Target konsumen, penggunaan, perlindungan UVA/UVB yang diklaim, formula, tekstur, serta kepatuhan penggunaan juga perlu diperhatikan.
Apa yang perlu dipersiapkan sebelum maklon sunscreen?
Siapkan target konsumen, target SPF, konsep perlindungan UVA, jenis atau sistem UV filter yang ingin dieksplorasi, tekstur, finish, positioning, packaging, target HPP, dan harga jual yang ingin dicapai.