Statistik Pasar Skincare Indonesia 2026: Siapa Menguasai Pasar, dan Di Mana Peluang Brand Baru?

← All News

Riset diperiksa pada 23 Oktober 2026. Artikel membedakan data pasar 2025, estimasi 2026, dan hasil pemantauan marketplace kuartal I–II 2026.

Brand yang memimpin pelembap belum tentu memimpin sunscreen. Perusahaan dengan portofolio besar secara nasional juga belum tentu menempati urutan pertama pada setiap marketplace. Inilah titik awal untuk memahami peta kekuatan pasar skincare Indonesia.

Pada kuartal II 2026, data Compas menempatkan Skintific sebagai pemimpin pelembap wajah di Shopee, Wardah pada sunscreen–aftersun, dan Glad2Glow pada paket kecantikan. Masing-masing memiliki pangsa nilai penjualan 8,27%, 10,4%, dan 14,00% dalam kategori serta cakupan pemantauan tersebut. Ketiganya bukan angka pangsa seluruh pasar skincare nasional. [4][5][6]

Bagi calon pemilik brand, pertanyaan yang lebih berguna daripada “apakah pasar skincare masih besar?” adalah: kategori mana yang akan dimasuki, siapa pesaing langsungnya, melalui kanal apa produk dijual, dan kemampuan apa yang harus disiapkan?

Artikel ini menggabungkan sumber riset pasar, pemantauan e-commerce, informasi regulator, dan layanan manufaktur Cedefindo untuk membantu menjawabnya.

Table of Contents

Ringkasan: peta kekuatan pasar skincare dalam satu tabel

Lapisan pasarTemuanPeriodeCara membaca
Perusahaan skincare nasionalL’Oréal Indonesia 15%; Paragon 9%; Unilever Indonesia 7%2025, laporan Euromonitor terbit Mei 2026Pangsa perusahaan, bukan satu merek
Pelembap wajah ShopeeSkintific berada di posisi pertamaKuartal II 2026Satu kategori pada satu platform
Sunscreen–aftersun ShopeeWardah berada di posisi pertamaKuartal II 2026Cakupan kategori Compas
Paket kecantikan ShopeeGlad2Glow berada di posisi pertamaKuartal II 2026Kategori paket, bukan seluruh skincare
Kanal BPC daringShopee 50%; TikTok Shop 47%Kuartal I 2026, estimasi CubeBeauty & Personal Care pada tiga platform yang dilacak

Sumber: [1], [3], [4], [5], [6]. BPC adalah Beauty & Personal Care. Persentase berbeda baris tidak untuk dijumlahkan karena penyebutnya berbeda.

Berapa besar pasar skincare Indonesia pada 2026?

Next Move Strategy Consulting mengestimasi pasar produk skincare Indonesia sebesar US$6,41 miliar pada 2026, dari nilai dasar US$5,54 miliar pada 2025. Angka 2026 adalah estimasi lembaga riset, bukan realisasi setahun penuh yang sudah selesai. [2]

IndikatorAngkaStatus dan cakupan
Pasar produk skincare 2025US$5,54 miliarEstimasi tahun dasar Next Move
Pasar produk skincare 2026US$6,41 miliarEstimasi tahun pertama proyeksi Next Move
Pasar produk skincare 2035US$9,98 miliarProyeksi jangka panjang Next Move
CAGR 2026–20355,04%Pertumbuhan majemuk proyeksi; bukan pertumbuhan tahunan 2025–2026

Laporan edisi 30 September 2026 tersebut mencakup perawatan wajah, tubuh, tangan dan kaki, serta kelompok lainnya; kanal daring dan luring juga masuk dalam segmentasinya. Metodologi rinci perlu ditinjau sebelum angka digunakan dalam pemodelan bisnis. [2]

Artikel ini tidak merata-ratakan angka dari beberapa lembaga menjadi satu “nilai pasar resmi”. Perbedaan definisi produk, sumber data, periode, dan metode estimasi harus direkonsiliasi terlebih dahulu. Penyebab spesifik perbedaan dua laporan tidak boleh ditebak hanya dari judulnya.

Nilai pasar kosmetik, nilai pasar skincare, dan nilai transaksi marketplace juga bukan ukuran yang saling menggantikan. Sebuah angka dapat benar dalam cakupannya, tetapi menyesatkan jika diberi label yang berbeda.

