Data Ekspor Kosmetik Indonesia: Tembus US$473,8 Juta, Negara Mana yang Membeli?
Panduan data ekspor, kategori produk, negara tujuan, dan pertimbangan pengembangan brand. Pembaruan riset: 21 Oktober 2026. Data tahunan utama: 2024–2025.
Nilai ekspor kosmetik Indonesia mencapai US$473,8 juta pada 2025, meningkat dari US$416,8 juta pada 2024 menurut Kementerian Perindustrian. Berdasarkan kedua angka tersebut, pertumbuhannya sekitar 13,68%, atau bertambah US$57 juta dalam satu tahun. [1]
Bagi pemilik brand, pertanyaan berikutnya adalah: produk apa yang dibeli pasar luar negeri, negara mana yang layak dipelajari, dan bagaimana menyiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pembeli?
Artikel ini menggabungkan publikasi Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, BPOM, serta data perdagangan UN Comtrade yang ditampilkan melalui World Integrated Trade Solution atau WITS milik World Bank. Setiap tabel mencantumkan periode dan cakupannya, sehingga pembaca dapat menggunakan angka dengan konteks yang tepat.
Ringkasan data ekspor kosmetik Indonesia
| Indikator | Angka | Periode dan cakupan | Sumber |
|---|---|---|---|
| Ekspor kosmetik menurut Kemenperin | US$473,8 juta | 2025; cakupan publikasi Kemenperin | [1] |
| Kenaikan nilai ekspor | US$57 juta | 2024–2025; perhitungan dari angka Kemenperin | [1] |
| Ekspor produk kosmetik menurut Kemendag | US$172 juta | 2025; kelompok kosmetik dalam publikasi Kemendag | [2] |
| Ekspor sektor kecantikan dan perawatan | US$2,05 miliar | 2025; kelompok sektor yang lebih luas | [2] |
| Ekspor kelompok HS 330499 | US$157,79 juta | 2025; produk kecantikan, rias, dan perawatan kulit lainnya | [3] |
| Surat Keterangan Ekspor yang diterbitkan BPOM | 1.468 SKE | Kumulatif 2021–Maret 2025 | [5] |
Cara membaca: angka pada tabel ini berasal dari cakupan berbeda dan tidak boleh dijumlahkan. Nilai ekspor dalam dolar AS juga berbeda dari nilai pasar ritel, jumlah produk, atau jumlah dokumen ekspor.
Berapa pertumbuhan ekspor kosmetik Indonesia?
Ekspor kosmetik dalam publikasi Kemenperin meningkat sekitar 13,68% pada 2025 dibandingkan 2024. Perbandingan ini menggunakan dua angka tahunan dari sumber yang sama. [1]
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Ekspor 2024 | US$416,8 juta |
| Ekspor 2025 | US$473,8 juta |
| Pertambahan nominal | US$57,0 juta |
| Pertumbuhan tahunan, hasil perhitungan | 13,68% |
Rumus: (473,8 − 416,8) ÷ 416,8 × 100%.
Pertumbuhan nasional merupakan alasan untuk mempelajari peluang ekspor lebih jauh. Namun, keputusan bisnis tetap memerlukan analisis kategori, harga, biaya distribusi, dan permintaan calon pembeli. Kenaikan ekspor agregat tidak membuktikan bahwa semua jenis produk atau semua brand mengalami pertumbuhan yang sama.
Mengapa angka ekspor kosmetik berbeda antar-sumber?
Perbedaan angka dapat terjadi karena sumber menggunakan cakupan produk dan pengelompokan sektor yang berbeda. Karena itu, angka US$473,8 juta dan US$172 juta tidak tepat dipakai sebagai satu seri data yang setara tanpa rekonsiliasi cakupan.
| Angka yang dipublikasikan | Label dalam sumber | Penggunaan yang tepat |
|---|---|---|
| US$473,8 juta pada 2025 | Ekspor kosmetik, Kemenperin | Gambaran kinerja menurut publikasi Kemenperin |
| US$172 juta pada 2025 | Produk kosmetik, Kemendag | Membaca kelompok kosmetik dalam publikasi tersebut |
| US$2,05 miliar pada 2025 | Sektor kecantikan dan perawatan, Kemendag | Konteks sektor yang lebih luas |
| Data HS enam digit | Kelompok produk tertentu, WITS/UN Comtrade | Membandingkan produk dan tujuan dengan klasifikasi yang konsisten |
Kemendag menyebut pertumbuhan sektor kecantikan dan perawatan sebesar 16,19%, sementara kelompok kosmetiknya tumbuh 11,91% dan menyumbang 8,4% terhadap sektor tersebut pada 2025. [2]
Rilis kementerian yang dirujuk tidak menyediakan daftar lengkap kode HS pembentuk setiap agregat. Artikel ini mempertahankan label asli masing-masing sumber dan tidak menyatakan bahwa angka-angka tersebut memiliki definisi identik.
