Perkembangan Industri Parfum Indonesia: Pasar Digital Membesar, Bagaimana Peluang Brand Lokal?
Pembaruan riset: 23 Oktober 2026. Mencakup data perdagangan 2023–2025, penjualan daring 2024–2025, dan indikator persaingan kuartal II 2026.
Sebuah parfum bisa menarik perhatian lewat cerita aromanya. Namun, membangun bisnis parfum membutuhkan pemahaman tentang permintaan, persaingan, pengembangan produk, dan kemampuan memenuhi pesanan berikutnya.
Perkembangan industri parfum Indonesia menunjukkan pertumbuhan pada kanal penjualan daring dan pemulihan nilai ekspor pada 2025. Compas melaporkan penjualan kategori parfum di e-commerce dalam cakupan pemantauannya mencapai Rp6,1 triliun pada 2025. Sementara itu, WITS/UN Comtrade mencatat ekspor Indonesia untuk HS 330300—parfum dan toilet waters—sebesar US$111,21 juta pada tahun yang sama. [1][4]
Kedua angka tersebut mengukur kegiatan berbeda. Penjualan e-commerce bukan ukuran seluruh pasar parfum nasional; nilai ekspor juga bukan pendapatan ritel brand Indonesia. Memahami perbedaan ini membantu pemilik brand membaca peluang secara lebih tepat.
Artikel ini merangkum data pasar, perdagangan, persaingan, dan ekosistem manufaktur, kemudian menghubungkannya dengan persiapan pengembangan parfum bersama PT Cedefindo.
Ringkasan statistik industri parfum Indonesia
| Indikator | Angka | Periode | Cakupan |
|---|---|---|---|
| Penjualan parfum di e-commerce | Rp6,1 triliun | 2025 | Pemantauan Compas; bukan seluruh pasar nasional |
| Unit parfum terjual di e-commerce | 115 juta unit | 2025 | Pemantauan Compas |
| Pertumbuhan segmen parfum pria | 70% | 2025 terhadap 2024 | Menurut publikasi Compas |
| Ekspor parfum dan toilet waters | US$111,21 juta | 2025 | HS 330300, WITS/UN Comtrade |
| Impor parfum dan toilet waters | US$134,14 juta | 2024 | HS 330300, WITS/UN Comtrade |
| Pangsa Mykonos di kategori parfum dan wewangian Shopee | 6,78% | Kuartal II 2026 | Berdasarkan nilai penjualan dalam data Compas |
| Item wewangian dalam publikasi SKE BPOM | 909 item | 2021–Maret 2025 | Data administratif, bukan unit penjualan |
Seberapa besar pertumbuhan penjualan parfum secara daring?
Compas melaporkan kenaikan nilai penjualan kategori parfum sebesar 53% pada 2025 dalam cakupan data e-commerce yang dianalisisnya. Publikasi tersebut juga menunjukkan kenaikan unit terjual dan harga rata-rata. [1]
| Indikator pemantauan Compas | 2024 | 2025 | Pertumbuhan yang dilaporkan |
|---|---|---|---|
| Nilai penjualan | Rp4 triliun | Rp6,1 triliun | 53% |
| Unit terjual | 84 juta | 115 juta | 36% |
| Harga rata-rata produk | Rp47.000 | Rp53.000 | 12% |
Angka nominal dibulatkan oleh sumber, sehingga persentase yang dihitung ulang dari angka tampilan dapat berbeda. Artikel ini mempertahankan persentase yang dilaporkan Compas. Halaman publik tersebut tidak menjabarkan seluruh rincian cakupan platform, toko, retur, dan diskon; angkanya tidak diekstrapolasi menjadi total pasar nasional.
Untuk pemilik brand, perubahan harga rata-rata belum menunjukkan penyebab tunggal. Perubahan bauran produk, ukuran, promosi, dan segmen pembeli perlu diteliti sebelum menyimpulkan konsumen beralih ke parfum premium. Pertumbuhan omzet kategori juga belum membuktikan kenaikan laba setiap penjual.
Bagaimana perkembangan ekspor parfum Indonesia?
Ekspor parfum dan toilet waters Indonesia pulih pada 2025 setelah turun pada 2024, tetapi belum kembali ke nilai 2023. Perbandingan berikut menggunakan kode produk dan negara pelapor yang sama.
| Tahun | Ekspor HS 330300, US$ juta | Berat tercatat, kg | Pertumbuhan nilai tahunan |
|---|---|---|---|
| 2023 | 135,89 | 9.434.160 | — |
| 2024 | 103,46 | 8.042.650 | −23,86% |
| 2025 | 111,21 | 7.056.700 | +7,49% |
Sumber: WITS/UN Comtrade. Persentase merupakan perhitungan editorial dari angka sebelum pembulatan. Indonesia adalah reporter; mitra adalah dunia; klasifikasi pada halaman sumber adalah HS 1988/92 (H0).