Mengapa skincare, sunscreen, dan beauty care perlu dibedakan?

Batas kategori mengikuti metodologi sumber. Ringkasan Euromonitor mendefinisikan skin care sebagai gabungan facial care, body care, hand care, dan skin care sets/kits; sun care dibahas terpisah dalam laporan kategorinya. [1]

IstilahDigunakan untuk apa dalam artikel ini?
Skincare nasionalMembaca struktur kategori dalam laporan lembaga riset
Pelembap wajahMembandingkan brand pada subkategori marketplace
Sunscreen–aftersunMembaca kategori perlindungan/perawatan setelah matahari sesuai penamaan sumber
Paket kecantikanMengamati penjualan produk berbentuk paket; bukan total penjualan seluruh SKU skincare
Beauty & Personal CareMembaca sektor yang lebih luas, termasuk kategori di luar skincare

Sunscreen tetap relevan bagi calon brand skincare, tetapi nilainya tidak otomatis ditambahkan ke suatu total pasar yang definisinya belum diperiksa. Parfum dan makeup juga tidak digunakan untuk menentukan siapa pemimpin skincare.

Siapa pemain kuat di tingkat perusahaan nasional?

Ringkasan publik laporan Euromonitor Mei 2026 menunjukkan perubahan struktur perusahaan skincare pada 2025. Berikut angka yang dipublikasikan. [1]

PerusahaanPangsa nilai 2020 yang disebut sumberPangsa nilai 2025
L’Oréal Indonesia PTTidak ditampilkan dalam ringkasan yang digunakan15%
Paragon Technology & Innovation PT7%9%
Unilever Indonesia Tbk PT23%7%

Tabel ini membandingkan perusahaan. Satu perusahaan dapat memiliki beberapa brand, sehingga persentasenya tidak langsung dibandingkan dengan pangsa satu brand pada pelembap di Shopee.

Temuan ini memperbaiki anggapan bahwa pemimpin kategori marketplace yang berpangsa satu digit berarti pasar nasional tidak memiliki pemain kuat. Kekuatan perusahaan dapat tersebar di beberapa merek, produk, dan saluran penjualan.

Ringkasan publik juga menunjukkan ritel luring tetap memimpin distribusi skincare pada 2025. Karena persentase detail kanal tidak tersedia pada materi yang digunakan, artikel tidak membuat pembagian nasional daring versus luring sendiri. [1]

Siapa memimpin pelembap wajah di Shopee pada 2026?

Skintific menempati posisi pertama pelembap wajah di Shopee pada April–Juni 2026. Pangsa nilai penjualan lima brand teratas dalam pemantauan Compas adalah sebagai berikut. [4]

PeringkatBrandPangsa nilai penjualan
1Skintific8,27%
2Glad2Glow6,91%
3La Roche-Posay6,49%
4Wardah3,72%
5Scora2,69%

Skintific dan Glad2Glow bertukar posisi dibandingkan kuartal I 2026. Selisih keduanya pada kuartal II adalah 1,36 poin persentase. Tiga posisi teratas berjumlah 21,67%, berdasarkan penjumlahan editorial atas angka yang dipublikasikan. [4]

Data ini membantu menentukan pesaing pembanding. Namun, pangsa yang tersebar tidak membuktikan pasar mudah dimasuki: biaya akuisisi pelanggan, kualitas distribusi, anggaran promosi, dan loyalitas konsumen tidak terlihat dalam tabel.

Untuk calon brand pelembap, riset berikutnya perlu menjawab kebutuhan yang belum terpenuhi secara spesifik—misalnya pengalaman tekstur, kenyamanan pemakaian, ukuran, atau harga—lalu menguji konsep tersebut kepada calon pengguna. Daftar ini adalah arah pengujian, bukan klaim bahwa segmennya sudah terbukti kekurangan pasokan.

Bagaimana peta persaingan sunscreen?

Wardah memimpin kategori sunscreen–aftersun di Shopee pada kuartal II 2026 dalam data Compas. [5]

PeringkatBrandPangsa nilai penjualan
1Wardah10,4%
2Facetology7,5%
3Azarine6,3%
4Skintific4,9%
5SKIN10043,7%

Catatan kualitas data: sumber menyebut total lima teratas 46,2%, tetapi lima angka individual di atas berjumlah 32,8%. Artikel ini menampilkan angka individual dan hasil penjumlahan editorial, serta tidak menggunakan klaim total 46,2%. Ketidaksesuaian pada sumber memerlukan klarifikasi penerbit. [5]

Untuk brand yang ingin masuk sunscreen, kemampuan membuktikan klaim dan menjaga mutu produk harus menjadi bagian dari perencanaan. Peringkat penjualan tidak menunjukkan nilai SPF, efektivitas, atau keunggulan keamanan suatu produk.

