Beautypreneur Masa Depan Harus Lahir dari Pertemuan Science, Entrepreneurship, dan Industri
Oleh Dr. Kilala Tilaar
Industri beauty Indonesia tidak kekurangan orang-orang kreatif. Yang kita butuhkan berikutnya adalah lebih banyak generasi muda yang mampu mengubah kreativitas tersebut menjadi inovasi, dan inovasi menjadi bisnis yang memiliki daya saing.
Inilah salah satu alasan mengapa saya sangat menikmati kesempatan bertemu langsung dengan mahasiswa melalui Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead.
Pada 14 Agustus 2025, perjalanan tersebut membawa kami ke Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Bersama para founder dari industri kecantikan Indonesia, kami berbagi pengalaman mengenai bagaimana sebuah ide berkembang menjadi brand, bagaimana menghadapi perubahan pasar, dan bagaimana melihat peluang yang sedang terbentuk di industri beauty.
Bagi saya, acara seperti ini bukan sekadar tentang berbagi cerita sukses.
Ada pertanyaan yang jauh lebih besar:
Siapa yang akan membangun industri beauty Indonesia 10 atau 20 tahun dari sekarang?
Saya percaya jawabannya ada pada generasi yang hari ini masih berada di kampus.
Table of Contents
ToggleMengapa Kampus Penting bagi Masa Depan Beauty Industry?
Universitas memiliki sesuatu yang sangat penting bagi industri: science, research, dan talent.
Industri, di sisi lain, memiliki pengalaman memahami konsumen, kemampuan manufaktur, jaringan distribusi, teknologi produksi, dan akses terhadap pasar.
Ketika kedua dunia tersebut berjalan sendiri-sendiri, banyak ide berhenti sebagai penelitian dan banyak bisnis berkembang tanpa fondasi ilmu pengetahuan yang cukup kuat.
Namun ketika keduanya bertemu, kita memiliki peluang untuk menciptakan sesuatu yang jauh lebih besar.
Penelitian dapat berkembang menjadi inovasi.
Inovasi dapat berkembang menjadi produk.
Produk dapat berkembang menjadi brand.
Dan sebuah brand pada akhirnya dapat berkembang menjadi bisnis yang menciptakan lapangan kerja serta membawa inovasi Indonesia ke pasar internasional.
Karena itu, saya melihat kolaborasi antara universitas dan industri sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun beauty ecosystem Indonesia.
Beautypreneur Tidak Cukup Hanya Memahami Marketing
Generasi baru entrepreneur Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Mereka memiliki akses terhadap teknologi, media sosial, informasi global, artificial intelligence, dan berbagai platform yang memungkinkan sebuah brand dibangun dengan jauh lebih cepat.
Namun kecepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Beautypreneur masa depan perlu memahami apa yang berada di balik produknya.
Mereka perlu memahami konsumen.
Mereka perlu memahami science.
Mereka perlu memahami formulasi dan kualitas.
Mereka perlu memahami sustainability.
Mereka juga perlu memahami bagaimana teknologi dan manufaktur dapat membantu sebuah ide berkembang dalam skala yang lebih besar.
Inilah mengapa saya percaya masa depan beautypreneur akan semakin dekat dengan konsep Scientific Beauty.
Brand yang kuat tidak hanya memiliki cerita yang menarik. Brand tersebut juga harus mampu menjawab pertanyaan yang semakin kritis dari konsumennya: mengapa produk ini dibuat, bagaimana produk ini bekerja, bagaimana kualitasnya dijaga, dan nilai apa yang dibawanya.
Dari Laboratorium Menuju Pasar
Saya selalu tertarik dengan satu titik pertemuan dalam industri beauty: ketika science bertemu entrepreneurship.
Bayangkan seorang mahasiswa menemukan potensi sebuah bahan melalui penelitian di laboratorium.
Penelitian tersebut kemudian dikembangkan bersama scientist dan formulator.
Teknologi manufaktur memungkinkan formulasi tersebut diproduksi dengan kualitas yang konsisten.
Seorang entrepreneur kemudian melihat kebutuhan konsumen yang dapat dijawab oleh inovasi tersebut.
Dari sanalah sebuah produk dapat lahir.
Inilah proses yang menurut saya perlu semakin banyak terjadi di Indonesia.
Kampus tidak hanya menjadi tempat menghasilkan lulusan. Kampus dapat menjadi sumber penelitian, intellectual property, founder, dan inovasi baru bagi industri.
Sebaliknya, industri tidak seharusnya hanya datang ke universitas ketika membutuhkan tenaga kerja.
Industri perlu menjadi partner yang membantu ilmu pengetahuan menemukan aplikasinya di dunia nyata.
Peran Cedefindo dalam Beauty Ecosystem
Pemikiran tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa kami terus mengembangkan PT Cedefindo bukan sekadar sebagai contract manufacturer.