Pada 2025, berat ekspor turun sekitar 12,26% dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun nilainya meningkat. Secara aritmetika, nilai rata-rata per kilogram naik. Namun, data agregat ini tidak membuktikan kenaikan harga produk yang identik atau keberhasilan strategi premium: komposisi barang, tujuan, dan transaksi dapat berubah.
Perkembangan tersebut menunjukkan mengapa analisis industri perlu memeriksa nilai dan kuantitas sekaligus. Pertumbuhan satu tahun juga perlu dibaca dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Negara mana yang menjadi tujuan ekspor parfum Indonesia?
Singapura merupakan tujuan terbesar berdasarkan nilai ekspor HS 330300 Indonesia pada 2025. Berikut delapan tujuan terbesar yang disebut sebagai negara pada tabel WITS.
| Negara tujuan | Nilai ekspor 2025, US$ juta |
|---|---|
| Singapura | 82,486 |
| Malaysia | 9,753 |
| Amerika Serikat | 4,797 |
| Uni Emirat Arab | 3,374 |
| Timor-Leste | 2,249 |
| Filipina | 1,201 |
| Sri Lanka | 0,804 |
| Vietnam | 0,688 |
Singapura mencakup sekitar 74,17% nilai ekspor kelompok ini, berdasarkan perhitungan editorial. Porsi tersebut menunjukkan konsentrasi tujuan perdagangan, bukan pangsa konsumsi parfum Indonesia oleh penduduk Singapura. Data ini tidak melacak distribusi lanjutan hingga konsumen akhir.
Bagi brand, tabel tujuan berguna untuk menyusun prioritas riset distributor, saluran penjualan, dan kebutuhan pasar. Negara dengan nilai perdagangan terbesar belum tentu merupakan pasar awal terbaik untuk setiap konsep produk.
Untuk konteks lintas kategori, baca juga Data Ekspor Kosmetik Indonesia.
Bagaimana persaingan dengan parfum impor?
Indonesia juga merupakan pasar bagi parfum impor. Pada 2024, impor HS 330300 mencapai US$134,14 juta, dengan lima negara asal terbesar berikut. [5]
| Negara asal | Nilai impor 2024, US$ juta |
|---|---|
| Prancis | 67,064 |
| Spanyol | 24,002 |
| Italia | 14,069 |
| Tiongkok | 9,728 |
| Amerika Serikat | 7,957 |
Dibandingkan ekspor kategori yang sama pada 2024, selisih nilai ekspor dikurangi impor adalah sekitar minus US$30,68 juta. Ini merupakan selisih perdagangan tercatat, bukan kerugian industri maupun selisih penjualan ritel. Perdagangan ekspor dan impor umumnya juga menggunakan basis penilaian berbeda, sehingga angka ini tidak dipakai untuk menghitung margin. [3][5]
Data tersebut memperlihatkan bahwa brand beroperasi dalam pasar dengan pasokan domestik dan impor. Untuk menilai persaingan, bandingkan produk pada segmen harga, ukuran, karakter aroma, dan kanal penjualan yang relevan.
Tabel impor menggunakan 2024 karena data tahun tersebut berhasil diverifikasi dalam riset ini; artikel tidak menyimpulkan arah perubahan impor 2025.
Brand apa yang terlihat kuat di kanal marketplace?
Dalam pemantauan Compas untuk kategori parfum dan wewangian di Shopee kuartal II 2026, Mykonos berada di posisi pertama berdasarkan nilai penjualan. Rinciannya sebagai berikut. [6]
| Peringkat | Brand | Pangsa nilai penjualan |
|---|---|---|
| 1 | Mykonos | 6,78% |
| 2 | Scarlett | 5,46% |
| 3 | HMNS | 5,09% |
| 4 | Saff & Co | 3,53% |
| 5 | Octarine | 2,99% |
| 6 | Afnan | 1,89% |
| 7 | Macbrame | 1,58% |
| 8 | Morris | 1,50% |
| 9 | Parfarome | 1,49% |
| 10 | Ahmed Al Maghribi | 1,35% |
Periode: April–Juni 2026. Pangsa ini berlaku untuk kanal dan kategori yang dianalisis Compas, bukan seluruh industri parfum Indonesia. Nama-nama tersebut dicantumkan sebagai data pasar; tabel ini tidak menyatakan hubungan manufaktur dengan Cedefindo.