Bagaimana persaingan brand lokal di ShopTokopedia?

Pada pemeringkatan brand lokal sunscreen–aftersun di ShopTokopedia, Compas melaporkan lima posisi berikut untuk periode yang sama. [7]

Brand lokalPangsa yang dilaporkan
Wardah7,41%
Facetology7,36%
Azarine4,05%
Scora3,34%
Labore2,84%

Wardah dan Facetology hanya terpaut 0,05 poin persentase. Sumber menjelaskan pemilihan top brand lokal dari keseluruhan brand pada platform; tabel bukan survei seluruh pasar nasional. [7]

Perbandingan lintas platform membantu menemukan kompetitor yang perlu dipantau, tetapi selisih pangsa bukan selisih omzet. Untuk membandingkan nilai penjualan, diperlukan total kategori masing-masing platform dengan definisi yang sama.

Apakah paket skincare memiliki pola persaingan berbeda?

Glad2Glow memimpin kategori paket kecantikan Shopee dengan jarak yang lebih besar terhadap posisi kedua pada kuartal II 2026. [6]

PeringkatBrandPangsa nilai penjualan
1Glad2Glow14,00%
2Skintific4,26%
3Jestham3,09%
4Wardah2,88%
5SKIN10042,81%

Jarak posisi pertama dan kedua adalah 9,74 poin persentase. Namun, kategori “paket kecantikan” mengikuti pemetaan marketplace dan tidak boleh digunakan sebagai total penjualan skincare setiap brand. [6]

Bagi pemilik brand, temuan ini memberi alasan untuk meneliti arsitektur portofolio: apakah produk pertama dijual sendiri, dengan ukuran percobaan, atau dalam paket rutinitas. Keputusan tersebut perlu diuji terhadap margin, kebutuhan konsumen, dan risiko persediaan. Tabel tidak membuktikan bahwa menjual paket selalu lebih menguntungkan.

Kanal mana yang memiliki kekuatan terbesar pada 2026?

Estimasi Cube menunjukkan jarak Shopee dan TikTok Shop pada Beauty & Personal Care semakin dekat pada kuartal I 2026. Cakupannya adalah tiga platform yang dilacak: Shopee, TikTok Shop, dan Lazada. [3]

IndikatorAngkaCakupan/periode
Nilai penjualan BPC daringSekitar Rp137 triliun2025, tiga platform
Pertumbuhan tahunan27%2025 terhadap 2024
Pangsa Shopee50%BPC, kuartal I 2026
Pangsa TikTok Shop47%BPC, kuartal I 2026
Harga jual rata-rata skincare di ShopeeSekitar Rp100.000Analisis Cube 2026
Harga jual rata-rata skincare di TikTok ShopSekitar Rp70.000Analisis Cube 2026

Angka ini bukan pangsa platform pada seluruh skincare nasional. Harga rata-rata juga dipengaruhi komposisi produk, ukuran, paket, dan promosi; bukan perbandingan harga barang identik. [3]

Implikasi editorial: brand perlu membuat perhitungan ekonomi per kanal. Harga jual yang tampak sama dapat menghasilkan kontribusi berbeda setelah diskon yang ditanggung penjual, biaya platform, komisi kreator, iklan, pemenuhan pesanan, dan retur.

Kanal daring layak dianalisis rinci, tetapi rencana distribusi tetap dapat mencakup toko kosmetik, ritel modern, apotek, atau kanal profesional sesuai produknya. Data marketplace tidak cukup untuk menutup pilihan kanal lainnya.

Bagaimana membaca “peta kekuatan” tanpa salah mengambil keputusan?

Peta persaingan yang berguna menghubungkan data dengan kemampuan yang perlu dimiliki brand. Tabel berikut merupakan interpretasi editorial, bukan peringkat baru atau hasil survei.

