Cara Menentukan Brand Purpose dan Brand Personality Kosmetik
Brand kosmetik yang kuat tidak hanya memiliki formula bagus dan kemasan menarik. Brand tersebut juga mempunyai alasan keberadaan yang jelas serta karakter yang mudah dikenali. Dua fondasi yang membentuknya adalah brand purpose dan brand personality.
Brand purpose adalah alasan mendasar mengapa sebuah brand hadir selain untuk memperoleh keuntungan. Brand personality adalah kumpulan karakter manusia yang menentukan bagaimana brand berbicara, bertindak, terlihat, dan membangun hubungan dengan konsumen.
Keduanya saling berkaitan. Purpose menjawab “mengapa brand ini ada?”, sedangkan personality menjawab “jika brand ini menjadi manusia, seperti apa sifat dan perilakunya?”
Dalam bisnis skincare dan kosmetik, keduanya perlu diterjemahkan menjadi formula, kemasan, komunikasi, pelayanan, serta pengalaman penggunaan. Jika hanya tertulis pada presentasi, purpose dan personality belum menjadi bagian dari brand.
Table of Contents
ToggleApa Itu Brand Purpose Kosmetik?
Brand purpose kosmetik merupakan keyakinan utama yang melandasi keberadaan suatu merek dan perubahan positif yang ingin diciptakannya bagi konsumen atau masyarakat.
Brand purpose bukan:
- Target penjualan
- Visi menjadi pemimpin pasar
- Daftar manfaat produk
- Slogan kampanye
- Klaim sosial yang tidak berhubungan dengan bisnis
Contoh “menjadi brand skincare nomor satu di Indonesia” adalah target bisnis, bukan purpose. Sementara “membantu pemilik kulit sensitif memahami dan merawat kulit tanpa rasa takut” memiliki fokus pada perubahan yang dialami konsumen.
Purpose yang baik harus relevan dengan kategori produk, dipercaya oleh konsumen, dan dapat diwujudkan melalui keputusan bisnis.
Mengapa Brand Purpose Penting?
Purpose memberikan arah ketika founder harus menentukan produk, formula, klaim, harga, kemasan, kampanye, atau kolaborasi.
Jika purpose sebuah brand adalah menyederhanakan perawatan kulit, produk yang diluncurkan seharusnya tidak menciptakan rutinitas yang membingungkan. Jika purpose-nya memperluas representasi warna kulit Indonesia, pilihan warna, model, komunikasi, dan pengembangan produk harus membuktikannya.
Purpose juga membantu brand menghindari ketergantungan pada tren. Bahan aktif dan format produk dapat berubah, tetapi alasan keberadaan brand tetap menjadi fondasi.
Cara Menentukan Brand Purpose Kosmetik
1. Mulai dari masalah yang nyata
Identifikasi masalah konsumen yang ingin diselesaikan. Jangan hanya mencari kategori yang sedang viral.
Tanyakan:
- Masalah apa yang terus dialami konsumen?
- Siapa yang belum dilayani dengan baik?
- Mengapa solusi yang tersedia belum memadai?
- Perubahan apa yang ingin dilihat founder?
- Mengapa brand memiliki kemampuan untuk membantu?
Masalah tersebut dapat bersifat fungsional maupun emosional. Konsumen dengan kulit berjerawat, misalnya, tidak hanya mencari produk. Mereka mungkin juga mengalami kebingungan, rasa malu, atau takut mencoba formula baru.
2. Temukan keyakinan brand
Brand purpose berangkat dari sesuatu yang dipercaya.
Contohnya:
Kami percaya konsumen berhak memahami apa yang digunakan pada kulitnya.
Keyakinan ini dapat menghasilkan purpose:
Membantu konsumen membuat keputusan perawatan kulit dengan lebih sadar dan percaya diri.
Keyakinan tidak perlu terdengar heroik. Ia harus cukup bermakna untuk memengaruhi cara perusahaan mengembangkan produk dan melayani konsumen.
3. Jawab tiga pertanyaan Marty Neumeier
Marty Neumeier menggunakan tiga pertanyaan sederhana untuk memperjelas sebuah brand:
Siapa kita?
Apa yang kita lakukan?
Mengapa hal itu penting?
Menurut Neumeier, salah satu masalah besar dalam branding adalah membuat organisasi yang kompleks mengekspresikan satu gagasan sederhana secara konsisten. (MaRS—Understanding Brand with Marty Neumeier)
Untuk brand kosmetik, jawabannya dapat dirumuskan:
- Siapa kita? Brand skincare pendamping kulit sensitif.
- Apa yang kita lakukan? Mengembangkan perawatan sederhana dengan informasi yang mudah dipahami.
- Mengapa penting? Karena konsumen tidak seharusnya merasa takut dan bingung ketika merawat kulit.
Jawaban terakhir merupakan inti purpose.
