• Home
  • About Us
  • Capabilities
  • Services
  • News
  • Contact Us
  • Member

Ketika Beauty Bertemu Seni: Menjaga Kreativitas dan Identitas Indonesia

Agustus 30, 2026

Table of Contents

Toggle
    • Beauty bukan hanya tentang bagaimana seseorang terlihat. Beauty juga dapat menjadi bahasa untuk menghidupkan karakter, menyampaikan cerita, dan menjaga kebudayaan.
  • Makeup Bukan Sekadar Mempercantik
  • Beauty Adalah Pertemuan Science dan Art
  • Kreativitas Membutuhkan Keterampilan
  • Mengapa Industri Harus Mendukung Seni?
  • Beauty Dapat Menjadi Bagian dari Cultural Ecosystem
  • Dari Product Company Menuju Ecosystem
  • Beauty Indonesia Harus Memiliki Identitas
  • Beauty yang Menghidupkan Cerita

Beauty bukan hanya tentang bagaimana seseorang terlihat. Beauty juga dapat menjadi bahasa untuk menghidupkan karakter, menyampaikan cerita, dan menjaga kebudayaan.

Oleh Dr. Kilala Tilaar

Ketika kita berbicara mengenai industri beauty, percakapan sering kali berpusat pada produk.

Kita berbicara tentang formulasi baru, warna baru, teknologi baru, bahan aktif baru, hingga perubahan perilaku konsumen.

Semua itu penting.

Namun bagi saya, beauty memiliki dimensi yang jauh lebih luas.

Beauty adalah bagian dari kreativitas manusia.

Ia dapat menjadi bahasa untuk mengekspresikan identitas, menghidupkan karakter, membangun emosi, bahkan membantu sebuah cerita menjadi lebih bermakna.

Saya kembali melihat kekuatan tersebut ketika Martha Tilaar Group, melalui PAC Martha Tilaar, mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari pertunjukan drama musikal Nyanyian Kardus yang diselenggarakan komunitas seni D’Artbeat di Gedung Kesenian Jakarta pada awal Agustus.

Dalam pertunjukan tersebut, tim PAC Martha Tilaar berkolaborasi dengan tim makeup artist dari Puspita Martha International Beauty School untuk menyempurnakan tata rias sekitar 50 pelakon sesuai karakter yang mereka perankan.

Bagi saya, ini bukan sekadar kegiatan makeup.

Ini adalah sebuah pertemuan antara beauty, creativity, skill, dan performing arts.

Makeup Bukan Sekadar Mempercantik

Di panggung teater, makeup memiliki fungsi yang berbeda dengan makeup sehari-hari.

Seorang makeup artist tidak selalu bertugas membuat seseorang terlihat lebih cantik.

Ia harus membuat seseorang terlihat seperti karakter yang sedang diceritakan.

Usia dapat berubah.

Ekspresi dapat diperkuat.

Kepribadian dapat ditonjolkan.

Bahkan latar belakang dan perjalanan hidup sebuah karakter dapat dibantu melalui warna, tekstur, bentuk, serta detail visual pada wajah.

Itulah mengapa saya melihat makeup sebagai salah satu bentuk kreativitas yang menarik.

Sebelum kuas menyentuh wajah seorang aktor, seorang makeup artist perlu memahami cerita.

Siapa karakter ini?

Apa yang dialaminya?

Bagaimana kepribadiannya?

Apa emosi yang ingin disampaikan kepada penonton?

Barulah teknik mengambil peran.

Di sinilah beauty berubah dari sekadar estetika menjadi storytelling.

Beauty Adalah Pertemuan Science dan Art

Saya sering berbicara mengenai Scientific Beauty karena masa depan industri kecantikan akan semakin membutuhkan research, teknologi, keamanan, kualitas, dan pemahaman ilmiah yang kuat.

Namun ada sisi lain yang tidak boleh kita hilangkan.

Art.

Kosmetik adalah salah satu industri yang sangat unik karena science dan art hidup berdampingan.

Di satu sisi, sebuah produk kosmetik membutuhkan scientist, formulator, pengujian, quality control, serta manufacturing yang konsisten.

Di sisi lain, produk tersebut berada di tangan makeup artist yang menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan sesuatu yang tidak selalu dapat dihasilkan oleh sebuah formula.