Arena persainganApa yang terlihat dari data?Kemampuan yang perlu diuji oleh brand
Perusahaan nasionalPortofolio perusahaan besar tetap pentingIdentitas brand, pilihan distribusi, dan konsistensi pasokan
PelembapPemimpin kategori dapat bergantiDiferensiasi pengalaman produk dan alasan pembelian ulang
SunscreenBeberapa brand memiliki posisi kuatPembuktian klaim, kenyamanan penggunaan, dan mutu
Paket kecantikanPemimpin memiliki jarak berartiKesesuaian isi paket, harga, dan kontrol persediaan
Perdagangan daringDua platform besar berdekatan dalam BPCMateri pemasaran, ekonomi kanal, dan pelaksanaan promosi
ManufakturData penjualan tidak menunjukkan kesiapan produksiFormula, kemasan, pengujian, dokumentasi, dan produksi berulang

Kehadiran sebuah brand pada tabel tidak berarti memiliki hubungan manufaktur dengan Cedefindo. Data persaingan digunakan untuk membantu pemilik brand memahami pasar.

Di mana peluang yang layak diuji oleh brand baru?

Peluang paling masuk akal dimulai dari masalah konsumen yang spesifik dan kemampuan bisnis untuk menyelesaikannya secara konsisten. Pangsa kompetitor yang kecil bukan bukti bahwa permintaan masih belum terlayani.

Tiga arah pengujian berikut dapat membantu menyusun brief awal:

  1. Kebutuhan penggunaan yang jelas. Misalnya, pelembap dengan target pengalaman nyaman saat dipakai di bawah makeup. Uji tekstur, rasa setelah pemakaian, dan kesesuaian kemasan; jangan langsung mengubahnya menjadi klaim superior tanpa bukti.
  2. Portofolio awal yang terukur. Mulai dari produk utama dengan alasan pemilihan yang kuat. Penambahan varian mengikuti data permintaan dan kesiapan modal kerja, bukan sekadar meniru jumlah produk kompetitor.
  3. Harga yang mendukung pemesanan ulang. Hitung biaya produk sampai ke konsumen serta biaya mendapatkan pembeli. Evaluasi kontribusi margin per SKU dan per kanal, bukan omzet saja.

Contoh pertanyaan riset yang lebih berguna daripada “produk apa yang sedang viral” adalah: keluhan apa yang berulang dalam ulasan konsumen, apakah keluhan itu relevan bagi target brand, dan apakah pengembangan produk dapat memperbaikinya pada harga yang bersedia dibayar konsumen?

Temuan ulasan tetap perlu divalidasi. Konsumen yang menulis ulasan belum tentu mewakili seluruh pembeli, dan popularitas suatu bahan tidak otomatis membuktikan kebutuhan akan formula tertentu.

Apa yang berubah dalam kesiapan regulasi pada 2026?

Halal: status sertifikat tidak sama dengan kategori nonhalal

BPJPH menyatakan kewajiban halal tahap terkait mulai dilaksanakan pada 18 Oktober 2026, dengan kosmetik termasuk dalam kategori yang diumumkan. Dalam penjelasan 9 Oktober 2026, pemerintah juga menyebut penyusunan ketentuan khusus untuk kondisi tertentu. Implementasi per produk perlu mengikuti ketentuan resmi yang berlaku. [8][9]

Hal penting yang perlu diluruskan: belum memiliki sertifikat halal tidak otomatis berarti produk dapat diedarkan dengan menambahkan label nonhalal. BPJPH mengaitkan kewajiban keterangan tidak halal dengan produk yang berasal dari bahan yang diharamkan. Hal itu berbeda dari kewajiban sertifikasi yang belum dipenuhi. [10]

Brand perlu memastikan bahan, dokumen, proses, dan pembagian tanggung jawab sejak awal proyek. Artikel ini tidak menentukan status kepatuhan produk individual.

BPOM: komunikasi pemasaran harus mengikuti informasi produk

BPOM menegaskan bahwa penandaan, promosi, dan iklan harus objektif, lengkap, serta tidak menyesatkan. Promosi dan iklan hanya dapat dilakukan untuk kosmetik yang telah memperoleh notifikasi BPOM. [11]

Konsekuensinya bagi pengembangan brand adalah menghubungkan klaim pemasaran dengan formula, bukti pendukung, dan dokumen produk. Materi kampanye sebaiknya dibahas bersama persiapan produk, bukan baru diperiksa menjelang penayangan.