Peringkat membantu menentukan pembanding. Namun, penyebab performa—misalnya promosi, portofolio, harga, atau pembelian ulang—memerlukan analisis tambahan. Posisi teratas tidak dengan sendirinya menunjukkan margin tertinggi.
Apa yang ditunjukkan data BPOM tentang wewangian?
BPOM mencatat 909 item wewangian dalam publikasi aktivitas Surat Keterangan Ekspor untuk periode 2021 hingga Maret 2025. Pada periode tersebut, total lintas kategori kosmetik mencakup 1.468 SKE, 5.728 item, dan 82 perusahaan. [7]
| Indikator | Jumlah | Cakupan |
|---|---|---|
| Item wewangian | 909 | Kelompok wewangian |
| Item kosmetik keseluruhan | 5.728 | Lintas kategori kosmetik |
| SKE diterbitkan | 1.468 | Lintas kategori kosmetik |
| Perusahaan tercatat | 82 | Cakupan publikasi BPOM |
Data administratif ini menunjukkan keterlibatan wewangian dalam aktivitas ekspor. Angkanya tidak sama dengan jumlah merek parfum, jumlah botol, jumlah pengiriman, atau seluruh perusahaan parfum nasional.
Pembedaan ini penting karena jumlah produsen kosmetik secara keseluruhan sering dipakai seolah-olah merupakan jumlah pabrik parfum. Artikel ini tidak menggunakan penyamaan tersebut.
Apa yang berkembang dalam ekosistem industri parfum?
Perkembangan industri parfum dapat dilihat melalui kanal penjualan, akses pasar, bahan baku, dan dukungan manufaktur. Keempatnya memberi sudut pandang yang saling melengkapi.
Akses pasar luar negeri bagi pelaku industri
Kemenperin pada September 2026 memberitakan ekspor parfum dan gel rambut PT Follow Me Indonesia ke Papua Nugini. Kasus ini menunjukkan adanya kegiatan ekspor oleh pelaku industri yang mendapatkan pembinaan. Kasus tersebut bukan data kinerja Cedefindo dan tidak mewakili keberhasilan seluruh usaha parfum.
Untuk brand yang sedang berkembang, pembelajaran praktisnya adalah menyiapkan produk, mutu, dokumentasi, dan hubungan pembeli sebagai satu rencana usaha. Ketertarikan distributor perlu ditindaklanjuti dengan kesepakatan spesifikasi, harga, serta kapasitas pasokan.
Peluang pengembangan dari bahan aromatik Indonesia
Minyak nilam memiliki hubungan dengan rantai pasok parfum. Pedoman Kementerian Pertanian menjelaskan penggunaannya dalam industri parfum dan sejumlah industri lain.
Keberadaan bahan aromatik dapat menjadi titik awal pengembangan identitas produk. Namun, konsep “berbahan lokal” perlu diterjemahkan menjadi spesifikasi bahan, kualitas aroma, konsistensi pasokan, dan informasi asal yang dapat dipertanggungjawabkan.
Data minyak atsiri tidak dijumlahkan dengan ekspor parfum jadi. Keduanya berada pada tahap rantai nilai dan kelompok produk yang berbeda.
Pengembangan produk melalui mitra manufaktur
Model kontrak manufaktur memungkinkan brand membahas pengembangan dan produksi dengan perusahaan yang menyediakan fasilitas serta layanan terkait. Pembagian pekerjaan perlu dibuat jelas: siapa menyiapkan konsep, formula, bahan, kemasan, dokumen, dan rencana distribusi.
Bagi pemilik brand, kemampuan menjaga mutu pada pesanan ulang merupakan pertimbangan yang sama pentingnya dengan keberhasilan membuat sampel pertama.
Apa implikasinya bagi brand yang ingin meluncurkan parfum?
