• Home
  • About Us
  • Capabilities
  • Services
  • News
  • Contact Us
  • Member

Masa Depan Beauty Indonesia Dimulai Ketika Science Bertemu Industri

August 21, 2026

Indonesia memiliki biodiversitas yang luar biasa. Kita memiliki universitas dengan peneliti dan ilmuwan berkualitas. Kita juga memiliki industri kosmetik dan kemampuan manufaktur yang terus berkembang.

Pertanyaan pentingnya adalah: bagaimana kita menghubungkan seluruh kekuatan tersebut sehingga sebuah penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi berkembang menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat?

Pertanyaan inilah yang kembali muncul dalam pikiran saya ketika menerima kunjungan para akademisi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) di PT Cedefindo pada Senin, 18 Agustus.

Bersama Ibu Dr. (H.C.) Martha Tilaar dan jajaran pimpinan PT Cedefindo, saya berkesempatan berdiskusi dengan Prof. Dr. Apt. Berna Elya, M.Si., Dr. apt. Sutriyo, M.Si., CRA, Dr. apt. Iskandarsyah, M.Si., Dr. apt. Ayun Erwina Arifianti, M.Farm., serta Babay Asih Suliasih, S.Si., Apt., M.Sc.

Bagi saya, pertemuan ini bukan sekadar kunjungan antara universitas dan industri.

Pertemuan seperti inilah yang perlu semakin sering terjadi jika kita ingin Indonesia menjadi salah satu pusat beauty innovation dunia.

Table of Contents

Toggle
  • Mengapa Industri Beauty Membutuhkan Science?
  • Penelitian Tidak Seharusnya Berhenti di Laboratorium
  • Biodiversitas Indonesia Membutuhkan Science
  • Cedefindo Harus Menjadi Jembatan antara Research dan Market
  • Kita Membutuhkan Lebih Banyak Pertemuan antara Scientist dan Entrepreneur
  • Dari Scientific Beauty Menuju i-BEAUTY
  • Indonesia Tidak Cukup Menjadi Konsumen Inovasi

Mengapa Industri Beauty Membutuhkan Science?

Industri beauty sedang berubah.

Konsumen semakin kritis terhadap produk yang mereka gunakan. Klaim sebuah produk tidak cukup hanya terdengar menarik. Konsumen ingin mengetahui bahan yang digunakan, alasan sebuah formulasi dikembangkan, keamanan produk, hingga dasar ilmiah di balik manfaat yang ditawarkan.

Karena itu, saya percaya bahwa Scientific Beauty akan menjadi salah satu fondasi penting bagi industri kecantikan masa depan.

Scientific Beauty menempatkan science bukan sebagai pelengkap sebuah produk, tetapi sebagai bagian dari proses inovasi sejak awal.

Mulai dari penelitian bahan alam, pemilihan bahan aktif, pengembangan formula, pengujian keamanan dan kualitas, hingga proses manufaktur, semuanya membutuhkan pendekatan ilmiah yang kuat.

Di sinilah hubungan antara akademisi dan industri menjadi sangat penting.

Penelitian Tidak Seharusnya Berhenti di Laboratorium

Universitas memiliki kekuatan yang sangat besar dalam menghasilkan ilmu pengetahuan.

Setiap hari, peneliti mempelajari bahan baru, mekanisme biologis, formulasi, teknologi penghantaran bahan aktif, hingga berbagai kemungkinan baru yang sebelumnya belum pernah kita bayangkan.

Namun ada sebuah perjalanan panjang antara research dan real-world impact.

Sebuah temuan perlu dikembangkan.

Sebuah formula perlu diuji.

Sebuah inovasi perlu diproduksi secara konsisten.

Keamanan dan kualitasnya perlu dipastikan.

Kemudian inovasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen.

Industri memiliki kemampuan untuk membantu menjembatani perjalanan tersebut.

Karena itu, menurut saya hubungan universitas dan industri tidak seharusnya berhenti pada diskusi akademik atau kunjungan perusahaan. Kita perlu bergerak menuju kolaborasi yang memungkinkan ilmu pengetahuan berkembang menjadi inovasi.

