Beauty Bukan Hanya Tentang Penampilan, tetapi Tentang Identitas dan Kebanggaan Indonesia
Pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini, saya kembali diingatkan bahwa beauty memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar penampilan.
Ketika puluhan anggota Paskibraka berdiri tegap membawa Sang Merah Putih, yang kita lihat bukan hanya sebuah upacara. Kita melihat disiplin, kepercayaan diri, kebanggaan, dan representasi generasi muda Indonesia.
Karena itu, saya merasa bangga ketika Sariayu kembali dipercaya menjadi Official Makeup Partner Paskibraka 2026 untuk wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat.
Bagi saya, keterlibatan ini bukan sekadar tentang makeup.
Ini adalah tentang bagaimana industri beauty dapat mengambil bagian dalam sebuah momentum yang membawa identitas dan kebanggaan Indonesia.
Table of Contents
ToggleBeauty Memiliki Hubungan yang Sangat Dekat dengan Identitas
Industri kecantikan sering kali dilihat dari produk, warna, formula, atau tren.
Namun sejak awal perjalanan Martha Tilaar, kami melihat beauty dari perspektif yang lebih luas.
Beauty memiliki hubungan dengan budaya.
Beauty memiliki hubungan dengan kepercayaan diri.
Beauty juga memiliki hubungan dengan bagaimana seseorang membawa identitasnya.
Itulah sebabnya saya melihat kehadiran Sariayu bersama para anggota Paskibraka memiliki makna tersendiri.
Di hari ketika putra-putri terbaik bangsa berdiri membawa Merah Putih, penampilan mereka harus mampu mendukung rasa percaya diri tanpa menghilangkan karakter dan identitas mereka.
Makeup dalam konteks ini bukan tentang menjadi orang lain.
Makeup membantu seseorang tampil sebagai versi terbaik dari dirinya sendiri.
Di Balik Penampilan Paskibraka Ada Profesionalisme
Ada satu hal yang sering tidak terlihat ketika kita menyaksikan sebuah upacara besar.
Di balik penampilan yang terlihat sederhana dan sempurna, terdapat banyak orang yang bekerja dengan standar profesional yang tinggi.
Untuk mendukung Paskibraka tahun ini, lebih dari 40 makeup artist dan hair stylist dari Akademi Bisnis Martha Tilaar dan Puspita Martha International Beauty School turut terlibat.
Mereka tidak hanya mempersiapkan penampilan para anggota Paskibraka pada prosesi pengibaran Sang Merah Putih, tetapi juga pada hari pengukuhan.
Saya melihat keterlibatan mereka sebagai sesuatu yang penting.
Sebab industri beauty tidak hanya dibangun oleh brand.
Industri ini dibangun oleh banyak profesi: scientist, formulator, makeup artist, hair stylist, educator, manufacturer, entrepreneur, hingga berbagai talenta kreatif lainnya.
Masing-masing memiliki kompetensi yang berbeda, tetapi semuanya menjadi bagian dari satu beauty ecosystem.
Pendidikan Harus Bertemu dengan Pengalaman Nyata
Keterlibatan Akademi Bisnis Martha Tilaar dan Puspita Martha International Beauty School juga membawa pesan lain yang menurut saya penting.

Pendidikan tidak seharusnya berhenti di ruang kelas.
Pengetahuan menjadi jauh lebih bermakna ketika seseorang mendapatkan kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi nyata.
Seorang makeup artist tidak hanya belajar mengenai teknik makeup.
Ia belajar mengenai disiplin.
Ia belajar bekerja dalam tim.
Ia belajar memahami karakter wajah yang berbeda.
Ia belajar bekerja dengan waktu yang terbatas.
Dan yang tidak kalah penting, ia belajar bahwa pekerjaannya membawa tanggung jawab.
Pengalaman seperti inilah yang membentuk profesional.
Karena masa depan industri beauty Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar orang-orang yang memiliki kemampuan teknis. Kita membutuhkan talenta yang memahami standar, memiliki etos kerja, mampu berkolaborasi, dan terus meningkatkan kompetensinya.
Industri Beauty Indonesia Membutuhkan Talenta
Ketika berbicara mengenai masa depan beauty industry, kita sering membicarakan teknologi, bahan aktif baru, artificial intelligence, sustainability, atau perubahan perilaku konsumen.

Semua itu penting.
Namun ada satu elemen yang tidak boleh kita lupakan: manusia.