Data industri sebaiknya diterjemahkan menjadi keputusan produk yang dapat diuji. Berikut kerangka pengembangan yang dapat digunakan sebelum memperbesar investasi produksi.
| Keputusan | Pertanyaan yang perlu dijawab | Hasil yang diharapkan |
|---|---|---|
| Segmen konsumen | Siapa pengguna dan kapan parfum digunakan? | Profil konsumen serta konteks penggunaan |
| Identitas aroma | Karakter apa yang ingin dikenali konsumen? | Brief aroma yang dapat dibahas dengan pengembang |
| Format dan ukuran | Apakah konsumen membutuhkan botol utama, ukuran perjalanan, atau paket percobaan? | Rencana ukuran dan portofolio awal |
| Harga | Berapa biaya sampai produk diterima pembeli? | Simulasi harga dan kontribusi margin |
| Kemasan | Bagaimana kesesuaian formula, botol, penutup, dan semprotan? | Spesifikasi kemasan dan rencana evaluasi |
| Klaim | Apa yang hendak dijanjikan kepada konsumen dan bagaimana pembuktiannya? | Pesan produk yang sesuai bukti |
| Pasokan | Bagaimana kebutuhan bahan dan jadwal pemesanan ulang? | Rencana produksi dan persediaan |
Kerangka tersebut merupakan analisis editorial, bukan hasil survei terhadap seluruh brand parfum.
Sebagai contoh, konsep parfum untuk penggunaan sehari-hari di kantor memerlukan brief yang lebih jelas daripada sekadar “wangi dan tahan lama”. Tim perlu menyepakati karakter aroma, intensitas yang diinginkan, format kemasan, harga sasaran, serta cara mengevaluasi penerimaan sampel. Preferensi calon konsumen kemudian digunakan untuk memperbaiki konsep sebelum produksi.
Untuk kanal daring, brand juga perlu membantu konsumen memahami karakter produk melalui deskripsi yang konsisten, informasi ukuran, dan materi visual. Pernyataan ketahanan aroma sebaiknya mengikuti hasil evaluasi produk, bukan mengikuti klaim kompetitor tanpa pembuktian.
Bagaimana Cedefindo mendukung pengembangan brand parfum?
PT Cedefindo dapat menjadi mitra pembahasan pengembangan dan manufaktur bagi brand parfum. Situs perusahaan mencantumkan kategori fragrance seperti eau de parfum, eau de toilette, eau de cologne, serta body spray aerosol dan non-aerosol. [10]
Layanan Cedefindo mencakup pengembangan produk, bahan baku, bahan kemasan, pengolahan bulk, serta filling dan packing. Alur layanan yang dipublikasikan juga mencantumkan pengembangan formula, uji stabilitas dan kompatibilitas, registrasi BPOM dan halal, produksi massal, serta pengiriman.
Brand dapat memulai diskusi dengan membawa informasi berikut:
- Konsep dan profil konsumen.
- Karakter aroma serta pengalaman penggunaan yang dituju.
- Format, ukuran, dan preferensi kemasan.
- Harga sasaran, perkiraan volume, dan jadwal peluncuran.
- Pasar domestik atau negara tujuan ekspor.
Kebutuhan pengujian, dokumen, jumlah pesanan, biaya, dan waktu pengerjaan perlu dikonfirmasi sesuai proyek. Artikel ini tidak menetapkan MOQ atau menjanjikan persetujuan produk dan keberhasilan penjualan.
Pelajari layanan Cedefindo untuk menyusun pembahasan pengembangan parfum. Untuk memahami konteks sektor yang lebih luas, baca Statistik Industri Kosmetik Indonesia.
FAQ tentang perkembangan industri parfum Indonesia
1. Apakah industri parfum Indonesia sedang tumbuh?
Ada indikator pertumbuhan, tetapi polanya berbeda antarukuran. Penjualan daring dalam data Compas meningkat pada 2025, sedangkan ekspor HS 330300 pulih setelah penurunan pada tahun sebelumnya. Data tersebut belum menunjukkan pertumbuhan seluruh usaha atau kanal penjualan.
2. Apakah Rp6,1 triliun merupakan seluruh nilai pasar parfum Indonesia?
Tidak. Angka itu merupakan penjualan e-commerce dalam cakupan publikasi Compas, sehingga tidak mewakili seluruh transaksi daring dan luring nasional.
3. Apa yang dimaksud dengan HS 330300?
HS 330300 pada sumber WITS adalah kelompok “Perfumes and toilet waters”. Dalam artikel ini, nama tersebut diterjemahkan sebagai parfum dan toilet waters. Kelompoknya tidak mencakup seluruh kosmetik maupun seluruh bahan baku wewangian.
4. Apakah data ekspor menunjukkan penjualan brand lokal?
Tidak secara khusus. Tabel menggunakan Indonesia sebagai negara pelapor dan tidak memisahkan data berdasarkan kepemilikan merek, pabrik, atau model maklon. Kesimpulan tentang brand lokal tertentu memerlukan data tambahan.
