Penjualan Skincare Saat Ramadan dan Harbolnas: Kategori Apa yang Berubah pada 2025–2026?

← All News

Batas pembaruan data: 1 November 2026. Data 2025, realisasi 2026, dan target kegiatan mendatang dibedakan secara eksplisit.

Penjualan naik saat musim promosi. Namun, apakah konsumen membeli lebih banyak, harga transaksi meningkat, atau periode pengukurannya sekadar lebih panjang?

Pertanyaan ini penting bagi pemilik brand skincare. Membaca kenaikan penjualan tanpa memeriksa kategori, kanal, dan periode dapat menghasilkan keputusan stok yang terlalu agresif. Sebaliknya, memahami ruang lingkup data membantu brand memilih produk unggulan, merancang penawaran, dan menyiapkan produksi dengan lebih terukur.

Artikel ini menggabungkan publikasi Worldpanel by Numerator, Markethac, Compas, serta kementerian terkait. Sebagian data Compas tersedia melalui pemberitaan sekunder; sumber tersebut ditandai. Analisis bisnis dan contoh perhitungan dipisahkan dari angka hasil riset.

Jawaban singkat: kategori apa yang paling berubah?

Data yang ditemukan belum cukup untuk menetapkan satu kategori skincare sebagai pemenang pertumbuhan Ramadan dan Harbolnas 2025–2026. Pelembap memiliki data Ramadan 2025, sedangkan paket skincare memiliki data kuartal I 2026. Keduanya berbeda periode, definisi, dan cakupan pengukuran.

Paket skincare merupakan format penjualan, bukan kategori formula yang sejajar dengan serum, sunscreen, atau pelembap. Harbolnas 2026 juga belum berlangsung pada tanggal pembaruan artikel ini. Karena itu, angka target tidak diperlakukan sebagai penjualan aktual.

1. Peta data: mana yang benar-benar mengukur skincare?

Kelompok dataApa yang diukur?Penggunaan yang tepat
Pelembap wajahNilai penjualan satu subkategori skincare di panel marketplaceMembaca ukuran kategori dan persaingan pada periode tertentu
Paket skincareGMV produk yang dikelompokkan sebagai paketMengevaluasi format penawaran dan persaingan paket
Beauty atau perawatan kecantikanKelompok lebih luas yang dapat mencakup skincare, makeup, dan produk lainMelihat konteks industri kecantikan sesuai definisi penyedia data
FMCGBarang konsumsi sehari-hari, bukan hanya kecantikanMemahami konteks belanja rumah tangga dan kanal
Total HarbolnasTransaksi berbagai kategori selama programMembaca skala kampanye nasional, bukan ukuran pasar skincare

GMV juga tidak otomatis sama dengan pendapatan bersih brand. Perlakuan terhadap pembatalan, retur, subsidi, dan potongan perlu diperiksa dalam metodologi penyedia data. Untuk konteks yang lebih luas, baca statistik penjualan kosmetik di e-commerce Indonesia.

2. Berapa penjualan pelembap pada Ramadan 2025?

Penjualan pelembap wajah mencapai Rp508 miliar, tumbuh 7,2% dibanding Ramadan sebelumnya, menurut riset Compas yang diberitakan Databoks. Pengukuran berlangsung 1–31 Maret 2025, mencakup toko resmi dan nonresmi di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan Blibli, dengan rating produk minimal empat bintang. [1]

MerekPangsa
Glad2Glow8,00%
Skintific7,98%
Wardah2,84%
Louisse Choice2,33%
MS Glow2,25%
La Roche-Posay2,23%
Skin10041,62%
Glowsophy1,48%
Labore1,40%
Pond’s1,34%

Sumber: Compas melalui Databoks. Angka bukan pangsa seluruh pasar skincare Indonesia, tidak mencakup penjualan luring, dan bukan peringkat Ramadan 2026.

Bagi brand baru, tabel ini dapat menjadi titik awal untuk meneliti kompetitor: ukuran kemasan, harga efektif, manfaat yang dikomunikasikan, dan kualitas ulasan. Pangsa penjualan saja belum menjelaskan alasan konsumen memilih suatu merek.

Hindari menganggap selisih pangsa yang kecil sebagai keunggulan permanen. Pemeriksaan yang lebih berguna adalah membandingkan posisi merek dalam beberapa periode dengan metode yang sama. Lihat juga peta persaingan skincare dan peluang brand baru.