Produk kosmetik apa yang dapat dianalisis melalui data ekspor?
Data berdasarkan kode HS membantu brand meneliti kelompok produk secara lebih spesifik. Sebagai contoh, tabel berikut menguraikan lima subpos HS 3304 pada data WITS 2024.
| Kode HS | Kelompok produk, terjemahan ringkas | Ekspor Indonesia 2024, US$ juta |
|---|---|---|
| 330410 | Preparat rias bibir | 3,043 |
| 330420 | Preparat rias mata | 1,163 |
| 330430 | Preparat manikur atau pedikur | 0,423 |
| 330491 | Bedak kosmetik, termasuk yang dipadatkan | 7,329 |
| 330499 | Preparat kecantikan, rias, dan perawatan kulit lainnya, termasuk untuk berjemur | 141,798 |
| Jumlah lima subpos | Perhitungan editorial berdasarkan nilai sebelum pembulatan | 153,755 |
Sumber: WITS/UN Comtrade, Indonesia sebagai reporter, arus ekspor, mitra dunia, tahun 2024, klasifikasi HS 1988/92 (H0). [4a–4e] Angka menggunakan koma desimal; US$3,043 juta berarti sekitar US$3,04 juta.
Kelompok HS 330499 memiliki nilai terbesar dalam rincian tersebut. Namun, kelompok ini mencakup berbagai preparat. Angkanya tidak dapat diperlakukan sebagai penjualan serum, pelembap, tabir surya, atau produk tertentu secara terpisah.
Tabel HS 3304 juga tidak mewakili seluruh produk kosmetik lintas kategori. Brand parfum atau perawatan rambut perlu menelusuri kode produknya sendiri sebelum mengambil kesimpulan pasar.
Negara mana yang membeli produk kecantikan dan perawatan kulit Indonesia?
Thailand menjadi tujuan terbesar ekspor Indonesia untuk HS 330499 pada 2025, diikuti Malaysia dan Singapura. Peringkat berikut berlaku khusus untuk kelompok tersebut, bukan seluruh industri kosmetik. [3]
| Peringkat | Negara tujuan | Nilai ekspor 2025, US$ juta |
|---|---|---|
| 1 | Thailand | 36,516 |
| 2 | Malaysia | 28,395 |
| 3 | Singapura | 14,728 |
| 4 | Filipina | 9,718 |
| 5 | Vietnam | 9,641 |
| 6 | Uni Emirat Arab | 8,917 |
| 7 | India | 6,592 |
| 8 | Arab Saudi | 4,463 |
| 9 | Timor-Leste | 4,306 |
| 10 | Pakistan | 3,255 |
Sumber: WITS/UN Comtrade, HS 330499, Indonesia sebagai reporter, ekspor 2025. [3] Nilai dibulatkan menjadi tiga desimal dalam juta dolar AS.
Lima tujuan terbesar menyerap sekitar 62,74% nilai ekspor kelompok ini, berdasarkan perhitungan terhadap total dunianya. Seluruhnya berada di Asia Tenggara.
Temuan tersebut mendukung penggunaan pasar regional sebagai titik awal riset. Negara tujuan perdagangan belum tentu sama dengan lokasi konsumen akhir; data ini tidak menjelaskan apakah barang kemudian didistribusikan kembali.
Apakah jumlah dokumen ekspor menunjukkan besarnya pasar?
Jumlah dokumen ekspor mengukur aktivitas administrasi, bukan nilai penjualan. Data BPOM melengkapi statistik perdagangan dengan gambaran produk dan perusahaan yang tercatat dalam penerbitan SKE.
Untuk periode 2021 hingga Maret 2025, BPOM melaporkan: [5]
| Indikator administratif | Jumlah |
|---|---|
| Surat Keterangan Ekspor | 1.468 |
| Item produk tercakup | 5.728 |
| Perusahaan tercatat | 82 |
| Perusahaan skala kecil | 6 |
| Perusahaan skala menengah | 7 |
| Perusahaan skala besar | 69 |
Rincian beberapa sediaan dalam publikasi yang sama:
| Sediaan kosmetik | Item |
|---|---|
| Perawatan rambut | 1.187 |
| Rias mata dan wajah | 942 |
| Wewangian | 909 |
| Krim dan gel kulit | 652 |
| Deodoran dan antiperspiran | 367 |
| Sabun mandi | 298 |
| Sediaan mandi | 267 |
| Perawatan bibir | 235 |
| Perawatan gigi dan mulut | 194 |
| Tabir surya | 128 |
Sepuluh kelompok tersebut merupakan rincian yang ditampilkan BPOM, bukan seluruh 5.728 item. Angka 82 perusahaan juga merupakan cakupan catatan pada publikasi ini, bukan sensus semua eksportir kosmetik Indonesia.