Bagaimana Cedefindo membantu menerjemahkan data pasar menjadi produk?

PT Cedefindo menyediakan layanan pengembangan dan manufaktur kosmetik yang dapat dibahas sesuai kebutuhan brand. Situs resminya mencantumkan pengembangan produk, penyediaan bahan baku dan kemasan, bulk processing, serta filling dan packing. [12]

Alur layanan yang dipublikasikan mencakup formula, uji stabilitas dan kompatibilitas, registrasi BPOM dan halal, produksi massal, serta pengiriman. Pilihan layanan meliputi layanan penuh, sebagian, atau pengisian dan pengemasan. [12]

Bagi calon brand skincare, data kompetitor dapat dibawa ke dalam brief berikut:

Bagian briefIsi yang perlu disiapkan
Target konsumenKebutuhan, kebiasaan pemakaian, dan batas harga
Produk utamaKategori yang dipilih dan alasan bisnisnya
Pengalaman penggunaanTekstur, rasa setelah pemakaian, aroma bila relevan, dan format
PembandingProduk referensi dan aspek yang ingin dievaluasi, bukan instruksi menyalin
KemasanUkuran, cara mengeluarkan produk, bahan, dan preferensi desain
Bukti dan dokumenKlaim yang hendak digunakan serta evaluasi yang diperlukan
Rencana komersialKanal penjualan, harga sasaran, volume, dan jadwal peluncuran

Contoh hipotetis: sebuah brand memilih pelembap sebagai produk utama setelah mempelajari keluhan tekstur dan kesulitan pemakaian di bawah makeup. Brief kemudian menetapkan target pengalaman, ukuran, harga, serta kriteria evaluasi sampel. Kelayakan formula, kemasan, biaya, dan jadwal dibahas dengan manufaktur sebelum keputusan produksi.

Ini membantu percakapan bergerak dari “ingin membuat skincare” menjadi kebutuhan produk yang dapat dievaluasi. Biaya, jumlah pemesanan, waktu pengerjaan, serta ruang lingkup dukungan perlu dikonfirmasi sesuai spesifikasi proyek.

Pelajari layanan pengembangan dan manufaktur Cedefindo untuk membahas konsep brand Anda. Untuk konteks lanjutan, baca Statistik Industri Kosmetik Indonesia dan Data Ekspor Kosmetik Indonesia.

FAQ: statistik dan persaingan pasar skincare Indonesia

1. Siapa penguasa pasar skincare Indonesia pada 2026?

Tidak ada satu jawaban untuk semua cakupan. Artikel ini membedakan perusahaan nasional pada data 2025, pemimpin kategori marketplace kuartal II 2026, dan persaingan kanal kuartal I 2026. Peringkat satu kategori tidak menunjukkan penguasaan seluruh pasar.

2. Apakah angka pasar 2026 sudah merupakan realisasi final?

Belum. Tahun 2026 belum selesai pada tanggal pemeriksaan artikel. Estimasi tahunan dan data kuartalan diberi label masing-masing agar tidak disajikan sebagai hasil setahun penuh.

3. Mengapa angka ukuran pasar bisa berbeda antar-lembaga?

Definisi produk, kanal, periode, dan metode dapat berbeda. Untuk menjelaskan perbedaan tertentu secara pasti, metodologi masing-masing laporan harus diperiksa; tidak cukup mengasumsikan salah satunya harga produsen dan lainnya harga ritel.

4. Apakah pasar yang terfragmentasi mudah dimasuki?

Tidak otomatis. Data pangsa tidak menunjukkan biaya promosi, hambatan distribusi, kebutuhan modal kerja, atau kemampuan mempertahankan pelanggan. Peluang perlu diuji pada segmen dan model bisnis yang spesifik.

5. Apakah harga rata-rata marketplace bisa dijadikan harga jual produk baru?

Harga rata-rata hanya pembanding awal. Periksa ukuran, isi paket, harga setelah diskon, segmen konsumen, dan biaya kanal sebelum menetapkan harga produk Anda.

6. Apakah semua brand yang terlihat di tabel adalah klien Cedefindo?

Tidak ada klaim tersebut dalam artikel ini. Tabel menunjukkan data persaingan pasar, bukan daftar klien atau hubungan manufaktur Cedefindo.