Science menciptakan kemungkinan.

Art memberikan kemungkinan tersebut ekspresi.

Pertemuan keduanya menurut saya merupakan salah satu hal yang membuat industri beauty begitu menarik.

Kreativitas Membutuhkan Keterampilan

Ada satu hal lagi yang sering terlupakan ketika kita berbicara mengenai industri kreatif: skill.

Kreativitas memang dapat dimulai dari imajinasi, tetapi untuk mewujudkannya diperlukan keterampilan.

Inilah mengapa pendidikan beauty juga mempunyai posisi penting dalam ekosistem.

Melalui Puspita Martha International Beauty School, kita tidak hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang belajar menggunakan makeup.

Kita berbicara mengenai pembangunan human capital.

Seseorang yang mempelajari makeup hari ini dapat berkembang menjadi professional makeup artist, beauty entrepreneur, educator, creative director, atau bahkan menciptakan bisnisnya sendiri di masa depan.

Ketika keterampilan bertemu dengan kreativitas dan entrepreneurship, beauty dapat membuka kesempatan ekonomi yang jauh lebih luas.

Mengapa Industri Harus Mendukung Seni?

Saya percaya perusahaan tidak hidup di ruang yang terpisah dari masyarakat.

Industri tumbuh dari manusia, budaya, kreativitas, dan lingkungan tempat ia berada.

Karena itu, perusahaan juga mempunyai kesempatan untuk ikut menjaga ruang-ruang tempat kreativitas berkembang.

Teater adalah salah satunya.

Di atas panggung, banyak disiplin ilmu bertemu sekaligus.

Ada aktor.

Musisi.

Penulis.

Sutradara.

Penata cahaya.

Penata busana.

Makeup artist.

Dan banyak profesional lain yang mungkin tidak terlihat oleh penonton.

Mereka bekerja bersama untuk menciptakan sebuah pengalaman.

Bagi saya, ini sebenarnya sangat mirip dengan innovation ecosystem.

Tidak ada satu orang yang menciptakan semuanya.

Karya besar lahir ketika berbagai kompetensi bertemu dan berkolaborasi.

Beauty Dapat Menjadi Bagian dari Cultural Ecosystem

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.

Kita memiliki cerita, seni pertunjukan, musik, tari, tekstil, warna, ritual, bahan alam, dan berbagai ekspresi budaya yang berbeda di setiap daerah.

Saya melihat semua itu sebagai sumber inspirasi yang sangat besar bagi industri kreatif, termasuk beauty.

Namun budaya tidak seharusnya hanya kita jadikan ornamen.

Kita perlu mempelajarinya, menghargainya, kemudian mencari cara agar kreativitas tersebut tetap relevan bagi generasi berikutnya.

Di sinilah saya melihat hubungan menarik antara beauty innovation dan cultural preservation.

Sebuah warna dapat memiliki cerita.

Sebuah riasan dapat merepresentasikan karakter.

Sebuah bahan alam dapat membawa pengetahuan dari suatu daerah.

Sebuah pertunjukan dapat membawa kembali cerita kepada generasi baru.

Ketika industri mampu berkolaborasi dengan dunia seni secara tepat, kita bukan hanya menciptakan exposure.

Kita ikut menjaga agar ekosistem kreatif terus hidup.

Dari Product Company Menuju Ecosystem

Cara pandang seperti ini juga menjadi semakin penting ketika kita melihat masa depan Martha Tilaar Group.

Saya tidak ingin kita hanya berpikir sebagai perusahaan yang menghasilkan produk beauty.

Kita harus melihat diri kita sebagai bagian dari beauty ecosystem yang jauh lebih besar.

Di dalamnya ada scientist.

Manufacturer.

Beauty entrepreneur.

Makeup artist.

Educator.

Designer.

Seniman.

Komunitas.

Universitas.

Dan tentu saja, konsumen.

Masing-masing memiliki perannya sendiri.

PAC Martha Tilaar dapat menyediakan tools yang dibutuhkan seorang makeup artist untuk mengekspresikan kreativitasnya.

Puspita Martha dapat membantu membangun keterampilan manusianya.

Para seniman kemudian menggunakan kemampuan tersebut untuk menghidupkan sebuah cerita.

Ketika semua terhubung, yang tercipta bukan sekadar transaksi antara sebuah brand dengan konsumennya.