Saya melihat Cedefindo sebagai bagian dari sebuah beauty innovation ecosystem.
Seorang founder dapat memiliki ide yang sangat baik, tetapi perjalanan dari ide menuju produk membutuhkan banyak kompetensi.
Ada proses research and development.
Ada formulasi.
Ada pemilihan bahan baku.
Ada pengujian.
Ada regulasi.
Ada teknologi produksi.
Ada quality control.
Ada packaging.
Dan pada akhirnya ada kemampuan untuk memproduksi inovasi tersebut secara konsisten.
Di titik inilah manufaktur memiliki peran strategis.
Manufacturing bukan hanya tahap terakhir setelah sebuah inovasi ditemukan. Manufacturing merupakan bagian dari proses inovasi itu sendiri.
Karena itu, hubungan antara beautypreneur, scientist, universitas, supplier, manufacturer, pemerintah, dan pasar perlu semakin erat.
Semakin kuat hubungan tersebut, semakin cepat sebuah ide berkualitas dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi.
Indonesia Tidak Boleh Hanya Menjadi Pasar Beauty
Indonesia memiliki pasar yang besar. Tetapi saya tidak ingin kita berhenti pada kebanggaan sebagai salah satu pasar beauty yang menarik.
Ambisi kita harus lebih besar.
Indonesia memiliki biodiversitas.
Indonesia memiliki scientist.
Indonesia memiliki universitas.
Indonesia memiliki kemampuan manufacturing.
Indonesia memiliki generasi muda yang sangat entrepreneurial.
Dan Indonesia memiliki semakin banyak brand lokal yang berani bersaing.
Ketika seluruh kekuatan tersebut dapat dihubungkan, kita memiliki kesempatan untuk bergerak dari beauty market menjadi beauty innovation ecosystem.
Di sinilah saya melihat pentingnya generasi muda.
Mereka tidak hanya akan menjadi konsumen industri beauty berikutnya. Sebagian dari mereka akan menjadi scientist, formulator, founder, manufacturer, investor, regulator, dan pemimpin industri berikutnya.
Dari Beautypreneur Menuju i-BEAUTY
Visi inilah yang juga menjadi bagian dari gagasan i-BEAUTY yang terus saya dorong.
Saya melihat masa depan industri beauty sebagai pertemuan antara innovation, biodiversity, entrepreneurship, advanced manufacturing, usability, technology, dan sustainability.
Tidak ada satu elemen yang dapat bekerja sendiri.
Biodiversitas membutuhkan science agar menghasilkan nilai tambah.
Science membutuhkan entrepreneurship agar inovasi dapat menemukan pasar.
Entrepreneurship membutuhkan manufacturing agar ide dapat diwujudkan dalam skala besar.
Manufacturing membutuhkan teknologi untuk terus meningkatkan kualitas dan efisiensi.
Dan semuanya membutuhkan sustainability agar pertumbuhan yang kita ciptakan tetap memiliki nilai bagi generasi berikutnya.
Karena itu, membangun industri beauty masa depan berarti membangun ekosistemnya.
Beautypreneurs, Take the Lead
Saya sangat mengapresiasi dukungan dan kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan semangat Beautypreneurs: Take the Lead hadir di Universitas Padjadjaran.
Saya juga berterima kasih kepada Universitas Padjadjaran atas ruang yang diberikan untuk mempertemukan mahasiswa dengan para pelaku industri dan founder yang telah mengalami sendiri perjalanan membangun sebuah brand.
Pertemuan seperti ini terlihat sederhana.
Namun kita tidak pernah tahu apa yang terjadi setelah seorang mahasiswa pulang dari auditorium.
Mungkin sebuah pertanyaan baru muncul.
Mungkin sebuah penelitian mendapatkan arah baru.
Mungkin sebuah ide bisnis mulai ditulis.
Atau mungkin seseorang memutuskan bahwa suatu hari ia ingin membangun perusahaan yang membawa inovasi Indonesia ke dunia.
Bagi saya, itulah nilai terbesar dari Campuspreneur Talk.
Kita bukan hanya berbicara mengenai bagaimana membangun bisnis hari ini.
Kita sedang menanam benih bagi orang-orang yang akan membangun beauty industry Indonesia di masa depan.
Dan saya berharap suatu hari nanti, ketika dunia berbicara mengenai pusat inovasi beauty, Indonesia tidak lagi hanya dikenal sebagai salah satu pasar terbesar.
Indonesia dikenal sebagai tempat di mana science, biodiversity, entrepreneurship, manufacturing, dan innovation bertemu—dan melahirkan generasi baru beautypreneur yang mampu membawa Indonesia ke panggung dunia.
Dr. Kilala Tilaar
CEO Martha Tilaar Group











