Maklon Toner: Cara Membuat Produk Toner untuk Brand Skincare Sendiri
Dalam sebuah rutinitas skincare, toner sering menjadi produk yang digunakan setelah membersihkan wajah. Meski terlihat sederhana karena kebanyakan berbentuk cair, toner sebenarnya mempunyai ruang pengembangan yang sangat luas.
Ada hydrating toner, soothing toner, exfoliating toner, brightening toner, hingga toner yang dikembangkan dengan konsep skin barrier. Artinya, bagi pemilik brand skincare, toner bukan hanya produk pelengkap. Dengan formula dan positioning yang tepat, toner bahkan dapat menjadi salah satu hero product.
Melalui maklon toner, entrepreneur dapat mengembangkan toner dengan merek sendiri tanpa harus mempunyai laboratorium Research and Development (R&D) maupun fasilitas manufaktur kosmetik.
Namun sebelum menentukan ingredient, ada pertanyaan yang lebih penting: toner seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan target konsumen Anda?
Table of Contents
ToggleApa Itu Maklon Toner?
Maklon toner adalah layanan pengembangan dan produksi produk toner skincare oleh perusahaan manufaktur untuk kemudian dipasarkan menggunakan merek milik klien.
Pemilik brand dapat datang membawa konsep produk.
Misalnya:
“Saya ingin membuat hydrating toner untuk konsumen usia 20–35 tahun dengan tekstur watery, terasa ringan, dan mempunyai positioning affordable premium.”
Konsep tersebut kemudian dapat diterjemahkan menjadi product brief dan dibahas bersama tim R&D.
Brand Tidak Harus Mempunyai Formula Sendiri
Anda tidak harus memahami secara mendalam bagaimana mencampurkan Hyaluronic Acid, Niacinamide, Panthenol, atau bahan kosmetik lainnya.
Yang lebih penting adalah mengetahui target konsumen, skin concern, positioning, sensorial, serta harga produk yang ingin dicapai.
R&D Membantu Mengembangkan Konsep
Tim formulasi kemudian dapat mengevaluasi ingredient, konsentrasi, pH, tekstur, stabilitas, kompatibilitas, dan aspek teknis lainnya untuk mengembangkan formula yang sesuai.
Mengapa Toner Menarik untuk Brand Skincare?
Toner mempunyai satu kelebihan besar: fleksibilitas.
Sebuah toner dapat dikembangkan untuk berbagai konsep sehingga brand mempunyai banyak pilihan untuk menentukan positioning.
Toner Bisa Menjadi Bagian Penting dari Skincare Routine
Dalam rangkaian skincare, toner dapat ditempatkan seperti:
Facial Cleanser → Toner → Essence → Serum → Moisturizer → Sunscreen.
Brand juga dapat membuat rutinitas lebih sederhana:
Cleanser → Toner → Serum → Moisturizer.
Bisa Dikembangkan Bersama Produk Lain
Misalnya brand mempunyai positioning hydration.
Product ecosystem dapat dibuat menjadi:
Gentle Cleanser → Hydrating Toner → Hydrating Serum → Moisturizer → Sunscreen.
Jangan Membuat Toner Hanya Sebagai Pelengkap
Toner tetap harus mempunyai alasan yang jelas mengapa konsumen perlu menggunakannya.
Jenis Toner yang Bisa Dikembangkan
Sebelum melakukan maklon toner, tentukan terlebih dahulu konsep utama produk.
Jangan mencoba memasukkan semua fungsi skincare ke dalam satu botol.
Hydrating Toner
Hydrating toner menjadi salah satu konsep yang populer.
Formulator dapat mengeksplorasi humectant seperti Hyaluronic Acid, Glycerin, Panthenol, maupun supporting ingredients lainnya untuk mendukung konsep hidrasi.
Soothing Toner
Soothing toner dapat dikembangkan untuk konsumen yang mencari pengalaman skincare yang nyaman.
Ingredient seperti Centella Asiatica, Panthenol, Allantoin, atau botanical ingredients tertentu dapat dieksplorasi sesuai kebutuhan formulasi.
Brightening Toner
Brand dengan positioning brightening juga dapat mengembangkan toner sebagai bagian dari rangkaian produknya.