Teknologi dapat membantu kita bekerja lebih cepat.
Science dapat menghasilkan inovasi baru.
Advanced manufacturing dapat meningkatkan kualitas dan skala produksi.
Tetapi manusia tetap menjadi pihak yang mengubah seluruh kemampuan tersebut menjadi sesuatu yang memiliki makna.
Karena itu, membangun industri beauty tidak cukup hanya dengan membangun brand dan fasilitas produksi.
Kita juga harus membangun talent ecosystem.
Indonesia membutuhkan lebih banyak scientist.
Lebih banyak formulator.
Lebih banyak entrepreneur.
Lebih banyak makeup artist dan beauty professional.
Lebih banyak educator.
Dan lebih banyak generasi muda yang melihat industri beauty sebagai industri serius yang memiliki ruang luas untuk membangun karier dan menciptakan inovasi.
Beauty Indonesia Harus Memiliki Identitasnya Sendiri
Di tengah derasnya tren global, saya percaya industri beauty Indonesia tidak boleh kehilangan identitasnya.
Kita dapat belajar dari Korea.
Kita dapat belajar dari Jepang, Eropa, Amerika, dan berbagai pusat inovasi beauty dunia.
Namun tujuan akhirnya bukan menjadi seperti mereka.
Tujuan kita adalah membangun identitas beauty Indonesia sendiri.
Indonesia memiliki biodiversitas yang luar biasa.
Kita memiliki budaya yang sangat kaya.
Kita memiliki pengetahuan mengenai kecantikan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kita juga memiliki scientist, entrepreneur, manufacturer, dan talenta kreatif yang semakin kompetitif.
Tantangannya adalah bagaimana seluruh kekuatan tersebut kita hubungkan dengan science, technology, innovation, dan standar global.
Ketika itu terjadi, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen tren kecantikan dunia.
Indonesia dapat ikut menciptakannya.
Dari Sariayu hingga Beauty Ecosystem Indonesia
Bagi saya pribadi, ada sesuatu yang istimewa melihat Sariayu kembali hadir dalam momentum Hari Kemerdekaan.
Sariayu sejak awal tumbuh dari gagasan bahwa kecantikan Indonesia memiliki identitas yang layak dibawa ke panggung yang lebih besar.
Semangat tersebut tetap relevan hari ini.
Namun tantangan generasi kita berikutnya adalah membawanya lebih jauh.
Kita perlu menghubungkan kekayaan budaya dan biodiversitas Indonesia dengan scientific research, innovation, entrepreneurship, talent development, sustainability, dan manufacturing excellence.
Inilah mengapa saya percaya masa depan beauty Indonesia harus dibangun sebagai sebuah ekosistem.
Brand tidak dapat berjalan sendiri.
Sekolah tidak dapat berjalan sendiri.
Scientist tidak dapat berjalan sendiri.
Manufacturer tidak dapat berjalan sendiri.
Entrepreneur juga tidak dapat berjalan sendiri.
Ketika semuanya terhubung, kita bukan hanya mampu menciptakan produk yang lebih baik. Kita mampu membangun industri yang lebih kuat.
Merdeka untuk Menciptakan Masa Depan Kita Sendiri
Hari Kemerdekaan selalu mengingatkan kita pada perjuangan generasi sebelumnya.
Namun kemerdekaan juga memberikan tanggung jawab kepada generasi hari ini: apa yang akan kita bangun untuk generasi berikutnya?
Dalam industri beauty, saya berharap jawabannya adalah keberanian untuk menciptakan inovasi kita sendiri.
Bukan hanya mengikuti tren global, tetapi ikut menentukan arahnya.
Bukan hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pusat penelitian, manufaktur, kreativitas, dan entrepreneurship.
Bukan hanya memperkenalkan produk Indonesia kepada dunia, tetapi juga memperkenalkan cara Indonesia melihat beauty.
Karena pada akhirnya, beauty bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat.
Beauty juga bercerita tentang siapa kita, apa yang kita percaya, dan identitas apa yang ingin kita bawa kepada dunia.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Semoga Sang Merah Putih yang dikibarkan oleh putra-putri terbaik bangsa selalu mengingatkan kita untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa Indonesia semakin jauh ke panggung dunia.
Dirgahayu Republik Indonesia.
Dr. Kilala Tilaar
CEO Martha Tilaar Group