7. Apa beda pangsa perusahaan dan pangsa brand?

Pangsa perusahaan dapat menggabungkan beberapa brand dalam cakupan riset. Pangsa brand mengukur satu merek. Keduanya tidak dibandingkan langsung tanpa menyamakan kategori, periode, dan kanal.

8. Apakah data Shopee dan ShopTokopedia dapat dijumlahkan?

Persentase tidak boleh dijumlahkan langsung. Diperlukan nilai penjualan masing-masing, cakupan kategori yang konsisten, dan metode penggabungan yang sesuai. Tabel lintas platform dalam artikel digunakan sebagai pembanding posisi, bukan total pasar.

9. Apakah maklon menghilangkan tanggung jawab pemilik brand?

Tidak. Brand dan manufaktur perlu menyepakati tanggung jawab pengembangan, bahan, pengujian, dokumen, klaim, dan kegiatan pemasaran. Kontrak serta ketentuan yang berlaku menjadi dasar pembagian tugas.

10. Apa langkah pertama untuk membahas produk dengan Cedefindo?

Siapkan kategori produk, target konsumen, pengalaman penggunaan, harga sasaran, preferensi kemasan, perkiraan volume, dan jadwal. Informasi tersebut membantu penilaian kebutuhan proyek.

Metodologi dan batasan data

Artikel ini merupakan kompilasi sumber publik dan analisis editorial, bukan survei primer Cedefindo. Angka nasional dari lembaga riset merupakan hasil estimasi sesuai metodologi penerbit, bukan statistik resmi pemerintah. Ringkasan Euromonitor yang digunakan adalah materi publik yang tersedia melalui hasil penelusuran; laporan lengkap berbayarnya tidak diakses.

Publikasi Compas yang dirujuk untuk kuartal II 2026 menjelaskan pengumpulan melalui online crawling, mencakup Official Store dan Non-Official Store serta produk dengan rating di atas empat. Kategori mengikuti marketplace. Filter ini membatasi representasi data: tabel bukan sensus seluruh transaksi dan tidak mencakup seluruh produk berperingkat lebih rendah. [4–7]

Cube dan Compas menggunakan cakupan serta metode masing-masing. Data mereka tidak digabungkan untuk menghitung omzet brand, total pasar nasional, atau pangsa yang tidak dipublikasikan.

Angka persentase dibandingkan dalam poin persentase bila yang diukur adalah selisih pangsa. Penjumlahan editorial diberi label. Ketidaksesuaian total pada sumber sunscreen dijelaskan terbuka. Porsi di luar brand yang ditampilkan adalah penjualan pelaku lain dalam cakupan data, bukan “pasar kosong”.

Artikel tidak menyediakan peringkat nasional semua brand, total penjualan setiap kategori skincare, pangsa regional antarkota, atau laba perusahaan karena data sebanding yang diperlukan belum tersedia dalam sumber publik yang diperiksa. Tidak ada klaim bahwa ranking penjualan membuktikan mutu atau efektivitas produk.

Referensi

  1. Euromonitor International, Skin Care in Indonesia, Mei 2026. Ringkasan laporan dan definisi kategori. Data persaingan 2025; ringkasan publik terindeks.
  2. Next Move Strategy Consulting, edisi 30 September 2026. Indonesia Skin Care Products Market. Estimasi dan proyeksi 2025–2035.
  3. Cube, 12 Agustus 2026. Indonesia Beauty & Personal Care E-Commerce 2026.
  4. Compas, 8 Oktober 2026. Top 10 Brand Pelembab Wajah di Shopee Q2 2026.
  5. Compas, 30 September 2026. Top 10 Brand Sunscreen Aftersun di Shopee Q2 2026. Terdapat ketidaksesuaian antara total tertulis dan penjumlahan lima pangsa individual.
  6. Compas, 3 Oktober 2026. Top 10 Brand Paket Kecantikan di Shopee Q2 2026.
  7. Compas, 14 Oktober 2026. Top 10 Brand Lokal Sunscreen di ShopTokopedia Q2 2026.
  8. BPJPH. Jenis Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026.
  9. BPJPH, penjelasan 9 Oktober 2026. Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, BPJPH Siapkan Aturan yang Memudahkan Pelaku Usaha.
  10. BPJPH. Produk Non-Halal Wajib Diberi Keterangan Tidak Halal.
  11. BPOM, 17 Februari 2025. Aturan Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik.
  12. PT Cedefindo. Services.