Biodiversitas Indonesia Membutuhkan Science

Salah satu peluang terbesar Indonesia berada tepat di depan mata kita: biodiversitas.

Indonesia memiliki kekayaan bahan alam yang sangat besar dan pengetahuan tradisional mengenai pemanfaatannya yang telah berkembang dari generasi ke generasi.

Tetapi memiliki biodiversitas saja tidak otomatis menjadikan Indonesia sebagai pemimpin beauty innovation.

Kekayaan alam memperoleh nilai tambah ketika kita mampu mempelajarinya secara ilmiah.

Kita perlu memahami kandungannya.

Kita perlu mengetahui potensinya.

Kita perlu mengembangkan teknologi untuk mengolahnya.

Kita perlu memastikan keamanan dan konsistensinya.

Kemudian kita perlu menerjemahkannya menjadi inovasi yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen modern.

Di titik inilah saya melihat pertemuan menarik antara filosofi yang telah lama dibangun Martha Tilaar mengenai kekayaan alam Indonesia dengan perkembangan science, research, dan advanced manufacturing saat ini.

Nature memberikan kemungkinan.

Science mengubah kemungkinan tersebut menjadi pengetahuan.

Dan innovation membawa pengetahuan tersebut menjadi sesuatu yang memberikan nilai bagi manusia.

Cedefindo Harus Menjadi Jembatan antara Research dan Market

Cara kita melihat perusahaan manufaktur juga perlu berkembang.

Contract manufacturer tidak lagi cukup hanya menjadi tempat sebuah produk diproduksi.

Saya melihat manufaktur masa depan sebagai innovation partner.

Di PT Cedefindo, kami ingin terus memperkuat peran tersebut.

Cedefindo berada pada titik yang sangat menarik dalam beauty ecosystem karena dapat menjadi penghubung antara berbagai pihak.

University → Scientist → Research → Formulation → Manufacturing → Brand → Consumer

Universitas dan scientist dapat menghasilkan pengetahuan baru.

Tim R&D dapat menerjemahkannya menjadi formulasi.

Manufacturing dapat membawa inovasi tersebut menuju skala produksi dengan kualitas yang konsisten.

Beauty entrepreneur dan brand owner kemudian dapat membawanya kepada konsumen.

Ketika rantai ini terhubung dengan baik, sebuah penelitian tidak lagi hanya menghasilkan publikasi.

Penelitian dapat menghasilkan intellectual property, ingredient baru, formulasi baru, produk baru, bahkan kategori bisnis baru.

Inilah bentuk kolaborasi yang menurut saya akan semakin penting bagi industri beauty Indonesia.

Kita Membutuhkan Lebih Banyak Pertemuan antara Scientist dan Entrepreneur

Ada dua dunia yang terkadang berbicara dengan bahasa berbeda.

Scientist bertanya:

Apa yang dapat kita temukan?

Entrepreneur bertanya:

Masalah apa yang dapat kita selesaikan?

Ketika kedua pertanyaan tersebut bertemu, peluang inovasi menjadi sangat besar.

Karena itu, beauty ecosystem Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang yang mempertemukan scientist, akademisi, beauty entrepreneur, manufacturer, supplier, pemerintah, dan investor.

Kolaborasi tidak berarti setiap pihak melakukan hal yang sama.

Sebaliknya, kolaborasi berarti setiap pihak membawa kompetensi terbaiknya untuk menyelesaikan masalah yang lebih besar bersama-sama.

Universitas membawa science.

Industri membawa kemampuan commercialization.

Manufacturer membawa kemampuan scale-up.

Entrepreneur membawa pemahaman terhadap konsumen.

Pemerintah membangun lingkungan regulasi dan kebijakan.

Ketika semuanya terhubung, inovasi dapat bergerak lebih cepat.

Dari Scientific Beauty Menuju i-BEAUTY

Pemikiran tersebut juga menjadi bagian dari gagasan i-BEAUTY yang terus saya kembangkan.

Saya melihat masa depan beauty Indonesia berada pada pertemuan antara innovation, biodiversity, entrepreneurship, advanced manufacturing, usability, technology, dan sustainability.