3. Apa yang terjadi pada paket skincare pada 2026?

Markethac melaporkan GMV paket skincare sebesar Rp1,1 triliun sepanjang kuartal I 2026. Penjualan Maret meningkat 20,2% dibanding Februari. [2]

IndikatorData Markethac
Kontribusi official store53,6% terhadap GMV paket
Kontribusi non-official store46,3% terhadap GMV paket
Pemimpin kategori paketSkin1004, pangsa 4,8%

Selisih jumlah kontribusi toko dari 100% dapat terkait pembulatan. Ringkasan publik tidak menjelaskan seluruh rincian cakupan panel. Temuan ini tidak membuktikan bahwa paket menghasilkan margin lebih tinggi atau bahwa toko resmi menyebabkan konsumen lebih percaya.

Mengapa kenaikan bulanan perlu diperiksa lagi?

Februari 2026 memiliki 28 hari, sedangkan Maret memiliki 31 hari. Jika angka tersebut mewakili dua bulan kalender penuh dengan cakupan identik, perbandingan rata-rata GMV per hari dapat dihitung sebagai berikut:

Perubahan rata-rata harian = [(1,202 × 28 ÷ 31) − 1] × 100% ≈ 8,6%.
Ini perhitungan ilustratif dari angka bulanan yang dilaporkan, bukan pengukuran harian terpisah dari Markethac.

Normalisasi tersebut belum mengendalikan jumlah hari promosi, tanggal gajian, perubahan harga, maupun pergeseran Ramadan. Angka bulanan tetap valid untuk pertanyaan bulanan; pertanyaan tentang kenaikan intensitas belanja membutuhkan pembanding tambahan.

Implikasinya bagi brand: sebelum menggandakan produksi paket, periksa penjualan per hari, jumlah unit per paket, diskon yang ditanggung, dan margin kontribusi. Kenaikan omzet dapat terjadi bersamaan dengan penurunan laba per pesanan.

4. Bagaimana konteks belanja Ramadan 2026?

Worldpanel by Numerator melaporkan pertumbuhan belanja FMCG saat Ramadan 2026, dengan kanal daring berkembang lebih cepat. [3]

IndikatorPerubahanPembanding
Belanja FMCG+3,3%Ramadan tahun sebelumnya
Belanja rumah tangga pada periode Ramadan+12,8%Periode sebelum perayaan
Belanja FMCG daringLebih dari +60%Ramadan 2025

Beauty dan dairy disebut sebagai kelompok berkinerja kuat. Namun, ringkasan tersebut tidak memberikan persentase tersendiri untuk serum, sunscreen, atau pelembap. Penelitian melacak pembelian rumah tangga lintas kategori, kanal, dan wilayah; definisinya berbeda dari GMV marketplace.

Pertumbuhan FMCG daring tidak boleh dikutip sebagai pertumbuhan skincare daring. Data ini memberi konteks pilihan kanal, bukan ukuran langsung kategori skincare.

Untuk menerjemahkan konteks kanal menjadi rencana pemasaran, brand perlu memisahkan tempat konsumen pertama kali mengenal produk dari tempat transaksi akhirnya terjadi. Pembahasannya tersedia pada artikel dari mana konsumen mengenal brand skincare baru.

5. Apakah angka pertumbuhan makeup bisa digunakan untuk skincare?

Tidak secara langsung. Makeup dapat menjadi kategori pembanding, tetapi data pertumbuhannya tidak mewakili perawatan kulit.

Periode dan sumberAngka yang dilaporkanBatas interpretasi
Ramadan 2025; Compas melalui IndoTelkoFoundation +96%; maskara +65%; bedak +43%Basis perbandingan tidak dijelaskan secara memadai dalam pemberitaan. Jangan dipakai untuk pemeringkatan lintas sumber. [4]
Semester I 2026; Compas melalui KatadataNilai penjualan beauty +20,8%; volume +12,8% secara tahunanMeliputi Januari–Juni, bukan Ramadan saja. [5]
Semester I 2026; sumber yang samaNilai penjualan cat kuku +119%; setting spray +85%; eyeshadow +77%Pertumbuhan nilai kategori makeup, bukan pertumbuhan unit skincare. [5]

Dengan bukti yang tersedia, belum tepat menyatakan bahwa makeup pasti mengalahkan skincare selama Ramadan 2026. Kesimpulan tersebut memerlukan data kedua kelompok dari panel, periode, dan pembanding yang sama.