Konsep formula dapat mengeksplorasi Niacinamide, Vitamin C derivative, atau bahan lain sesuai rancangan formula dan regulasi kosmetik yang berlaku.
Exfoliating Toner
Kategori lainnya adalah exfoliating toner.
Produk dapat menggunakan konsep ingredient seperti AHA, BHA, atau PHA sesuai formula, konsentrasi, target konsumen, dan ketentuan yang berlaku.
Hydrating Toner dan Exfoliating Toner Tidak Sama
Walaupun sama-sama disebut toner, fungsi dan pengalaman penggunaannya dapat sangat berbeda.
Hydrating toner biasanya mempunyai positioning yang berfokus pada hidrasi dan kenyamanan kulit.
Sementara exfoliating toner dikembangkan dengan konsep eksfoliasi menggunakan ingredient tertentu.
Cara Penggunaan Perlu Dikomunikasikan dengan Jelas
Brand sebaiknya memberikan petunjuk penggunaan yang sesuai dengan karakter produk.
Terutama jika toner menggunakan bahan aktif tertentu.
Jangan Mengikuti Tren Tanpa Strategi
Jika target brand adalah pemilik kulit sensitif, belum tentu toner dengan konsep eksfoliasi kuat merupakan pilihan yang paling sesuai.
Kenali Konsumen Sebelum Memilih Formula
Product development sebaiknya selalu dimulai dari konsumen, bukan sekadar mengikuti produk kompetitor.
Ingredient dalam Maklon Toner
Pemilik brand sering tertarik memasukkan sebanyak mungkin hero ingredient ke dalam formula.
Misalnya:
“Saya ingin Hyaluronic Acid, Niacinamide, Centella, Ceramide, Peptide, dan Vitamin C dalam satu toner.”
Secara marketing memang terlihat menarik.
Namun lebih banyak ingredient tidak otomatis membuat produk lebih baik.
Formula Harus Seimbang
Tim R&D perlu mempertimbangkan:
- Kompatibilitas ingredient
- Konsentrasi
- pH
- Stabilitas
- Sensory experience
- Keamanan
- Klaim produk
Keseluruhan formula jauh lebih penting daripada sekadar panjangnya ingredient list.
Hero Ingredient Harus Mendukung Positioning
Jika produknya bernama Hydrating Toner, ingredient dan pengalaman penggunaannya sebaiknya mendukung konsep tersebut.
Sederhana Bisa Lebih Mudah Dijual
Konsumen perlu memahami produk Anda dalam beberapa detik.
Positioning yang terlalu kompleks justru dapat membuat pesan brand menjadi tidak jelas.
Tekstur Toner Juga Bisa Dibedakan
Tidak semua toner harus terasa seperti air.
Brand dapat mengeksplorasi beberapa karakter tekstur:
Watery Toner → Slightly Viscous Toner → Milky Toner
Masing-masing memberikan pengalaman berbeda.
Watery Toner
Tekstur watery dapat memberikan sensasi ringan dan refreshing.
Milky Toner
Milky toner mempunyai appearance yang berbeda dan dapat dikembangkan untuk memberikan identitas produk yang lebih khas.
Perhatikan Layering
Toner biasanya digunakan sebelum serum dan moisturizer.
Karena itu, produk sebaiknya dievaluasi bersama skincare lain untuk melihat absorption, stickiness, after-feel, dan pengalaman layering.
Sensory Experience Penting untuk Repeat Purchase
Ingredient dapat membuat konsumen tertarik mencoba. Tetapi pengalaman penggunaan setiap hari dapat membantu menentukan apakah produk nyaman dipakai kembali.
Bagaimana Proses Maklon Toner?
Sebelum masuk ke tahap formulasi, buat product brief yang jelas.
Contohnya:
Produk: Hydrating Toner
Target: wanita dan pria 20–35 tahun
Concern: hydration
Texture: watery-lightweight
Hero concept: hydration & soothing
Positioning: affordable premium
Packaging: bottle
Target retail: Rp100.000–Rp180.000
Brief ini membantu tim pengembangan memahami produk yang ingin dibuat.
Research and Development
Tim R&D dapat mengevaluasi ingredient, konsentrasi, pH, tekstur, sensorial, appearance, dan berbagai parameter teknis lainnya.