Yang terbentuk adalah ekosistem kreativitas.

Beauty Indonesia Harus Memiliki Identitas

Ketika kita berbicara mengenai bagaimana Indonesia dapat bersaing dalam industri beauty global, menurut saya kita tidak boleh hanya bertanya:

“Bagaimana kita mengikuti tren dunia?”

Kita juga harus bertanya:

“Apa yang dapat dunia pelajari dari Indonesia?”

Indonesia memiliki science.

Indonesia memiliki biodiversity.

Indonesia memiliki kemampuan manufacturing.

Tetapi kita juga memiliki sesuatu yang sangat sulit ditiru oleh negara lain:

identitas budaya kita sendiri.

Kita memiliki cerita.

Kita memiliki seni.

Kita memiliki kreativitas.

Kita memiliki perspektif mengenai beauty yang tumbuh dari perjalanan budaya selama ratusan tahun.

Jika science, technology, biodiversity, entrepreneurship, dan cultural creativity tersebut dapat kita hubungkan, Indonesia memiliki peluang untuk menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda kepada dunia.

Beauty yang Menghidupkan Cerita

Saya mengapresiasi tim PAC Martha Tilaar dan makeup artist Puspita Martha International Beauty School yang telah menjadi bagian dari Nyanyian Kardus bersama D’Artbeat.

Ada kebanggaan tersendiri ketika melihat keterampilan yang berkembang dalam beauty industry ikut membantu para pelakon menghidupkan karakter mereka di atas panggung.

Namun saya berharap maknanya tidak berhenti pada satu pertunjukan.

Saya ingin melihat semakin banyak kolaborasi antara industri, pendidikan, komunitas, dan dunia seni.

Karena masa depan industri kreatif tidak akan dibangun oleh mereka yang bekerja sendiri-sendiri.

Ia akan dibangun oleh orang-orang yang berani mempertemukan berbagai disiplin, ide, dan talenta.

Saya percaya beauty memiliki tempat dalam perjalanan tersebut.

Beauty bukan hanya tentang membuat sesuatu terlihat indah.

Beauty dapat membantu manusia mengekspresikan dirinya.

Beauty dapat menghidupkan sebuah karakter.

Beauty dapat membantu menyampaikan sebuah cerita.

Dan ketika beauty bertemu dengan seni dan budaya, ia dapat menjadi salah satu cara kita menjaga identitas Indonesia tetap hidup—sekaligus memperkenalkannya kepada generasi berikutnya dan kepada dunia.

Dr. Kilala Tilaar
CEO Martha Tilaar Group

LATEST NEWS

Squalane untuk Kulit: Bukan Sekadar Face Oil, Ini Manfaat, Cara Pakai, dan Fakta Formulasinya

September 5, 2026

Cara Menentukan Niche, Menganalisis Kompetitor, dan Membuat Value Proposition Brand Kosmetik

September 5, 2026

Sunscreen Spray vs Krim: Mana yang Benar-Benar Lebih Efektif Melindungi Kulit?

September 5, 2026

Wajah Terasa Kesat Bukan Berarti Lebih Bersih: 8 Kebiasaan Cuci Muka yang Bisa Mengganggu Skin Barrier

September 4, 2026

Two-Way Cake vs Compact Powder: Bedanya Bukan Sekadar Coverage

September 4, 2026

Brand Architecture untuk Bisnis Kosmetik: Single Product Brand vs Multi-Product Brand

September 4, 2026

Lipstik Merah Brand Lokal: Cara Memilih Shade yang Membuat Wajah Tampak Fresh, Bukan Terlihat Berat

September 3, 2026

Niche Skincare, Competitor Analysis, dan Cara Membuat Value Proposition yang Kuat

September 3, 2026

Mass Market vs Premium Cosmetic Brand: Memilih Posisi dan Niche yang Tepat

September 3, 2026

Perbandingan Pabrik Kosmetik dan Maklon Secara Lengkap

September 2, 2026
  • Maklon Parfum
  • Maklon Kosmetik
  • Maklon Skincare

PT CEDEFINDO. Jl. Raya Narogong Km 4.
Bekasi 17116. Jawa Barat, Indonesia

[p] +62 21 8215710
[f] +62 21 8204107

    

Copyright © 2016 PT CEDEFINDO.
All Right Reserved