Pelajaran bisnisnya lebih spesifik: sebuah kategori dapat tumbuh karena kombinasi jumlah pembeli, frekuensi transaksi, jumlah barang per pesanan, dan harga efektif. Tanpa pemisahan faktor tersebut, angka pertumbuhan belum cukup menjadi dasar pengembangan produk.

6. Bagaimana membaca peluang Harbolnas 2026?

Realisasi Harbolnas 2025 sebesar Rp36,4 triliun, sedangkan Rp40 triliun untuk 2026 merupakan target. Angka tersebut mencakup berbagai kategori, bukan khusus skincare. [6] [7]

TahunTotal transaksiStatus pada 1 November 2026
2024Rp31,2 triliunRealisasi yang dikutip Kemendag
2025Rp36,4 triliunRealisasi; produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun
2026Rp40 triliunTarget; pelaksanaan dijadwalkan 10–16 Desember

Kemendag menyebut perawatan diri sebagai salah satu dari tiga kategori teratas yang diminati pada Harbolnas 2025. Namun, siaran persnya tidak memerinci penjualan serum, sunscreen, maupun pelembap. Cakupan Harbolnas 2026 juga diperluas ke layanan seperti perjalanan dan transportasi; perubahan cakupan perlu diperhatikan ketika membandingkan total tahunannya.

Apa pelajaran dari kampanye sebelumnya?

Compas melaporkan kenaikan nilai penjualan beauty sebesar 51% pada momentum 12.12 tahun 2023 dalam analisis yang memantau 1–14 Desember di Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Lazada. Ini bukti historis adanya respons penjualan terhadap momentum kampanye, bukan proyeksi untuk Harbolnas 2026. [8]

Brand sebaiknya memisahkan performa tanggal kembar, periode pemanasan, dan keseluruhan program. Menggabungkan semuanya ke dalam satu label “Harbolnas” dapat menyamarkan kapan pembelian sebenarnya terjadi.

7. Bagaimana mengubah data menjadi keputusan produk dan stok?

Gunakan data pasar untuk membangun hipotesis, kemudian uji dengan transaksi brand sendiri. Berikut kerangka kerja yang dapat digunakan sebelum menentukan jumlah produksi.

KeputusanData internal yang dibutuhkanTindakan
Memilih produk unggulanUnit terjual, pembelian ulang, margin, keluhanPrioritaskan produk yang permintaannya teruji dan pasokannya siap
Membentuk paketProduk yang sering dibeli bersama dan stok setiap komponennyaUji kombinasi berdasarkan kebutuhan perawatan yang jelas
Menentukan hargaHarga bersih, biaya promosi, biaya kanal, returTetapkan batas diskon berdasarkan kontribusi, bukan omzet semata
Menambah persediaanKecepatan penjualan, stok layak jual, jadwal pasokanSusun skenario rendah, dasar, dan tinggi
Menilai hasil kampanyePenjualan harian, pelanggan baru, pembelian ulangPeriksa dampak saat promosi dan setelahnya

Untuk penetapan harga sasaran, gunakan data harga serum, sunscreen, dan pelembap di Indonesia sebagai konteks. Samakan ukuran kemasan dan kondisi promosi sebelum membandingkan harga kompetitor.

Contoh skenario stok: simulasi, bukan prediksi pasar

Misalkan sebuah brand biasanya menjual 100 unit per hari. Untuk kampanye tujuh hari, tim dapat menguji tiga skenario berikut berdasarkan asumsi internal:

SkenarioAsumsi unit per hariKebutuhan tujuh hari
Rendah100700 unit
Dasar130910 unit
Tinggi1601.120 unit

Angka ini bukan rekomendasi pertumbuhan industri. Besaran skenario harus disesuaikan dengan histori, anggaran, kapasitas kanal, serta toleransi stok tersisa.

Kebutuhan tambahan = maksimum dari nol atau (proyeksi unit + stok pengaman − stok layak jual − penerimaan terkonfirmasi sebelum dibutuhkan).

Jika satu paket berisi dua produk, hitung kebutuhan masing-masing komponennya. Sediakan juga kemasan paket, label, dan kapasitas pengemasan. Stok produk jadi yang cukup belum tentu berarti paket siap dikirim.

8. Apakah diskon lebih besar selalu menghasilkan kampanye lebih baik?

Tidak. Penilaian perlu memasukkan margin kontribusi dan biaya memperoleh pembeli.

Sebagai simulasi sederhana, harga jual Rp100.000 dengan biaya produk Rp40.000 dan biaya variabel lain Rp20.000 menyisakan kontribusi Rp40.000 per pesanan. Diskon yang ditanggung brand sebesar 20% menurunkan penerimaan menjadi Rp80.000. Jika biaya lain tetap, kontribusi turun menjadi Rp20.000.