4. Hubungkan purpose dengan kemampuan brand
Purpose harus memiliki reason to believe. Founder perlu menjelaskan mengapa brand memiliki kemampuan untuk menjalankan tujuan tersebut.
Buktinya dapat berupa:
- Pengetahuan founder
- Riset konsumen
- Keahlian mitra pengembangan
- Proses formulasi
- Pengujian yang relevan
- Transparansi informasi
- Sistem mutu
- Pendampingan setelah pembelian
Purpose yang tidak memiliki bukti mudah terlihat sebagai pencitraan.
5. Rumuskan dalam satu kalimat
Gunakan format berikut:
Kami hadir untuk membantu [target konsumen] mencapai [perubahan] melalui [pendekatan khas].
Contoh:
Kami hadir untuk membantu perempuan urban dengan kulit sensitif menjalani perawatan yang lebih sederhana melalui produk terarah dan edukasi yang mudah dipahami.
Uji kalimat tersebut. Apakah spesifik? Apakah relevan dengan produk? Apakah dapat dibuktikan? Apakah masih relevan lima tahun mendatang?
Apa Itu Brand Personality?
Brand personality adalah sifat manusia yang secara konsisten diasosiasikan dengan sebuah merek. Kepribadian ini memengaruhi bahasa, warna, tipografi, fotografi, desain kemasan, cara menjawab keluhan, serta pengalaman konsumen.
David Allen Aaker, akademisi dan konsultan strategi merek, menempatkan “brand sebagai pribadi” sebagai salah satu perspektif identitas merek. Konsep tersebut membantu brand membangun karakter dan jenis hubungan tertentu dengan konsumen. (David Aaker—Brand Identity Model)
Lima dimensi yang sering digunakan untuk memetakan kepribadian merek adalah:
| Dimensi | Contoh karakter | Potensi penerapan pada kosmetik |
|---|---|---|
| Sincerity | Jujur, hangat, membumi | Skincare keluarga atau kulit sensitif |
| Excitement | Berani, muda, kreatif | Makeup ekspresif atau Gen Z beauty |
| Competence | Andal, cerdas, profesional | Skincare berbasis sains |
| Sophistication | Elegan, halus, berkelas | Kosmetik premium |
| Ruggedness | Kuat, aktif, tangguh | Personal care untuk gaya hidup aktif |
Brand tidak perlu memilih satu dimensi secara mutlak. Pilih satu karakter utama dan satu atau dua karakter pendukung agar kepribadiannya jelas.
Cara Membuat Brand Personality Kosmetik
1. Mulai dari target konsumen
Brand personality tidak boleh hanya mengikuti karakter founder. Kepribadian tersebut harus cocok dengan cara target konsumen ingin berinteraksi.
Konsumen pemula mungkin membutuhkan brand yang ramah, tidak menghakimi, dan mudah dipahami. Konsumen premium dapat mengharapkan brand yang tenang, berpengetahuan, serta tidak berkomunikasi secara berlebihan.
2. Pilih tiga sampai lima sifat utama
Hindari terlalu banyak kata sifat. Pilih karakter yang benar-benar memengaruhi perilaku.
Contoh:
- Empatik
- Jujur
- Cerdas
- Tenang
- Optimistis
Jelaskan arti setiap sifat. “Cerdas” dapat berarti memberikan penjelasan berdasarkan alasan, bukan memakai istilah teknis untuk terlihat pintar.
3. Tentukan karakter yang bukan milik brand
Batas negatif membuat personality lebih mudah diterapkan.
Contoh:
| Brand adalah | Brand bukan |
|---|---|
| Edukatif | Menggurui |
| Modern | Mengikuti semua tren |
| Ramah | Terlalu kekanak-kanakan |
| Premium | Dingin atau berjarak |
| Percaya diri | Membuat klaim berlebihan |
Tabel ini membantu tim pemasaran, desainer, dan customer service menjaga perilaku yang konsisten.
4. Terjemahkan ke tone of voice
Tentukan bagaimana brand menulis dan berbicara dalam kondisi berbeda:
- Konten edukasi
- Deskripsi produk
- Peluncuran produk
- Promosi
- Menjawab pertanyaan
- Menangani keluhan
- Berkomunikasi dengan mitra
Brand yang empatik tidak menyalahkan konsumen atas kondisi kulitnya. Brand yang berbasis kompetensi tidak menjanjikan hasil instan tanpa bukti. Brand yang premium tidak harus menggunakan bahasa asing secara berlebihan.
5. Terjemahkan ke identitas visual
Personality harus terlihat melalui logo, warna, font, kemasan, fotografi, serta tata letak.
Brand yang tenang dan tepercaya dapat menggunakan komposisi teratur serta informasi yang jelas. Brand yang ekspresif dapat memakai warna lebih berani dan visual dinamis. Meski demikian, keterbacaan serta kejelasan informasi produk tetap harus diprioritaskan.