5. Apakah peringkat marketplace sama dengan pangsa nasional?
Tidak. Peringkat Compas yang ditampilkan berlaku untuk kategori parfum dan wewangian di Shopee pada kuartal II 2026. Kanal, periode, dan metode pengukuran harus ikut disebut ketika mengutipnya. [6]
6. Berapa jumlah perusahaan parfum di Indonesia?
Riset ini belum mendapatkan angka nasional khusus perusahaan parfum dengan definisi dan periode yang dapat diverifikasi. Jumlah industri kosmetik keseluruhan tidak digunakan sebagai penggantinya.
7. Apakah nilai ekspor yang naik membuktikan parfum Indonesia semakin premium?
Belum. Nilai perdagangan dapat berubah karena harga, komposisi produk, tujuan, maupun jenis transaksi. Untuk membuktikan premiumisasi, diperlukan data produk dan harga yang sebanding dari waktu ke waktu.
8. Apakah brand bisa mengembangkan parfum tanpa membangun pabrik sendiri?
Brand dapat membahas kerja sama kontrak manufaktur. Ruang lingkup pengembangan, produksi, penyediaan bahan dan kemasan, serta tanggung jawab masing-masing pihak perlu disepakati sebelum proyek berjalan.
9. Berapa biaya dan minimum pemesanan parfum di Cedefindo?
Biaya dan minimum pemesanan perlu diminta langsung berdasarkan spesifikasi proyek. Formula, kemasan, ukuran, jumlah varian, pengujian, dan volume dapat memengaruhi penawaran. Artikel ini tidak memberikan angka yang belum dikonfirmasi.
10. Apakah artikel ini berisi hasil setahun penuh 2026?
Tidak. Artikel diperiksa pada Oktober 2026. Data tahunan yang digunakan berasal dari 2023–2025, sedangkan indikator 2026 memiliki periode khusus yang disebutkan pada bagian terkait.
Metodologi dan batasan
Artikel merupakan kompilasi sumber publik, bukan riset primer Cedefindo. Statistik perdagangan berasal dari WITS yang menyajikan data UN Comtrade; data penjualan daring berasal dari Compas sebagai penerbit analisisnya; indikator administratif berasal dari BPOM; konteks industri berasal dari kementerian; informasi layanan berasal dari situs Cedefindo.
Angka WITS dalam satuan 1000 USD dibagi 1.000 menjadi juta dolar AS. Pertumbuhan dihitung dengan rumus (nilai tahun akhir ÷ nilai tahun awal − 1) × 100%. Pembulatan dilakukan setelah perhitungan. Koma pada tabel merupakan tanda desimal dan titik merupakan pemisah ribuan.
Penjualan marketplace, ekspor, impor, jumlah dokumen, dan jumlah item tidak dijumlahkan menjadi satu ukuran pasar. Data 2024 dan 2025 tidak dipertukarkan. Tidak ada estimasi buatan untuk total pasar nasional, jumlah pabrik parfum, atau realisasi setahun penuh 2026.
Statistik dapat direvisi oleh penerbitnya. Seluruh data dan tautan dalam riset ini diperiksa pada 23 Oktober 2026.
Referensi
- Compas, 8 April 2026. Tren Parfum Pria di E-Commerce 2026: Peluang Rp6,1 T untuk Brand FMCG.
- World Bank WITS / UN Comtrade. Indonesia, ekspor parfum dan toilet waters, 2023, HS 330300.
- World Bank WITS / UN Comtrade. Indonesia, ekspor parfum dan toilet waters, 2024, HS 330300.
- World Bank WITS / UN Comtrade. Indonesia, ekspor parfum dan toilet waters, 2025, HS 330300.
- World Bank WITS / UN Comtrade. Indonesia, impor parfum dan toilet waters, 2024, HS 330300.
- Compas, 28 September 2026. Top 10 Brand Kategori Parfum & Wewangian di Shopee Q2 2026.
- BPOM, 2 Juni 2025. Ekspor Kosmetik Meningkat, BPOM Terbitkan 1.468 Surat Keterangan Ekspor Hingga Maret 2025.
- Kementerian Perindustrian, 16 September 2026. Berhasil Naik Kelas, IKM Parfum Binaan Kemenperin Tembus Pasar Papua Nugini.
- Kementerian Pertanian, pedoman 2015. Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Nilam. Digunakan untuk konteks pemanfaatan nilam, bukan angka pasar terkini.
- PT Cedefindo. Situs resmi—Beauty Categories: Fragrance.
- PT Cedefindo. Services.