Dalam kondisi simulasi tersebut, jumlah pesanan harus menjadi dua kali lipat untuk mempertahankan total kontribusi yang sama. Perhitungan nyata perlu memakai biaya aktual, termasuk biaya platform, afiliasi, iklan, subsidi pengiriman, pajak yang relevan, serta retur. Sebagian biaya berubah mengikuti nilai transaksi.

Alternatif yang layak diuji mencakup paket rutinitas, hadiah dengan biaya terkendali, atau penawaran khusus pembelian ulang. Tidak ada format yang otomatis paling menguntungkan; keputusan akhirnya harus mengikuti hasil uji dan kapasitas operasional.

9. Bagaimana Cedefindo membantu menerjemahkan peluang pasar?

Bagi brand skincare, riset pasar akan lebih berguna jika diterjemahkan menjadi brief pengembangan yang dapat dikerjakan. Brief sebaiknya memuat target konsumen, kebutuhan kulit, karakter produk, ukuran kemasan, harga sasaran, rencana volume, dan jadwal peluncuran.

Melalui layanan pengembangan dan manufaktur Cedefindo, pemilik brand dapat mendiskusikan kebutuhan formulasi, pengujian stabilitas dan kompatibilitas, persiapan dokumentasi, serta produksi sesuai ruang lingkup proyek. Kelayakan dan jadwal perlu dikonfirmasi berdasarkan produk, kemasan, serta kesiapan material.

Mulai dari panduan cara membuat product brief kosmetik. Untuk konteks persiapan pemasaran, baca pula data produk kosmetik terdaftar di BPOM.

Persiapan kampanye untuk produk yang sudah tersedia berbeda dari peluncuran formula baru. Perubahan kemasan atau klaim juga perlu ditinjau sesuai kebutuhan proyek. Jangan menetapkan tenggat promosi lebih dahulu tanpa memastikan kesiapan produk dan pasokan.

Ingin menyusun portofolio skincare untuk kampanye berikutnya? Diskusikan brief produk dan kebutuhan produksi dengan tim Cedefindo, disertai target konsumen, harga sasaran, estimasi volume, dan waktu peluncuran yang diinginkan.

10. Cara mengukur hasil agar keputusan berikutnya lebih akurat

  1. Samakan durasi. Bandingkan periode dengan jumlah hari sebanding; tampilkan rata-rata harian jika panjang periode berbeda.
  2. Selaraskan kalender acara. Bandingkan fase menjelang Lebaran dengan fase yang sama pada tahun sebelumnya, bukan sekadar nama bulan.
  3. Pisahkan kategori dan format. Catat serum, sunscreen, dan pelembap; tandai apakah penjualannya satuan atau paket agar tidak dihitung ganda.
  4. Pisahkan nilai, unit, dan pesanan. Satu pesanan dapat memuat beberapa unit, sedangkan perubahan nilai dapat berasal dari harga maupun komposisi produk.
  5. Catat stok kosong dan promosi. Penjualan yang rendah saat stok habis tidak otomatis berarti minat konsumen menurun.
  6. Ukur sesudah kampanye. Periksa pembelian ulang dan penjualan normal untuk mengetahui apakah promo mempercepat pembelian yang sebenarnya akan terjadi kemudian.
  7. Gunakan pembanding bila memungkinkan. Bandingkan kelompok produk atau pelanggan yang sebanding; hindari menyebut seluruh kenaikan sebagai dampak kampanye tanpa pengujian.

Untuk setiap angka yang akan dikutip kembali, simpan penerbit, tautan, tanggal publikasi, periode pengamatan, cakupan kanal, definisi metrik, dan batasannya. Metadata ini membantu pembaca menilai relevansi angka tanpa harus menebak konteksnya.

FAQ: penjualan skincare saat Ramadan dan Harbolnas

Apakah penjualan skincare selalu naik saat Ramadan?

Tidak semua produk dan brand memiliki pola yang sama. Perubahan dapat dipengaruhi promosi, harga, pasokan, distribusi, dan basis pelanggan. Data kategori merupakan konteks, bukan jaminan hasil individual.

Kategori skincare apa yang paling cepat tumbuh pada Ramadan 2026?

Sumber yang ditelaah belum menyediakan perbandingan lengkap serum, sunscreen, pelembap, dan pembersih dengan panel serta pembanding yang sama. Karena itu, artikel ini tidak menetapkan peringkat pertumbuhan antarjenis skincare.