6. Uji kepada target konsumen
Tampilkan konsep kepada calon konsumen, lalu tanyakan:
- Jika brand ini menjadi manusia, seperti apa sifatnya?
- Apakah brand terasa relevan bagi Anda?
- Apakah komunikasinya dapat dipercaya?
- Apa tiga kata yang muncul ketika melihatnya?
- Apakah personality-nya berbeda dari kompetitor?
Bandingkan jawaban konsumen dengan karakter yang direncanakan. Jika brand ingin terlihat hangat tetapi dianggap dingin, perbaikilah bahasa atau visualnya sebelum diluncurkan.
Perspektif Pak Bi: Purpose dan Personality Harus Membuktikan Janji
Subiakto Priosoedarsono atau Pak Bi menekankan bahwa membangun brand berarti membangun kepercayaan dan reputasi dengan membuktikan janji. (Subiakto Priosoedarsono)
Dalam konteks kosmetik, purpose adalah janji perubahan, sedangkan personality adalah cara brand menyampaikan dan memenuhi janji itu.
Jika brand memiliki personality “jujur”, transparansi harus terlihat pada informasi produk. Jika brand mengaku “peduli”, pelayanan setelah pembelian harus mencerminkannya. Jika purpose-nya memberdayakan konsumen, komunikasi tidak boleh mengeksploitasi rasa tidak aman.
Inilah perbedaan antara branding dan sekadar komunikasi pemasaran. Marketing dapat menarik perhatian, tetapi brand dibangun melalui pengalaman yang berulang dan konsisten.
Mewujudkan Purpose dan Personality Bersama Cedefindo
Purpose dan personality perlu diterjemahkan menjadi product brief. Dokumen tersebut setidaknya memuat:
- Target konsumen
- Masalah utama
- Purpose
- Positioning
- Personality
- Manfaat produk
- Pengalaman penggunaan
- Arah formula dan tekstur
- Konsep kemasan
- Rentang harga
- Bukti yang ingin dibangun
PT Cedefindo merupakan perusahaan manufaktur kontrak kosmetik dalam ekosistem Martha Tilaar Group. Cedefindo bekerja sebagai mitra untuk mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan dan spesifikasi klien. (Martha Tilaar Group—Cedefindo)
Founder dapat mendiskusikan bagaimana purpose diterjemahkan ke formula, kemasan, sampel, produksi, pengendalian mutu, serta legalitas sesuai lingkup proyek.
Brand dengan purpose “menyederhanakan skincare”, misalnya, dapat mengembangkan portofolio yang ringkas, formula multifungsi, kemasan praktis, dan informasi mudah dipahami. Personality yang hangat dan kompeten kemudian diterapkan pada nama produk, desain, petunjuk penggunaan, serta layanan konsumen.
Cedefindo tidak menentukan purpose atau personality suatu merek. Tanggung jawab tersebut tetap berada pada founder. Namun, mitra manufaktur membantu memastikan janji brand dapat diwujudkan sebagai produk yang realistis dan konsisten.
Kesimpulan
Brand purpose menjelaskan alasan sebuah brand kosmetik hadir dan perubahan yang ingin diciptakannya. Brand personality menentukan sifat, bahasa, penampilan, serta perilaku yang digunakan untuk menjalankan tujuan tersebut.
Pendekatan Marty Neumeier membantu menemukan alasan mengapa brand penting. Perspektif David A. Aaker membantu menerjemahkan identitas menjadi karakter manusia. Pak Bi mengingatkan bahwa tujuan dan karakter baru bernilai apabila janji brand benar-benar dibuktikan.
Setelah fondasinya jelas, Cedefindo dapat membantu menerjemahkannya ke dalam pengembangan produk. Hasilnya bukan hanya produk kosmetik dengan kemasan menarik, tetapi brand yang memiliki alasan untuk dipercaya dan karakter yang layak diingat.
FAQ
Apa perbedaan purpose dan mission?
Purpose menjelaskan alasan keberadaan brand, sedangkan mission menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk mewujudkannya.
Apakah brand personality sama dengan tone of voice?
Tidak. Brand personality adalah keseluruhan karakter merek. Tone of voice adalah cara karakter tersebut terdengar dalam komunikasi.
Apakah personality harus mengikuti founder?
Tidak selalu. Karakter founder dapat menjadi inspirasi, tetapi personality harus relevan dengan target konsumen dan strategi bisnis.
Apakah purpose boleh berubah?
Purpose sebaiknya cukup mendasar dan tahan lama. Cara mewujudkannya dapat berkembang mengikuti kebutuhan pasar.
Kapan purpose dan personality ditentukan?
Keduanya sebaiknya ditentukan sebelum formula, desain kemasan, konten, dan kampanye difinalisasi agar seluruh elemen mendukung arah yang sama.