Bagaimana brand menggunakan data ekspor untuk memilih pasar?
Gunakan data ekspor untuk menyusun daftar pasar yang perlu divalidasi melalui riset produk dan pembicaraan dengan calon pembeli. Berikut kerangka kerja praktis yang dapat digunakan pemilik brand.
1. Mulai dari kategori produk yang jelas
Tentukan produk yang ingin dikembangkan, fungsi utamanya, format, ukuran kemasan, dan segmen konsumen. Kemudian, pastikan kode perdagangan yang digunakan sesuai. Analisis parfum dengan data perawatan kulit dapat menghasilkan pilihan pasar yang keliru.
2. Bandingkan pasar dengan cakupan yang sama
Gunakan reporter, tahun, klasifikasi, dan kode HS yang konsisten. Setelah melihat nilai ekspor, pelajari persaingan, rentang harga, saluran penjualan, serta kebutuhan distributor di masing-masing negara.
3. Hitung harga sampai ke pembeli
Harga produksi hanyalah satu komponen. Buat simulasi yang mencakup kemasan, pengujian, kebutuhan dokumentasi, transportasi, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran. Detail biaya harus diperiksa berdasarkan produk dan negara tujuan.
4. Validasi minat pembeli sebelum memperbesar produksi
Diskusi dengan calon distributor membantu menguji kebutuhan ukuran kemasan, tekstur, aroma, harga, dan jumlah pesanan. Pisahkan pertanyaan mengenai ketertarikan awal dari komitmen pembelian yang sudah disepakati.
5. Siapkan kemampuan pemesanan ulang
Ekspansi membutuhkan konsistensi spesifikasi dan pasokan. Evaluasi kesiapan bahan baku, pengendalian mutu, kapasitas produksi, serta jadwal pengiriman sejak tahap pengembangan produk.
Kerangka ini merupakan analisis editorial untuk membantu penyusunan rencana bisnis, bukan hasil survei terhadap eksportir.
Bagaimana Cedefindo dapat mendukung persiapan produk?
Cedefindo menyediakan layanan manufaktur kosmetik yang dapat menjadi bagian dari persiapan produk bagi brand. Layanan yang tercantum pada situs perusahaan mencakup pengembangan produk, penyediaan bahan baku dan kemasan, pengolahan bulk, serta filling dan packing. [6]
Alur layanannya juga mencantumkan pengembangan formula, uji stabilitas dan kompatibilitas, registrasi BPOM dan halal, produksi massal, serta pengiriman. Pilihan kerja sama meliputi layanan penuh, sebagian, atau filling dan packing sesuai kebutuhan proyek.
Untuk memulai pembahasan produk yang direncanakan bagi pasar luar negeri, brand dapat menyiapkan brief berikut:
| Bagian brief | Informasi yang perlu disiapkan |
|---|---|
| Pasar sasaran | Negara prioritas dan saluran distribusi |
| Konsumen | Kebutuhan, kebiasaan penggunaan, serta rentang harga |
| Produk | Kategori, format, tekstur, aroma, dan ukuran |
| Spesifikasi | Target mutu, kemasan, dan pengujian yang perlu dibahas |
| Komersial | Perkiraan volume, biaya sasaran, dan jadwal peluncuran |
| Pembagian tugas | Tanggung jawab brand, manufaktur, importir, dan distributor |
Ruang lingkup dukungan untuk proyek ekspor perlu dikonfirmasi berdasarkan negara tujuan dan kebutuhan produk. Jangan mengasumsikan bahwa satu proses registrasi sudah mencakup semua pasar.
Pelajari layanan manufaktur kosmetik Cedefindo untuk mendiskusikan kebutuhan pengembangan dan produksi. Untuk konteks industri yang lebih luas, baca juga Statistik Industri Kosmetik Indonesia.
FAQ tentang data ekspor kosmetik Indonesia
Berapa nilai ekspor kosmetik Indonesia pada 2025?
Kemenperin melaporkan US$473,8 juta. Kemendag menerbitkan angka US$172 juta untuk kelompok kosmetik dalam publikasinya sendiri. Cantumkan sumber dan cakupan ketika mengutip salah satu angka tersebut. [1][2]
Apakah artikel ini berisi realisasi ekspor setahun penuh 2026?
Tidak. Artikel diperbarui pada Oktober 2026 dan menggunakan data tahunan 2024–2025 serta data administratif dengan periode tersendiri. Angka tersebut tidak boleh diberi label realisasi setahun penuh 2026.
Apa yang dimaksud dengan HS 330499?