Apakah paket skincare sama dengan kategori skincare secara keseluruhan?

Tidak. Paket adalah cara menggabungkan produk dalam penawaran. Isinya dapat terdiri dari beberapa jenis skincare, sehingga ukuran pasar paket tidak boleh langsung dijumlahkan dengan kategori komponennya tanpa pemeriksaan metodologi.

Apakah angka penjualan marketplace mewakili seluruh Indonesia?

Belum tentu. Angka mengikuti cakupan penyedia data, termasuk platform, toko, dan kriteria produk. Penjualan melalui gerai, klinik, distributor, atau situs brand dapat berada di luar panel.

Apakah pertumbuhan GMV sama dengan pertumbuhan laba?

Tidak. GMV tidak menunjukkan seluruh biaya dan potongan yang ditanggung brand. Evaluasi laba membutuhkan penerimaan bersih, biaya produk, biaya kanal, biaya promosi, dan biaya operasional terkait.

Apakah data Harbolnas 2026 sudah final?

Belum pada tanggal pembaruan artikel ini. Angka 2026 di atas merupakan target sebelum acara berlangsung. Bagian tersebut perlu diperbarui setelah realisasi resmi tersedia.

Apakah tanggal kembar dapat dibandingkan langsung dengan seluruh Harbolnas?

Tidak tanpa menyamakan jendela pengamatan. Satu hari kampanye, periode pemanasan, dan program beberapa hari memiliki durasi serta intensitas penawaran berbeda.

Apakah official store pasti lebih menguntungkan?

Tidak dapat disimpulkan dari pangsa GMV. Keuntungan dipengaruhi struktur biaya, kendali harga, kontribusi reseller, dan kebutuhan promosi. Analisis profitabilitas perlu dilakukan pada setiap kanal.

Bagaimana menentukan jumlah stok untuk musim promosi?

Gunakan penjualan normal, hasil kampanye sebelumnya, rencana promosi, dan skenario permintaan. Kurangi kebutuhan dengan stok layak jual serta pasokan terkonfirmasi, kemudian evaluasi risiko kehabisan maupun kelebihan stok.

Kapan brand perlu berdiskusi dengan mitra manufaktur?

Ketika brief awal dan waktu peluncuran mulai terbentuk. Formula baru, pemilihan kemasan, pengujian, dokumentasi, dan produksi memerlukan koordinasi; jadwal final harus disepakati berdasarkan kondisi proyek.

Referensi dan catatan metodologi

Riset ini mengutamakan sumber primer yang tersedia untuk publik. Data yang diperoleh melalui media ditandai sebagai sumber sekunder. Artikel tidak menggunakan estimasi untuk mengisi angka kategori yang tidak tersedia, tidak menjumlahkan panel berbeda, dan tidak menganggap target sebagai realisasi.

  1. Databoks — 10 Merek Pelembap Wajah Terlaris di E-Commerce pada Ramadan 2025. Sumber sekunder atas riset Compas; pengamatan Maret 2025.
  2. Markethac — Brand Beauty Berlomba Kuasai Market Paket Skincare di Q1 2026. Sumber primer, 10 April 2026; paket skincare dan GMV.
  3. Worldpanel by Numerator — Ramadan remains Indonesia’s biggest retail moment as shoppers embrace new festive habits. Sumber primer, 26 Agustus 2026; belanja FMCG rumah tangga.
  4. IndoTelko — Compas prediksi pasar FMCG e-commerce 2026 capai Rp155 triliun. Sumber sekunder; dipakai hanya untuk konteks makeup Ramadan 2025, bukan untuk proyeksi skincare.
  5. Katadata — Belanja Kebutuhan Harian Makin Pindah ke E-Commerce, Transaksi Rp88 Triliun. Sumber sekunder atas Compas, 21 Agustus 2026; pengamatan semester I 2026.
  6. Kementerian Perdagangan — Kick-off Road to Harbolnas 2026. Sumber primer, 27 Agustus 2026; realisasi 2024–2025, jadwal, dan perubahan cakupan 2026.
  7. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian — Akselerasi Ekonomi Digital dan Produk Lokal, Pemerintah Gelar Kick-off Road to Harbolnas 2026. Sumber primer, 27 Agustus 2026; target transaksi 2026.
  8. Compas — Harbolnas 12.12 FMCG di E-Commerce. Sumber primer, 27 Desember 2023; konteks historis kampanye tanggal kembar.