Setelah itu dibuat prototype atau sample.
Sampling dan Testing
Brand dapat mengevaluasi:
Tekstur → Aroma → Absorption → Stickiness → After-feel → Layering → Overall Experience.
Formula dapat direvisi apabila belum sesuai dengan product brief.
Menuju Produksi Komersial
Formula yang telah ditentukan perlu melalui pengujian yang relevan, evaluasi kompatibilitas packaging, proses regulatory, quality control, dan tahapan produksi sesuai sistem manufaktur.
Packaging untuk Produk Toner
Karena toner umumnya berbentuk cair, bottle packaging menjadi pilihan yang sering digunakan.
Namun bentuk dispensing dapat dikembangkan berdasarkan konsep produk.
Pertimbangkan Cara Konsumen Menggunakannya
Apakah toner dituangkan langsung ke telapak tangan? Menggunakan kapas? Atau menggunakan dispensing system tertentu?
Hal sederhana ini memengaruhi pengalaman konsumen.
Packaging Harus Sesuai Target Harga
Botol, cap, printing, label, box, dan finishing akan memengaruhi HPP.
Cantik Saja Tidak Cukup
Packaging harus mempertemukan fungsi, formula, identitas brand, pengalaman konsumen, dan business model.
Maklon Toner Bersama PT Cedefindo
Bagi entrepreneur maupun perusahaan yang ingin mengembangkan toner tanpa mempunyai fasilitas manufaktur kosmetik sendiri, PT Cedefindo dapat menjadi partner yang dipertimbangkan.
Sebagai bagian dari Martha Tilaar Group, Cedefindo mempunyai pengalaman panjang dalam pengembangan dan manufaktur produk beauty dan personal care.
Dukungan Research and Development (R&D), Quality Assurance (QA), Quality Control (QC) serta kemampuan manufaktur dapat membantu membawa konsep produk menuju produksi komersial sesuai kategori dan ruang lingkup layanan yang tersedia.
Toner juga dapat menjadi bagian dari rangkaian skincare yang lebih lengkap:
Facial Cleanser → Toner → Serum → Moisturizer → Sunscreen.
Kesimpulan
Maklon toner memberikan kesempatan bagi entrepreneur untuk mempunyai produk toner dengan brand sendiri tanpa harus membangun fasilitas produksi kosmetik.
Konsep produknya dapat dikembangkan menjadi hydrating toner, soothing toner, brightening toner, exfoliating toner, hingga konsep lainnya.
Namun jangan memulai hanya dengan pertanyaan:
“Ingredient apa yang sedang viral?”
Mulailah dari siapa konsumennya, apa skin concern mereka, apa fungsi toner dalam rutinitas, bagaimana teksturnya, apa positioning-nya, dan berapa target harga jualnya.
Kemudian pengembangan dapat bergerak melalui:
Product Brief → R&D → Formula → Prototype → Sampling → Testing → Packaging → Regulatory → Production.
Toner yang kuat bukan produk dengan ingredient paling banyak. Toner yang menarik adalah produk dengan fungsi yang mudah dipahami, formula yang dirancang dengan baik, sensorial yang menyenangkan, serta posisi yang jelas dalam skincare routine konsumen.
FAQ Maklon Toner
Apa itu maklon toner?
Maklon toner adalah layanan pengembangan dan produksi toner skincare oleh perusahaan manufaktur untuk dipasarkan menggunakan brand milik klien.
Apa saja jenis toner yang bisa dikembangkan?
Konsepnya dapat berupa hydrating toner, soothing toner, brightening toner, exfoliating toner, hingga milky toner sesuai kebutuhan brand dan kemampuan pengembangan.
Ingredient apa yang dapat digunakan dalam toner?
Ingredient bergantung pada konsep formula. Beberapa bahan yang dapat dieksplorasi antara lain Hyaluronic Acid, Glycerin, Panthenol, Centella Asiatica, Niacinamide, AHA, BHA, maupun bahan lain sesuai formulasi dan regulasi.
Apa yang perlu dipersiapkan sebelum maklon toner?
Siapkan target konsumen, skin concern, konsep manfaat, hero ingredient, tekstur, positioning, packaging, target HPP, dan harga jual yang ingin dicapai.