Dalam tabel WITS yang digunakan, HS 330499 mencakup preparat kecantikan, rias, dan perawatan kulit lainnya, termasuk preparat untuk berjemur. Kode ini bukan padanan seluruh industri kosmetik. [3][4a]
Negara mana yang menjadi tujuan utama ekspor kosmetik Indonesia?
Jawabannya bergantung pada kelompok produk dan tahun. Untuk HS 330499 pada 2025, Thailand menempati posisi pertama. Gunakan kode kategori yang sesuai ketika meneliti produk lain. [3]
Apakah ekspor menunjukkan penjualan brand lokal Indonesia?
Data yang disajikan mengukur perdagangan dengan Indonesia sebagai negara pelapor. Data tersebut tidak memisahkan nilai berdasarkan kepemilikan brand, model maklon, atau identitas pemilik merek. Kesimpulan tentang brand lokal memerlukan data tambahan.
Apakah jumlah SKE sama dengan jumlah pengiriman?
Tidak tepat menyamakannya secara langsung. Sumber BPOM menghitung dokumen SKE dan item produk; publikasi tersebut tidak memberikan dasar untuk mengonversinya menjadi jumlah pengiriman atau nilai transaksi. [5]
Apakah pasar ekspor terbesar selalu paling menguntungkan?
Belum tentu. Nilai perdagangan tidak menunjukkan margin brand. Keuntungan perlu dihitung dengan mempertimbangkan biaya produk, distribusi, pemasaran, pengembalian barang, dan ketentuan komersial dengan pembeli.
Bagaimana memilih produk pertama untuk ekspor?
Mulai dengan kebutuhan pembeli yang spesifik, kategori yang dapat diproduksi secara konsisten, serta harga yang masuk akal setelah biaya distribusi. Gunakan data perdagangan sebagai salah satu masukan, lalu validasi melalui calon mitra pasar.
Apa peran Cedefindo dalam persiapan brand?
Cedefindo dapat diajak membahas pengembangan dan manufaktur produk melalui pilihan layanan yang tersedia. Kebutuhan proyek, pembagian tanggung jawab, dan dukungan untuk pasar tujuan perlu disepakati sejak awal. [6]
Bagaimana cara mengutip data dalam artikel ini?
Sebutkan indikator, tahun, cakupan produk, dan sumber aslinya. Contoh: “Menurut Kemenperin, ekspor kosmetik Indonesia mencapai US$473,8 juta pada 2025.” Jika merujuk kompilasi ini, sertakan tautan artikel Cedefindo dan sumber data yang relevan.
Metodologi dan batasan data
Artikel ini merupakan kompilasi sumber publik dan perhitungan editorial, bukan survei primer Cedefindo. Publikasi kementerian digunakan sesuai label aslinya. Data WITS merupakan penyajian statistik UN Comtrade dengan Indonesia sebagai reporter, arus ekspor, serta klasifikasi HS 1988/92 (H0) pada halaman yang dirujuk.
Nilai WITS yang dinyatakan dalam 1000 USD dibagi 1.000 untuk ditampilkan sebagai juta dolar AS. Penjumlahan dan persentase dihitung sebelum pembulatan. Akibat pembulatan, jumlah angka yang terlihat dapat berbeda sedikit dari total.
Tabel produk menggunakan 2024; tabel tujuan menggunakan 2025. Pemilihan ini dinyatakan secara eksplisit dan tidak dimaksudkan sebagai perbandingan langsung lintas tahun. Data administratif BPOM memiliki periode sendiri. Tidak ada estimasi realisasi ekspor setahun penuh 2026 dalam artikel ini.
Nilai perdagangan tidak menjelaskan pendapatan ritel, laba, kepemilikan merek, atau seluruh perjalanan distribusi sampai ke konsumen. Statistik juga dapat direvisi oleh penyedia data setelah tanggal pemeriksaan.
Referensi
- Kementerian Perindustrian, 5 Mei 2026. Ekspor Meroket, Industri Kosmetik Jadi Pilar Ekonomi Tumbuh.
- Kementerian Perdagangan, 25 Mei 2026. Kemendag Gelar Lokakarya Penguatan Ekosistem Ekspor Kosmetik.
- World Bank WITS / UN Comtrade, data 2025. Indonesia, ekspor HS 330499 menurut negara tujuan.
- World Bank WITS / UN Comtrade, data 2024: 4a—HS 330499; 4b—HS 330410; 4c—HS 330420; 4d—HS 330430; 4e—HS 330491.
- BPOM, 2 Juni 2025. Ekspor Kosmetik Meningkat, BPOM Terbitkan 1.468 Surat Keterangan Ekspor Hingga Maret 2025.
- PT Cedefindo. Services, diperiksa 21 Oktober 2026.