Scientific Beauty menjadi salah satu fondasinya.

Namun science saja tidak cukup.

Kita membutuhkan ekosistem yang mampu membawa hasil penelitian keluar dari laboratorium, melewati proses pengembangan dan manufaktur, kemudian sampai kepada masyarakat dalam bentuk inovasi yang relevan.

Indonesia sebenarnya telah memiliki banyak bagian dari ekosistem tersebut.

Kita memiliki universitas.

Kita memiliki scientist.

Kita memiliki biodiversitas.

Kita memiliki manufacturing capability.

Kita memiliki entrepreneur.

Kita memiliki pasar.

Tantangan kita sekarang adalah menghubungkannya.

Indonesia Tidak Cukup Menjadi Konsumen Inovasi

Saya ingin melihat Indonesia mengambil posisi yang lebih besar dalam industri beauty global.

Kita tidak seharusnya hanya menjadi pasar bagi inovasi yang dikembangkan negara lain.

Kita harus mampu menghasilkan research sendiri.

Mengembangkan ingredient sendiri.

Menciptakan intellectual property sendiri.

Melahirkan teknologi dan formulasi sendiri.

Kemudian membawa inovasi tersebut ke pasar dunia.

Visi tersebut tidak dapat diwujudkan oleh Martha Tilaar Group, Cedefindo, Universitas Indonesia, atau institusi mana pun secara sendiri-sendiri.

Kita membutuhkan kolaborasi.

Karena itu saya sangat menghargai pertemuan bersama para akademisi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia di Cedefindo.

Bagi saya, nilai terbesar dari sebuah pertemuan bukan terletak pada apa yang dibicarakan hari itu.

Nilainya terletak pada apa yang dapat kita ciptakan bersama setelahnya.

Saya berharap semakin banyak jembatan yang terbentuk antara universitas, scientist, entrepreneur, dan industri.

Karena ketika kekayaan biodiversitas Indonesia bertemu dengan science, ketika science bertemu dengan advanced manufacturing, dan ketika manufacturing bertemu dengan entrepreneurship, kita memiliki kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sebuah produk kosmetik.

Kita sedang membangun fondasi agar Indonesia suatu hari dikenal sebagai salah satu pusat beauty innovation dunia.

Dr. Kilala Tilaar
CEO Martha Tilaar Group

LATEST NEWS

Skincare dan Makeup Bukan Lawan: Ini Perbedaan, Urutan Pakai, dan Cara Keduanya Bekerja Bersama

August 24, 2026

“In This Economy”: Konsumen Beauty Bukan Berhenti Belanja, Mereka Berhenti Membeli Produk yang Tidak Meyakinkan

August 24, 2026

OEM Herbal: Cara Mudah Membangun Brand Produk Herbal dengan Formula Eksklusif

August 24, 2026

Apa Itu Maklon Herbal? Panduan Lengkap untuk Memulai Brand Produk Herbal Sendiri

August 24, 2026

Perbedaan Pabrik Kosmetik dan Maklon: Mana yang Lebih Tepat untuk Membangun Brand Kecantikan?

August 23, 2026

Bisnis Kosmetik: Panduan Membangun Brand Kecantikan dari Ide hingga Siap Dipasarkan

August 23, 2026

Jenis Produk Kosmetik: Mengenal Beragam Kategori Produk Kecantikan dan Fungsinya

August 22, 2026

Perbedaan Pabrik Kosmetik dan Maklon: Jangan Sampai Salah Memilih untuk Bisnis Anda

August 22, 2026

Produksi Massal

August 22, 2026

Jenis-Jenis Produk Skincare: Mengenal Kategori Produk dari Facial Cleansing hingga Special Treatment

August 21, 2026
  • Maklon Parfum
  • Maklon Kosmetik
  • Maklon Skincare

PT. CEDEFINDO. Jl. Raya Naragong Km 4.
Bekasi 17116. Jawa Barat, Indonesia

[p] +62 21 8215710
[f] +62 21 8204107

    

Copyright © 2016 PT. CEDEFINDO.
All Right Reserved